PENANGANAN KORUPSI SERING ANTIKLIMAKS | TERUS TERANG MAHFUD MD

00:48:44
https://www.youtube.com/watch?v=wuxd2ykf04A

Zusammenfassung

TLDRDalam podcast ini, Pak Mahfud membahas berbagai isu penting dalam dinamika politik Indonesia, termasuk revisi undang-undang TNI dan upaya pemberantasan korupsi. Ia menyoroti pentingnya supremasi sipil dan dampak revisi terhadap sistem demokrasi. Selain itu, ia mengkritik implementasi janji-janji dalam pemberantasan korupsi, menunjukkan bahwa banyak ancaman tidak diikuti oleh tindakan yang nyata. Pak Mahfud juga menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum di Indonesia.

Mitbringsel

  • 🗳️ Revisi undang-undang TNI perlu memperkuat demokrasi.
  • 💡 Supremasi sipil diharapkan tetap terjaga.
  • ⚖️ Pemberantasan korupsi memerlukan keseriusan dan konsistensi.
  • 📢 Banyak janji anti korupsi belum diimplementasikan.
  • 📈 Pentingnya transparansi dalam penegakan hukum.

Zeitleiste

  • 00:00:00 - 00:05:00

    Perbincangan dimulakan mengenai ancaman terhadap demokrasi oleh TAP MPR, di mana perhatian diberikan kepada tindakan korupsi yang belum diselesaikan. Terdapat kritikan bahawa bahaya yang ditimbulkan tidak diimbangi dengan pelaksanaan undang-undang yang ketat terhadap pelaku korupsi.

  • 00:05:00 - 00:10:00

    Podcast ini mengupas isu penting yang berlaku dalam perkembangan politik dan penegakan hukum, seperti anjloknya IHSG dan tragedi gugurnya tiga anggota polisi ketika menjalankan tugas mereka. Khususnya, kehormatan dan dedikasi mereka terhadap keamanan negara diakui.

  • 00:10:00 - 00:15:00

    Ketika membincangkan revisi undang-undang TNI, komentar menyatakan bahawa hasil revisi adalah positif kerana tidak ada gangguan signifikan terhadap perkembangan politik, dan responsibiliti masyarakat awam terhadap isu ini memberikan dampak yang baik.

  • 00:15:00 - 00:20:00

    Perbincangan beralih kepada kecermatan dalam penegakan hukum dan isu revisi yang dinyatakan lebih akomodatif, serta penegasan bahawa tidak akan ada pengembalian fungsi ABRI yang dapat merosakkan demokrasi.

  • 00:20:00 - 00:25:00

    Ada penekanan terhadap keperluan untuk terus mengawasi dan mengkritik isu-isu yang relevan, terutama pada pasal yang memberikan kuasa kepada presiden untuk mengarah pengguna TNI tanpa batasan.

  • 00:25:00 - 00:30:00

    Kritik disuarakan bahawa banyak undang-undang masih melarang TNI dan Polri daripada terlibat dalam politik, menekankan bahwa tidak seharusnya kekhawatiran politisasi mengancam keamanan lebih lanjut.

  • 00:30:00 - 00:35:00

    Isu penegakan korupsi dan janji yang dibuat oleh pejabat tinggi pemerintah untuk menghukum pelaku korupsi menjadi pusat perbincangan, dengan harapan agar implementasinya tidak terhenti setelah pelbagai retorika politik.

  • 00:35:00 - 00:40:00

    Terdapat keraguan terhadap langkah pengusutan kes-kes korupsi baru dan lama, di mana masyarakat merasakan bahawa kekurangan tindakan terang-terangan menimbulkan ketidakadilan dan kekejangan kepercayaan terhadap sistem hukum.

  • 00:40:00 - 00:48:44

    Akhirnya, terdapat penegasan bahawa masyarakat harus terus bersatu dan resistensi terhadap budaya korupsi, memandang harapan untuk perbaikan dalam institusi pemerintah agar lebih responsif dan efektif memerangi korupsi.

Mehr anzeigen

Mind Map

Video-Fragen und Antworten

  • Apa yang dibahas dalam podcast ini?

    Podcast ini membahas isu-isu terkini dalam politik dan hukum di Indonesia.

  • Siapa yang menjadi narasumber dalam podcast ini?

    Narasumber dalam podcast ini adalah Pak Mahfud.

  • Apa isu utama terkait dengan revisi undang-undang TNI?

    Isu utama adalah menjaga supremasi sipil dan menghindari munculnya kembali fungsi TNI dalam politik.

  • Bagaimana pandangan Pak Mahfud tentang pemberantasan korupsi?

    Pak Mahfud mengungkapkan perlunya ketegasan dalam pemberantasan korupsi dan konsistensi dalam tindakan.

  • Mengapa masih ada kekhawatiran atas supremasi militer?

    Kekhawatiran muncul karena revisi yang menambah jumlah posisi yang bisa diisi oleh TNI.

Weitere Video-Zusammenfassungen anzeigen

Erhalten Sie sofortigen Zugang zu kostenlosen YouTube-Videozusammenfassungen, die von AI unterstützt werden!
Untertitel
id
Automatisches Blättern:
  • 00:00:00
    di fungsi itu menghambat demokrasi dalam
  • 00:00:03
    berbangsa bernegara dan bermasyarakat
  • 00:00:06
    dilarang di fungsi oleh TAP MPR Pak
  • 00:00:09
    Prabowo mudah-mudahan konsisten dengan
  • 00:00:11
    itu selama ini kan yang dipertanyakan
  • 00:00:13
    Iya yang dipertanyakan ini kok
  • 00:00:16
    ancamannya banyak kok implementasinya
  • 00:00:19
    minim kan gitu kritik orang kok
  • 00:00:21
    ngancam-ngancam terus gitu Tapi kalau
  • 00:00:24
    mau objektif gak juga loh yang dibuka
  • 00:00:26
    itu banyak cuma yang dibuka itu memang
  • 00:00:30
    korupsi-korupsi lama dan belum menyentuh
  • 00:00:33
    orang-orang di sekitar saya waktu itu
  • 00:00:36
    usul koruptor-koruptor itu jangan
  • 00:00:39
    dikumpulkan dengan kriminal umum
  • 00:00:42
    kriminal umum sudah dipenjara kalau
  • 00:00:44
    koruptor tu letakkannya di mall gitu ya
  • 00:00:46
    atau ada kebun seperti kebun binatang
  • 00:00:48
    Jadi tiap hari Minggu hari libur
  • 00:00:50
    anak-anak sekolah diajak ke situ tu tuh
  • 00:00:52
    koruptor tuh y kasih kacang
  • 00:01:00
    [Musik]
  • 00:01:12
    Halo asalamualaikum warahmatullahi
  • 00:01:14
    wabarakatuh Apa kabar anda semua jumpa
  • 00:01:18
    lagi dalam terus terang podcast di mana
  • 00:01:22
    Saya selalu bicara secara terus terang
  • 00:01:25
    dan tanpa
  • 00:01:27
    basa-basi masih dalam suasana R
  • 00:01:30
    saya tetap mencermati perkembangan dan
  • 00:01:34
    dinamika politik yang
  • 00:01:37
    terjadi baik di pemerintahan maupun
  • 00:01:40
    dunia penegakan
  • 00:01:41
    hukum Baiklah semua akan kita bahas satu
  • 00:01:47
    persatu silakan pertanyaan apa yang
  • 00:01:51
    sudah disiapkan dan terdaftar masuk di
  • 00:01:54
    meja redaksi Ya baik pakfud ee Sebelum
  • 00:01:58
    saya mau nanyakan isu-isu terbaru Pak
  • 00:02:00
    mfud apa yang Pak Mahfud cermati dalam
  • 00:02:04
    hari-hari inilah kira-kira terutama yang
  • 00:02:05
    bapak lihat yang EE menjadi warna dalam
  • 00:02:08
    pemberitaan maupun di media sosialakfud
  • 00:02:11
    ikutin Iya e hari ini nih hari Selasa
  • 00:02:16
    tanggal
  • 00:02:17
    eh 18 ya sekarang 18 Maret ini ada
  • 00:02:22
    eh dua berita menyentrak berita yang
  • 00:02:26
    menyentak kita ee di samping tentu nanti
  • 00:02:30
    yang EE ramai sejak kemarin yang
  • 00:02:32
    menyetak kita hari ini adalah
  • 00:02:35
    anjloknya ihsg ya indrek harga saham
  • 00:02:39
    gabungan betul I yang cukup signifikan
  • 00:02:42
    sehingga lalu dibekukan dulu ya sempat
  • 00:02:44
    dibekukan Pak sekarang tapi tradingnya
  • 00:02:45
    sudah jalan lagi I ini kan artinya ada
  • 00:02:47
    persoalan dengan kondisi fiskal dan
  • 00:02:49
    finansial kita ee yang menjadi ranah
  • 00:02:53
    kebijakan pemerintah yang harus dikelola
  • 00:02:56
    secara hati-hati I tapi ada yang
  • 00:02:58
    mengharukan yaitu gugurnya tiga orang
  • 00:03:00
    polisi di Lampung karena dia sedang
  • 00:03:04
    melakukan tugas Mulia menegakkan hukum
  • 00:03:07
    yaitu ee menyergap
  • 00:03:10
    ee apa sebuah tempat ee perjudian sabung
  • 00:03:15
    ayam eh ternyata di sana ada dua anggota
  • 00:03:20
    TNI yang mengawal eh perjudian itu
  • 00:03:24
    sehingga ketiga polisi yang sedang
  • 00:03:27
    bertugas ini ee gugur karena di langsung
  • 00:03:30
    di tempat eh yaitu e ada Kapolsek
  • 00:03:34
    namanya Iptu lusianto kemudian ada
  • 00:03:37
    bribka Petrus
  • 00:03:39
    Aprianto kemudian bribda Galib kita
  • 00:03:44
    sangat berduka dan berdoa secara tulus
  • 00:03:47
    mudah-mudahan
  • 00:03:49
    eh arwah mereka diterima di sisi Tuhan
  • 00:03:53
    sesuai dengan pengabdiannya dan kita
  • 00:03:56
    terus mendorong agal Polri ee tetap
  • 00:04:01
    setia
  • 00:04:02
    menjaga Tugas atau melaksanakan tugas
  • 00:04:06
    menjaga keamanan dan penegakan hukum ini
  • 00:04:09
    peristiwanya kemarin di Lampung Ya pak
  • 00:04:11
    peristiwanya di Lampung kemarin tiga
  • 00:04:13
    nyawa melayang begitu saja karena
  • 00:04:16
    perjudian mudah-mudahan keluarga yang
  • 00:04:19
    ditinggalkan ee tabah dan seluruh ee
  • 00:04:24
    anggota Polri tetap semangat dalam tugas
  • 00:04:28
    Demi Indonesia Iya baik itu aja oke baik
  • 00:04:31
    makfud kita mulai Pak Ya saya mulai
  • 00:04:33
    bertanya tentang hal-hal yang eh
  • 00:04:35
    kira-kira dalam sepakan terakhir ini
  • 00:04:36
    menjadi eh bahasan atau pertanyaan
  • 00:04:39
    publik Pak yang agak ramai tentu e
  • 00:04:42
    revisi undang-undang TNI Pak affud saya
  • 00:04:44
    kira Pak affud juga mencermati Setelah
  • 00:04:46
    sekian lama disorot oleh publik karena
  • 00:04:49
    rapat-rapat tertutup di luar gedung DPR
  • 00:04:52
    dan poin-poin daftar inventarisasi
  • 00:04:55
    masalah atau Dim yang dipertanyakan
  • 00:04:57
    publik juga he pada akhirnya kemarin Pak
  • 00:04:59
    eh pimpinan pimpinan DPR eh pimpinan DPR
  • 00:05:02
    Pak Dasko dan kawan-kawan itu melakukan
  • 00:05:04
    jumpa PR dan menyampaikan bahwa eh hanya
  • 00:05:08
    ada tiga pasal yang e direvisi pasal 3
  • 00:05:13
    pasal 53 dan pasal 47fud Saya kira juga
  • 00:05:16
    mencermati Apa komentar Pak Mahfud
  • 00:05:17
    sejauh ini tentang
  • 00:05:18
    itu komentar saya
  • 00:05:21
    Eh saya harus menyatakan bahwa revisi
  • 00:05:26
    undang-undang TNI yang sudah dis ati dan
  • 00:05:30
    tinggal disahkan di P DPR menurut saya
  • 00:05:33
    hasilnya Lumayan lumayan artinya Bagi
  • 00:05:37
    EE perkembangan Tata politik Indonesia
  • 00:05:40
    tidak terlalu ada yang mengganggu karena
  • 00:05:43
    ee gerakan masyarakat sipil dan
  • 00:05:46
    kampus-kampus itu nampaknya memang
  • 00:05:48
    berpengaruh sehingga lalu
  • 00:05:50
    eh
  • 00:05:52
    rencana revisi yang tadinya sangat
  • 00:05:55
    eksesif itu disisir kembali sehingga
  • 00:05:57
    menjadi hal yang malah bagus hasilnya
  • 00:05:59
    artinya ada respons terhadap anu
  • 00:06:01
    gerakan-gerakan itu Pak Ya saya meyakini
  • 00:06:03
    ada respons karena sebelum itu kan
  • 00:06:05
    sangat keras ya hegemoninya bahwa TNI
  • 00:06:09
    akan ke sini akan ke situ dan itu semula
  • 00:06:11
    enggak pernah dibantah secara serius
  • 00:06:13
    gitu ya baru sesudah ribut dan kemudian
  • 00:06:16
    rapat Gitu
  • 00:06:18
    Ee di sebuah hotel gitu lalu hasilnya ee
  • 00:06:22
    ternyata lumayan akomodatif terhadap
  • 00:06:26
    pikiran-pikiran rakyat ee yang
  • 00:06:28
    disampaikan oleh oleh masyarakat karena
  • 00:06:31
    sebenarnya kan pertama tidak ada yang
  • 00:06:33
    kurang dari undang-undang yang selama
  • 00:06:36
    ini berlaku ya tidak ada yang kurang
  • 00:06:38
    dari yang ada selama ini tidak ada tidak
  • 00:06:39
    ada yang kurang gitu artinya dari segi
  • 00:06:41
    urgensi enggak ada penting amat untuk
  • 00:06:43
    direvisi gitu ya Iya substansi
  • 00:06:45
    sububstansinya tidak ada yang kurang
  • 00:06:48
    tetapi yang ada malah ee memperkuat ya
  • 00:06:53
    memperkuat apa misalnya bahwa
  • 00:06:56
    ee yang selama ini berlakukan koordinasi
  • 00:07:00
    bidang administrasi ee dan keuangan
  • 00:07:04
    eh serta fasilitas itu di bawwa
  • 00:07:08
    koordinasi minhan itu ditegaskan kembali
  • 00:07:11
    nah revisi ini ya Iya bahwa eh Panglima
  • 00:07:15
    TNI bertanggung jawab kepada Presiden
  • 00:07:17
    kan sudah sudah sudah ada memang sejak
  • 00:07:21
    dulu begitu lalu malah mengurangi
  • 00:07:24
    sedikit tapi untuk kebaikan misalnya ee
  • 00:07:28
    sekretaris yang selama ini dijabat oleh
  • 00:07:31
    eh
  • 00:07:33
    Ted Ted indrawijaya ya let call Ted
  • 00:07:37
    indrawijaya indrawijaya itu kan selama
  • 00:07:40
    ini sejak dulu sekretaris Kabinet itu eh
  • 00:07:44
    sejajar dengan Menteri ya Sehingga
  • 00:07:48
    dilantik Bersama Menteri tetapi revisi
  • 00:07:51
    ini menyatakan bahwa seskap itu ada di
  • 00:07:54
    bawah
  • 00:07:55
    sesil jadi di presiden tu ada Sekretaris
  • 00:07:58
    Negara di sekretaris negar tu beberapa
  • 00:08:00
    sekretaris ada sesmail gitu kemudian
  • 00:08:03
    seskap itu diletakkan di bawah
  • 00:08:06
    sekretariat militer presiden dan maka
  • 00:08:08
    dia menjadi eselon du berarti dan dan
  • 00:08:10
    itu menjadi eselon du buka eselon sat
  • 00:08:14
    aja tidak apalagi pejabat setingkat
  • 00:08:16
    menteri tidak lagi Sekarang jadi eh
  • 00:08:19
    pejabat eselon 2 artinya itu
  • 00:08:22
    memproporsionalkan tugas TNI yang
  • 00:08:25
    bertugas di lembaga kepresidenan wabil
  • 00:08:28
    khusus yang menyangkut TD Nah jadi ini
  • 00:08:33
    sebenarnya yang Ee Kita lihat memperkuat
  • 00:08:37
    situasi lalu memang ada yang menambah
  • 00:08:40
    penambahannya itu jadi dari 10 institusi
  • 00:08:45
    yang boleh diduduki
  • 00:08:47
    eh oleh TNI oleh TNI dan sebenarnya
  • 00:08:51
    Polri loh kalau diundang-undangnya itu
  • 00:08:54
    TNI dan Polri iya ee meskipunalik Polri
  • 00:08:57
    sudah sipil tapi disebut di undang
  • 00:08:59
    undang itu tet hampir salah anunya
  • 00:09:01
    tentang tidak boleh ee aktif di politik
  • 00:09:04
    di jabatan sipil hanya ini ini dan ini
  • 00:09:07
    gitu itu kan ada di undang-undang lain
  • 00:09:09
    di undang-undang ASN ya Ee tapi menambah
  • 00:09:14
    dari
  • 00:09:15
    ee 10 menjadi
  • 00:09:18
    15 jadi itu yang apa
  • 00:09:22
    meng mengobati kekhawatiran rakyat
  • 00:09:25
    selama ini kan isunya kan
  • 00:09:29
    mau kembali ke orde baru gitu ya bahwa
  • 00:09:33
    di Fungsi ABRI itu adalah keniscayaan
  • 00:09:36
    untuk membangun kalau orde baru kan
  • 00:09:38
    begitu
  • 00:09:38
    eh tnu ikut dalam urusan-urusan
  • 00:09:42
    pemerintahan politik dan sosial
  • 00:09:45
    kemasyarakatan
  • 00:09:47
    ee agar kalau terjadi sesuatu TNI itu
  • 00:09:51
    tidak harus melakukan pemberontakan
  • 00:09:54
    seperti di Amerika Latin di Thailand dan
  • 00:09:56
    sebagainya bueta lalu dulu di konsep
  • 00:09:59
    Fungsi ABRI tapi itu lalu eksesif
  • 00:10:01
    ternyata ya demokrasi Hampir mati gitu
  • 00:10:04
    di zaman worde baru itu sehingga pada
  • 00:10:08
    akhirnya dihapus sesudah dihapus Lalu
  • 00:10:11
    ada berita mau dihidupkan lagi sekarang
  • 00:10:13
    ternyata hasilnya tidak Oleh sebab itu
  • 00:10:16
    saya
  • 00:10:17
    eh mengucapkan selamat kepada Civil
  • 00:10:20
    Society organization kepada LSM LSM yang
  • 00:10:23
    telah Dengan gigih berjuang dan juga
  • 00:10:26
    kepada mahasiswa karena menurut ke
  • 00:10:29
    akinan saya hasil yang terakhir ini
  • 00:10:32
    karena ee langkah-langkah atau protes
  • 00:10:35
    atau kawal yang dilakukan oleh CSU dan
  • 00:10:39
    mahasiswa yang menolak kembalinya dui
  • 00:10:41
    fungsi karena dulu isunya kan itu
  • 00:10:43
    meskipun kemudian dibantai Ya itu dulu
  • 00:10:45
    gak ada ya sudahlah dulu orang bercerit
  • 00:10:48
    itu anggap gak ada yang penting hasilnya
  • 00:10:50
    ini tidak jelek-jelek amat ya cukup fair
  • 00:10:53
    untuk pembangunan politik ke depan
  • 00:10:55
    menurut saya nah dengan perkembangan
  • 00:10:56
    terbaru itu seperti yang disampaikan di
  • 00:10:58
    jumpa perus kemarin he Apakah dengan
  • 00:11:00
    begitu harus tetap waspada ini
  • 00:11:02
    masyarakat sipil dan mahasiswa dan
  • 00:11:04
    berbagai kalangan terus melontarkan apa
  • 00:11:07
    namanya mencermati melontarkan kritik
  • 00:11:09
    terutama misalnya setelah pasel yang
  • 00:11:11
    dikhawatirkan yang memberikan kewenangan
  • 00:11:13
    kepada presiden untuk ee apa namanya
  • 00:11:17
    menugaskan prajurit TNI pada kebutuhan
  • 00:11:19
    yang diinginkan itu tidak ada gitu
  • 00:11:21
    ketika itu tidak ada apakah masih harus
  • 00:11:22
    terus dicermati atau dikritis atau
  • 00:11:24
    bagaimana sudah tidak tidak lagi tidak
  • 00:11:26
    ada lagi
  • 00:11:28
    sekarang beri pintu Kemudian perluasan
  • 00:11:31
    misalnya tugas ee tugas militer yang
  • 00:11:34
    selain perang itu juga tidak ditambah
  • 00:11:36
    gitu tidak ada isu itu artinya sudah
  • 00:11:39
    seperti yang selama ini berjalan
  • 00:11:41
    sehingga tidak ada sebenarnya hal yang
  • 00:11:43
    sangat signifikan ee terjadi atas
  • 00:11:46
    perubahan undang-undang TNI ini kecuali
  • 00:11:48
    yang paling menunjol itu ya dari 14 jadi
  • 00:11:52
    10 menjadi 15 institusi boleh dimasuki
  • 00:11:55
    tetapi ingat itu ee let Ted itu
  • 00:12:00
    didegradasi oleh ini menjadi ee eselon
  • 00:12:05
    eselon 2 kecuali kalau dia mau tetap di
  • 00:12:08
    posisi itu kan harus berhenti tapi
  • 00:12:11
    dengan menambah Kementerian yang bisa
  • 00:12:13
    diduduki Pak dari 10 menjadi 16 Tidakkah
  • 00:12:15
    itu menjadi eh poin kekhawatiran bahwa
  • 00:12:18
    eh supremasi militer atau sipil akan
  • 00:12:22
    makin kelihatan karena begitu banyak
  • 00:12:23
    wilayah yang bisa diduduki atau dijabat
  • 00:12:26
    oleh TNI aktif I tapi i memang ada
  • 00:12:29
    pengaruhnya tapi kecil karena kalau dulu
  • 00:12:31
    di fungsi itu resminya TNI itu bisa
  • 00:12:35
    masuk ke jabatan-jabatan sipil tanpa
  • 00:12:37
    terbatas bahkan diangkat menjadi anggota
  • 00:12:39
    MPR DPR tanpa ikut pemilu gitu di semua
  • 00:12:43
    bidang Berarti semua semua bidang Tapi
  • 00:12:44
    sekarang kan ee masih berjalan e relatif
  • 00:12:49
    masih sama dengan
  • 00:12:52
    ee apa yang selama ini berlaku dan di
  • 00:12:57
    ee tuang di dalam berbagai peraturan
  • 00:13:00
    perundang-undangan kalau kita melihat
  • 00:13:02
    batasnya pakud Apa sih yang menjadi
  • 00:13:04
    ukuran bahwa
  • 00:13:06
    terjadi difungsi TNI atau terjadi
  • 00:13:09
    supremasi militer atas sipil apa yang
  • 00:13:11
    menjadi ukuran Pak supaya kita Clear
  • 00:13:12
    untuk mengatakan bahwa ini enggak ini
  • 00:13:14
    Iya kira-kira atau ini terjadi ukurannya
  • 00:13:16
    Orde Baru aja semua keputusan-keputusan
  • 00:13:19
    dan penempat jabatan itu ditentukan oleh
  • 00:13:22
    EE tiga poros di zaman ebartu ya ABG
  • 00:13:27
    ABRI bir asi dankar Nah sekarang enggak
  • 00:13:30
    gak gitu lebih dan di di di DPR sekarang
  • 00:13:34
    tidak ada ABRI atau TNI dan Polri yang
  • 00:13:37
    diangkat Jadi sepanjang tidak ada ke
  • 00:13:39
    arah sana tidak ada kekhawatiran untuk
  • 00:13:40
    ke sana ya terjadiwa tapi begini memang
  • 00:13:42
    ya Ee memang akan terjadi kontradiksi
  • 00:13:46
    kalau itu dipaksakan ya
  • 00:13:48
    Ee Karena begini ada beberapa peraturan
  • 00:13:51
    perundang-undangan yang pasti ditabrak
  • 00:13:54
    dan itu tidak mudah sehingga saya
  • 00:13:56
    katakan Ya untung ya untungnya
  • 00:14:00
    ee sekarang ini keputusannya hanya
  • 00:14:02
    menyangkut tiga hal yang ada yang ya
  • 00:14:05
    sebenarnya tidak signifikan untuk
  • 00:14:06
    mempengaruhi tapi kalau isu yang kemarin
  • 00:14:09
    sebelumnya beredar yang kemudian
  • 00:14:11
    dibantah itu terjadi itu banyak sekali
  • 00:14:13
    kontradiksinya karena ada beberapa
  • 00:14:15
    undang-undang banyak ini sehingga dengan
  • 00:14:17
    mengubah undang-undang TNI tidak akan
  • 00:14:19
    selesai karena banyak undang-undang lain
  • 00:14:21
    yang sudah mengatur hal yang sama yang
  • 00:14:23
    juga harus diubah misalnya undang-undang
  • 00:14:25
    nomor 34 yang kemarin diubah itu d pasal
  • 00:14:29
    2 dan pasal 39 situ jelas ada larangan
  • 00:14:33
    Polri ee TNI itu melakukan politik
  • 00:14:37
    praktis itu di undang-undang TNI kan Pak
  • 00:14:39
    Iya di undang-ang TNI dilarang ikut
  • 00:14:41
    parpol di dalam dilarang ikut kontes
  • 00:14:44
    politik kemudian di dalam pasal 39 juga
  • 00:14:48
    sudah disebutkan di situ jika masuk
  • 00:14:50
    jabatan sipil harus pensiun atau mundur
  • 00:14:53
    itu kan masih tetap dipertahankan ya Ee
  • 00:14:55
    pasal 47 jabatan sipil hanya boleh di
  • 00:14:59
    diberikan berdasar undang-undang tidak
  • 00:15:01
    boleh diberikan begitu saja seperti yang
  • 00:15:03
    diisukan sekarang kan ee ada beberapa
  • 00:15:06
    jabatan sudah diberikan pertama ke ke
  • 00:15:08
    Tedi misalnya ya E sudah diselesaikan
  • 00:15:11
    tapi yang bulok kita lihat
  • 00:15:12
    perkembangannya sesudah ini diundangkan
  • 00:15:14
    ada di tempat-tempat lain juga gitu yang
  • 00:15:16
    tidak ada di ee 10 sebelumnya atau apa
  • 00:15:20
    sekarang sudah menjadi 15 nah kemudian
  • 00:15:24
    juga ada undang-undang lain
  • 00:15:26
    undang-undang nomor 5 tahun 2014 itu
  • 00:15:29
    tentang
  • 00:15:31
    ASN itu kalau eh undang-undang TNI Polri
  • 00:15:36
    diubah seperti yang diisukan sebelumnya
  • 00:15:38
    maka undang-undang ini juga harus diubah
  • 00:15:41
    karena di situ ada ketentuan yang
  • 00:15:43
    mengatur pasal 2 dan pasal 9 yang
  • 00:15:47
    menyatakan bahwa ASN harus Netral I dari
  • 00:15:51
    kegiatan
  • 00:15:52
    politik di pemerintahan juga bahkan ada
  • 00:15:56
    sanksinya gitu bahwa sekarang
  • 00:15:59
    pelaksanaannya misalnya TNI atau
  • 00:16:01
    polriada yang tidak Netral tetapi belum
  • 00:16:03
    ada sanksinya itu soal implementasi
  • 00:16:05
    adalah soal lain tapi kita bicara
  • 00:16:07
    dalamaturan t tataran aturan lalu yang
  • 00:16:11
    ketiga undang-undang Nomor 7 Tahun 2017
  • 00:16:14
    tentang pemilu juga melarang
  • 00:16:17
    keterlibatan TNI di dalam bidang politik
  • 00:16:19
    kan sehingga ee misalnya di dalam pasal
  • 00:16:24
    280 undang-undang Pemilu itu yang diatur
  • 00:16:29
    adalah masalah Kampanye jadi di situ
  • 00:16:31
    disebut bahwa
  • 00:16:33
    ee TNI tidak boleh ikut dalam kegiatan
  • 00:16:37
    kampanye kecuali menjaga pertahanannya
  • 00:16:40
    aja keamanan pun sebenarnya gak boleh
  • 00:16:42
    karena keamanannya itu ada di pol
  • 00:16:44
    kecuali diminta ya oleh oleh Polri
  • 00:16:47
    Bahkan di situ ada sanksi jika ikut
  • 00:16:51
    dalam kampanye politik anggota TNI itu
  • 00:16:53
    bisa dikenakan sanksi lalu juga ada
  • 00:16:56
    vonis Mahkamah Konstitusi nomor 96 tahun
  • 00:17:00
    2020 itu melarang sudah di fungsi gitu
  • 00:17:03
    sehingga kalau orang berpikir mau
  • 00:17:05
    mengembalikan di fungsi demi keamanan
  • 00:17:07
    seperti baru itu gak semudah itu gak
  • 00:17:10
    bisa hanya mengubah satu undang-undang
  • 00:17:12
    sudah banyak Lebih dari itu karena
  • 00:17:14
    ternyata perundang-undangan kita
  • 00:17:15
    mengatur secara tegas ya supremasi sipil
  • 00:17:17
    atas militer ya begitu kuatnya pakud Iya
  • 00:17:20
    lebih dari itu lebih dari itu ada
  • 00:17:22
    sesuatu yang tidak bisa ditembus untuk
  • 00:17:23
    mengobah itu yaitu ada dua tab MPR t MPR
  • 00:17:29
    Nomor 6 Tahun
  • 00:17:31
    2000 Tentang pemisahan TNI Polri nah di
  • 00:17:35
    situ disebutkan di dalam konsidernya itu
  • 00:17:37
    bahwa du fungsi itu menghambat demokrasi
  • 00:17:41
    dalam berbangsa bernegara dan
  • 00:17:43
    bermasyarakat dilarang difungsi oleh TAP
  • 00:17:45
    MPR Nomor 6 Tahun 2000 tahun 2000
  • 00:17:48
    berarti t MPR pun menjelaskan soal itu
  • 00:17:50
    ya Iya lalu t MPR nomor 7 tentang
  • 00:17:53
    kedudukan TNI Polri yang langsung
  • 00:17:56
    dibawaah presiden Nah sekarang kan
  • 00:17:57
    diperkuat jadi ee apa ide reformasi itu
  • 00:18:02
    masih tetap masuk Nah TAP MPR nomor 6
  • 00:18:05
    dan 7 ini berdasar t MPR Nomor 1 Tahun
  • 00:18:08
    2003 masih dinyatakan berlaku sampai isi
  • 00:18:13
    ketentuan t MPR kedua t MPR itu di
  • 00:18:18
    tuangkan di dalam undang-undang
  • 00:18:21
    Nah masalah TN itu banyak loh yang masih
  • 00:18:24
    harus dituangkan di dalam undang-undang
  • 00:18:25
    kan nanti ada
  • 00:18:27
    Intelijen Ya ada
  • 00:18:29
    perbatasan kemudian
  • 00:18:31
    ee undang-undang tentang
  • 00:18:34
    rahasia negara dan seterusnya masih di
  • 00:18:37
    situ semua J Oleh sebab itu t MPR ini
  • 00:18:40
    masih jadi cantolan di samping
  • 00:18:42
    undang-undang yang sejajar tadi tapi ini
  • 00:18:44
    t MPR yang masih dinyatakan berlaku oleh
  • 00:18:47
    tab MPR Nomor 1 Tahun 2003 itu itu juga
  • 00:18:51
    harus jadi pedoman sehingga begini
  • 00:18:53
    maksud saya kenapa Saya menguraikan
  • 00:18:55
    ini Jangan berpikir
  • 00:19:00
    bahwa
  • 00:19:02
    ada pihak tertentu yang itu bukan wakil
  • 00:19:06
    mewakili keseluruhan rakyat Indonesia
  • 00:19:08
    bisa mengah mengubah satu undang-undang
  • 00:19:10
    lalu memberlakukan dui fungsi lagi itu
  • 00:19:13
    tidak mungkin tidak mungkin karena itu
  • 00:19:15
    banyak undang-undang yang harus diubah
  • 00:19:17
    juga dan mengubah satu undangangabak
  • 00:19:19
    banyak sekali menabrak banyak sekali dan
  • 00:19:21
    ketika undang-undang yang disentuh atau
  • 00:19:23
    akan bersentuhan juga dengan berbagai
  • 00:19:25
    undang-undang lain sehingga sebenarnya
  • 00:19:27
    sistem peraturannya nya ini sudah sudah
  • 00:19:29
    cukup kokoh untuk menyatakan TNI agar
  • 00:19:32
    tidak terlalu masuk ke ranah-ranah sipil
  • 00:19:35
    untuk membangun demokrasi dengan
  • 00:19:36
    demikian supremasi sipil terus akan
  • 00:19:38
    berlangsung ya di negeri ini Ya iya gitu
  • 00:19:41
    satu lagi pak kalau tadi penjelasan Pak
  • 00:19:42
    Mahfud itu berarti kan kaitannya dengan
  • 00:19:43
    pasal 47 ya revisi nah kaitannya dengan
  • 00:19:47
    pasal 53 yang juga direvisi Pak itu soal
  • 00:19:49
    usiah kan memberikan ruang yang lebih
  • 00:19:51
    lebar ee apa Bintara dan Tamtama usianya
  • 00:19:54
    lalu apa namanya ee bintang satu pensiun
  • 00:19:59
    di usia 60 bintang 2 pensiun di usia 63
  • 00:20:01
    eh 62 bintang 3 pensiun di usia 63 eh
  • 00:20:06
    bintang 4 Pak ya 63 ya lalu memungkinkan
  • 00:20:09
    bintang empat itu untuk diperpanjang
  • 00:20:11
    diperpanjang sampai 65 Pak Mahfud
  • 00:20:13
    melihat itu sebagai sebuah apa indikasi
  • 00:20:15
    ee Menurut saya itu gak kaitannya dengan
  • 00:20:18
    gak ada kaitannya dengan dui fungsi
  • 00:20:20
    karena penambahan usia pensiun itu kan
  • 00:20:23
    tetap di ranah pertahanan bukan
  • 00:20:27
    perpandangan itu pensiun lalu masuk ke
  • 00:20:29
    sipil kan gak gitu I dan soal isu
  • 00:20:33
    perpanjangan umur itu umur pensiun ya
  • 00:20:37
    usia pensiun itu sudah lama didiskusikan
  • 00:20:39
    isu isu yang sudah berkali-kali dibahas
  • 00:20:41
    ya sudah lama Sejak saya zaman ketua MK
  • 00:20:44
    sudah pernah masuk agar itu diubah lalu
  • 00:20:46
    pada tanggal
  • 00:20:48
    ee apa hari Ulang Tahun Polri eh tahun
  • 00:20:53
    2023 saya
  • 00:20:55
    ee
  • 00:20:57
    apa duduk dekatnya Pak Prabowo di
  • 00:21:01
    ee waktu itu menhan sama-sama jadi
  • 00:21:04
    menteri ya satu Menko satu menhan waktu
  • 00:21:05
    itu he kita melihat Itu polisi kok masih
  • 00:21:08
    gagah-gagah gitu sudah mau pensiun Pak
  • 00:21:10
    itu lalu kami berbisik saya dengan Pak
  • 00:21:12
    Prabowo Pak Mahfud Setuju gak kalau usia
  • 00:21:15
    TNI itu diperpanj kalau usia saya setuju
  • 00:21:19
    Pak ini banyak di kantor saya itu
  • 00:21:21
    anak-anak masih produktif katanya tahun
  • 00:21:22
    depan sudah mau pensiun menurut saya
  • 00:21:25
    rugi negara ini kalau melepas mereka
  • 00:21:27
    gitu lalu Pak perbo Iya ya kita nanti
  • 00:21:30
    usulkan itu ya gitu waktu itu i i eh
  • 00:21:33
    karena katanya di Amerika saja usia ee
  • 00:21:37
    militer itu bisa sampai 68 tahun loh 60
  • 00:21:40
    62 64 sampai 68 kalau bisa di kalau
  • 00:21:44
    diperlukan oleh negara kata pak brbo
  • 00:21:46
    kata Pak Bro waktu itu dan betul memang
  • 00:21:49
    ya Eh jadi usia-usia eh apa namanya
  • 00:21:54
    kalau perbandingannya dengan Amerika 58
  • 00:21:56
    pensiun itu memang terlalu muda apalagi
  • 00:22:00
    sekarang ini ee diharapkan e apa
  • 00:22:03
    dikhawatirkan kalau diperpanjang nanti
  • 00:22:05
    ini masih terlalu banyak lama antrinya
  • 00:22:08
    kan kasihan yang dibawa gak juga menurut
  • 00:22:10
    saya cuma
  • 00:22:12
    mungkin perpanjangan antri itu akan
  • 00:22:15
    terasa di awal-awal kan mereka yang di
  • 00:22:18
    bawah umurnya diperpanjang juga antrinya
  • 00:22:20
    kan kan tidak kan tidak apa-apa juga
  • 00:22:23
    gitu nah jadi ya okelah dengan segala
  • 00:22:28
    kurangannya tentu saja hasil revisi ini
  • 00:22:30
    ee kita anggap ya oke oke sudah cukup
  • 00:22:34
    fair juga sudah cukup fair mudah-mudahan
  • 00:22:37
    itu yang masukan tidak akan berubah lagi
  • 00:22:38
    kira-kira gitu ya mudah-mudahan tidak
  • 00:22:40
    berubah lagi jangan sampai di tengah
  • 00:22:42
    jalan ada selipan-selipan lagi sehingga
  • 00:22:44
    yang dikhawatirkan untuk masuk buban
  • 00:22:46
    tidak Iya baik makfud kita sekarang
  • 00:22:48
    beralih ke pemberatasan korupsi Pak
  • 00:22:51
    perkembangan barunya kan Pak Prabowo
  • 00:22:52
    pidato eh sebagaimana yang kita lihat di
  • 00:22:55
    beberapa video itu kan terakhir pidato
  • 00:22:57
    tentang Korupsi itu mengatakan bahwa
  • 00:22:59
    akan sekali lagi mengatakan
  • 00:23:01
    kesungguhannya Pak untuk mengejar
  • 00:23:02
    koruptor gitu ya dan akan membangun ee
  • 00:23:05
    apa namanya ee penjara gitu Pak ya
  • 00:23:08
    khusus untuk koruptor gitu ya juga akan
  • 00:23:11
    ee menempatkan itu di Pulau supaya kalau
  • 00:23:13
    keluar itu dimakanu Iya sambil guen Tapi
  • 00:23:16
    itu kan menjelaskan ketegasan ya Pak
  • 00:23:18
    Mahfud melihat janji kesekian kalinya
  • 00:23:19
    itu Apa maknanya bagus H
  • 00:23:23
    Coba kita Saya minta rekamannya di stil
  • 00:23:28
    ya iya studionya
  • 00:23:33
    he nanti juga akan sisihkan Dana saya
  • 00:23:36
    akan bikin penjara yang
  • 00:23:41
    sangat pokoknya Sangat kokoh di suatu
  • 00:23:45
    tempat yang terpencil mereka enggak bisa
  • 00:23:47
    keluar malam
  • 00:23:51
    hari kita akan cari
  • 00:23:54
    Pulau kalau mereka mau keluar Biar
  • 00:23:57
    ketemu sama hiu
  • 00:24:04
    Nah itu dia Iya rekamannya jadi begini
  • 00:24:09
    ee menarik eh pidato Pak Prabowo itu
  • 00:24:13
    yang mengatakan Pokoknya saya tidak akan
  • 00:24:16
    kompromi dengan koruptor kan gitu kan
  • 00:24:19
    saya ee apa berani mati demi rakyat
  • 00:24:23
    dalam menghadapi koruptor pokoknya
  • 00:24:25
    koruptor nanti akan disediakan ee
  • 00:24:28
    dibuatkan satu apa namanya penjara
  • 00:24:30
    khusus di Pulau terpencil yang kokoh
  • 00:24:33
    yang kalau keluar lari dari situ Ketemu
  • 00:24:35
    ikan hiu gitu Nah itu menurut saya bagus
  • 00:24:38
    bagus eh Tetapi menurut saya
  • 00:24:42
    implementasinya di dalam penegakan hukum
  • 00:24:45
    korupsi soal penjaranya jenisnya apa itu
  • 00:24:48
    kelas dua e yang kedua Tapi apa yang
  • 00:24:51
    dijanjikan itu supaya
  • 00:24:53
    diimplementasikan karena janji
  • 00:24:55
    memberantas korupsi itu kan dijanjikan
  • 00:24:57
    oleh semua presiden
  • 00:24:59
    dulu Pak SBY kan saya ee punya lima
  • 00:25:02
    agenda pembangunan Indonesia kalau jadi
  • 00:25:05
    presiden yang nomor 12 itu memimpin
  • 00:25:08
    sendiri pemberantasan korupsi tapi
  • 00:25:10
    korupsi makin banyak waktu itu Iya kan
  • 00:25:13
    Iya banyaklah dan malah meribatkan
  • 00:25:16
    Partai Demokrat kan pada waktu itu I Pak
  • 00:25:18
    Jokowi pidatonya Awas kalau korupsi saya
  • 00:25:21
    gigit sendiri Saya tahu sumber-sumber
  • 00:25:24
    korupsi itu kan pidatonya terbuka semua
  • 00:25:26
    Nah Pak Prabowo mengatakan ini lagi
  • 00:25:29
    jangan sampai ini gagal kita Percayalah
  • 00:25:32
    Pak Prabowo mudah-mudahan konsisten
  • 00:25:35
    dengan itu selama ini kan yang
  • 00:25:37
    dipertanyakan Iya yang dipertanyakan ini
  • 00:25:39
    kok ancamannya banyak gitu ya ancamannya
  • 00:25:43
    banyak kok
  • 00:25:45
    implementasinya minim kan gitu jtik
  • 00:25:48
    orang kok ngancam-ngancam terus gitu
  • 00:25:50
    Tapi kalau mau objektif gak juga loh
  • 00:25:52
    yang dibuka itu banyak cuma yang dibuka
  • 00:25:55
    itu memang korupsi-korupsi lama dan
  • 00:25:59
    belum menyentuh orang-orang di sekitar
  • 00:26:01
    tapi soal apa ancaman hukuman bagi
  • 00:26:05
    koruptor itu yang kemudian mau
  • 00:26:06
    diasingkan di sebuah pulau itu ya Bagus
  • 00:26:09
    juga saya dulu kan tahun 2010 pernah
  • 00:26:12
    melontarkan ide tentang
  • 00:26:14
    ee kebun koruptor koruptor kebun
  • 00:26:18
    koruptor kebun koruptor menyamakan kebun
  • 00:26:21
    binatang saya waktu itu usul
  • 00:26:23
    koruptor-koruptor itu jangan dikumpulkan
  • 00:26:26
    dengan kriminal umum kriminal umum sudah
  • 00:26:29
    di penjara kalau koruptor tuh
  • 00:26:30
    letakkannya ada di mall gitu ya atau ada
  • 00:26:34
    kebun seperti kebun binatang Jadi tiap
  • 00:26:36
    hari Minggu hari libur anak-anak sekolah
  • 00:26:37
    diajak ke situ tu tuh tuh koruptor tuh
  • 00:26:40
    Yuk kasih kacang kasih pisang gitu e
  • 00:26:43
    waktu itu diketawai orang itu guyon atau
  • 00:26:46
    serius P Waktu itu saya guyon saking
  • 00:26:49
    jengkelnya karena pada waktu ada diskusi
  • 00:26:51
    tentang hukuman mati pada pada korupsi
  • 00:26:54
    ya koruptor itu dihukum mati ada yang
  • 00:26:57
    setuju ada yang tidak ya sudah bagi yang
  • 00:26:59
    tidak setuju saya bilang ya bikin kebun
  • 00:27:02
    koruptor aja gitu kalau itu terjadi
  • 00:27:04
    memang orang mikir semua p Lagi mikir
  • 00:27:07
    kayak yang di Cina jadi tonan di Man
  • 00:27:09
    yang di Cina tu ada patung keluarga
  • 00:27:11
    koruptor itu kan yang e setiap hari
  • 00:27:13
    Orang disuruh ke situ lalu disuruh mukul
  • 00:27:16
    sampai beberapa kali itu patungnya tu
  • 00:27:18
    dari besi itu sampai diganti lagi agar
  • 00:27:21
    orang datang ke situilah keluarga
  • 00:27:23
    koruptor di kalau gak salah 300 tahun
  • 00:27:26
    lalu ya itu beredar anunya kan sek
  • 00:27:28
    videonya ada satu tempat di situ nih
  • 00:27:30
    kalau koruptor kayak ini meskipun sudah
  • 00:27:31
    mati ratusan tahun kamu diludai orang
  • 00:27:34
    dikasih sampah dipukul dengan bisis
  • 00:27:36
    sampai peot-peot lalu diganti lagi
  • 00:27:39
    patungnya dipukuli lagi ramai-ramai gitu
  • 00:27:41
    untuk menunjukkan kejengkelan H terhadap
  • 00:27:45
    ee koruptor ya saya meneruskan tentang
  • 00:27:48
    pernyataan Bapak soal komitmen Prabowo
  • 00:27:51
    bagus banget tapi kemudian
  • 00:27:52
    implementasinya masesih ditanyakan nah
  • 00:27:54
    belakangan itu kan ee pengusulan kasus
  • 00:27:56
    korupsi macam-macam muncul nih pak ya
  • 00:27:59
    Katakanlah misalnya yang ramai-ramai
  • 00:28:00
    soal kasus korupsi di Pertamina korupsi
  • 00:28:02
    di PGN korupsi di e Bank Jabar Banten
  • 00:28:06
    ini kan umumnya adalah kasus-kasus lama
  • 00:28:08
    Pak ya yang dibuka sekarang oleh apa
  • 00:28:10
    namanya aparat penegaka hukum Nah dari
  • 00:28:12
    sisi pengusutan itu apa yang Pak Mahfud
  • 00:28:14
    cermati dengan di era prabogo sekarang
  • 00:28:17
    membuka kasus-kasus lama e korupsi
  • 00:28:19
    sehingga diusut seperti sekarang ada dua
  • 00:28:22
    hal yang yang diambil itu adalah kasus
  • 00:28:24
    lama
  • 00:28:26
    I dan kasus kasus baru menurut saya bisa
  • 00:28:30
    sementara ini dianggap prestasi ya
  • 00:28:32
    karena tidak ada kasus baru korupsiak
  • 00:28:35
    prab karena enggak ada uang juga korupsi
  • 00:28:37
    mungkin gak ada uang mungkin tidak
  • 00:28:38
    berani juga dua-duanya itu ya dua-duanya
  • 00:28:41
    tidak ada uang dan tidak berani itu
  • 00:28:42
    harus dianggap ee minimal prestasilah
  • 00:28:46
    bahwa gak ada korupsi baru paling tidak
  • 00:28:49
    belum ada korupsi baru tapi fenomena
  • 00:28:51
    yang kedua penanganan korupsi itu
  • 00:28:55
    ee sering anti klimaks berbalik arah
  • 00:29:00
    menjadi tidak jelas mula-mula orang
  • 00:29:02
    bangga Wah hebat ini pemerintahan Pak
  • 00:29:05
    Prabowo membongkar kursi gitu Yang Dulu
  • 00:29:09
    tidak bisa disentuh sekarang dibuka
  • 00:29:12
    misalnya ya kasus zaraf I itu kan waktu
  • 00:29:18
    itu ada uang ditemukan
  • 00:29:22
    957 ya Iya miliar dan 52 kg emas di
  • 00:29:27
    rumahnya
  • 00:29:28
    itu kan waktu itu sudah jelas itu
  • 00:29:30
    kesimpulan dan logika publik pasti itu
  • 00:29:34
    uang korupsi dalam bentuk
  • 00:29:38
    penyuapan bahkan isunya pada Wak itu tuh
  • 00:29:40
    jelas itu zarov itu Markus orang ngurusi
  • 00:29:44
    perkara sehingga uang sebanyak itu
  • 00:29:46
    adalah uang selama 10 tahun dia himpun
  • 00:29:49
    di situ selama 10 tahun dia himpun di
  • 00:29:52
    situ ee mungkin mau dimasukkan ke bank
  • 00:29:55
    Ee tidak berani tetapi tapi kan itu
  • 00:29:59
    harus diusut uang itu dari siapa dan
  • 00:30:02
    sebenarnya kalau itu Markus untuk
  • 00:30:04
    perkara nomor berapa saja dan ee siapa
  • 00:30:08
    sebenarnya terdakwahnya kan begitu nah
  • 00:30:10
    ini yang agak waktu itu wah itu hebat
  • 00:30:13
    nih tapi sekarang orang gak tahu juga
  • 00:30:16
    kasus ini
  • 00:30:18
    diungkap tapi ketika diajukan ke
  • 00:30:21
    pengadilan tidak jelas uang hanya
  • 00:30:23
    dikatakan darimuap tapi kan harus ada
  • 00:30:26
    kan subjek Siapa sih yang menyuap
  • 00:30:28
    untuk pengadilan mana Tahun berapa Kan
  • 00:30:30
    itu 10 tahun menurut saya mungkin ada
  • 00:30:34
    unsur politik di sini
  • 00:30:37
    UN saling apa ketersandraan ya mungkin
  • 00:30:41
    ya antara Kejaksaan dan Mahkamah Agung
  • 00:30:44
    di mana mungkin bisa saling buka kartu
  • 00:30:47
    karena kalau Kejaksaan Agung mau buka
  • 00:30:49
    Zero freard ini menurut saya tidak sulit
  • 00:30:52
    karena bayangkan Anda lihat Kejaksaan
  • 00:30:55
    Agung Itu hebatnya membongkar kasus
  • 00:30:58
    tanur yang tadinya tersimpan rapi bagus
  • 00:31:01
    gitu karena Kejaksaan dipermalukan
  • 00:31:04
    dengan bebasnya tanur dia selidik
  • 00:31:06
    selidiki lagi ketemu kok sesuatu yang
  • 00:31:09
    lebih rumit daripada uangnya zarf Iya
  • 00:31:11
    kan Ronald tanur yang k suraaya ya Iya
  • 00:31:14
    diketemukan hakimnya tiga orang menerima
  • 00:31:17
    uang tanggal sekian tanggal sekian
  • 00:31:18
    disimpan di sini kemudian Ketuanya
  • 00:31:21
    ketuanya yang membela tu ketemu juga
  • 00:31:24
    akhirnya ini ini di dalam anu ya di
  • 00:31:26
    dalam ekspose ee pengadilan ini bukan
  • 00:31:29
    bukan fitnah ini fakta ya ini ada
  • 00:31:31
    perbedaan antara penanganan kasus Ronal
  • 00:31:32
    tanur yang bergerak begitu cepat gitu ya
  • 00:31:36
    tapi kemudian berbeda dengan kasus
  • 00:31:37
    setelahnya yang Saya ingin mengajak
  • 00:31:39
    pakfud untuk melihat Pak karena di
  • 00:31:41
    beberapa kali di forum ini juga pakfud
  • 00:31:42
    mengatakan bahwa selalu terhenti ketika
  • 00:31:45
    sudah ramai-ramai dan besar-besar
  • 00:31:47
    terutama yang jadi suatan harus berhenti
  • 00:31:48
    nah saya menunjukkan ke Pak mafud
  • 00:31:50
    satu-satu pakfud lihat ya update-nya
  • 00:31:52
    seperti apa lalu Pak mfud saya minta
  • 00:31:54
    kasih komentar oke oke nah Ini yang zarf
  • 00:31:56
    Pak yang Zar Zar ya Pak tadi sudah
  • 00:31:58
    komentarin sarof deh gitu Iya oke oke
  • 00:32:02
    kita lanjut aja pak ya tadi sarof sudah
  • 00:32:04
    yang kedua l guu kan Nah kasus Seti Pak
  • 00:32:07
    ini kerugian negara apa namanya sekitar
  • 00:32:10
    300 triliun Pak ya tersangkanya 23 orang
  • 00:32:14
    tetapi belum menunjukkan pemulihan
  • 00:32:15
    kerugian negara yang signifikan apa apa
  • 00:32:18
    komentar Pak mfud dengan kasus yang
  • 00:32:20
    sekarang ini sudah nyaris kita dengarkan
  • 00:32:22
    enggak pernah lagi terdengar kasusnya
  • 00:32:23
    Iya ketika korupsi tim itu dibongkar itu
  • 00:32:25
    kan sangat dramatis ya gendung Kejaksaan
  • 00:32:28
    Agung sampai dikepung iya beritanya kan
  • 00:32:31
    saling nguntit ya antara aparat hukuming
  • 00:32:34
    Lalu ada Drone yang berkeliling di situ
  • 00:32:36
    Itu kan seakan-akan ee diteror kan
  • 00:32:39
    Kejaksaan Agung tapi tetap berani dan
  • 00:32:43
    Kejaksaan Agung pada waktu itu berhasil
  • 00:32:46
    kan mengungkap kasus ini dan sudah
  • 00:32:48
    memutus satu kasus
  • 00:32:50
    ee yang yang ramai ke publik yang ramai
  • 00:32:53
    ke publik itu yaitu kasus harvei dengan
  • 00:32:56
    harve muiz ya harve muiz ini juga
  • 00:32:58
    menjadi dramatis karena hukumannya
  • 00:33:00
    sangat kecil
  • 00:33:01
    ee dendanya juga kecil kemudian ini yang
  • 00:33:07
    yang menurut saya perlu dilihat ketika
  • 00:33:10
    Pak Prabowo memerintahkan agar hukuman
  • 00:33:13
    dinaikkan hukuman naik dua kali lipat
  • 00:33:16
    hukumannya maksimal dendanya dua kali
  • 00:33:18
    lipat gitu
  • 00:33:20
    dan itu menurut saya menunjukkan betapa
  • 00:33:23
    hebatnya kalau presiden mau W cuma
  • 00:33:25
    Presiden itu bukti itu bukti
  • 00:33:28
    sekali langsung jalan he ya kan Pak
  • 00:33:32
    prabua bilang gitu waktu hari natal
  • 00:33:34
    kalau gak salah eh di Indonesia nih
  • 00:33:37
    kalau korupsinya triliunan hukumnya
  • 00:33:39
    Jangan ringan-ringan dong masa hanya
  • 00:33:40
    hukum 6 tahun eh Pak jaks Agung naik ya
  • 00:33:44
    naik ya kan gitu ya berani naik siap
  • 00:33:46
    kata Jaksa Agung kan hukum kalau perlu
  • 00:33:49
    50 tahun betul maksimal memang engak
  • 00:33:51
    bisa orang dihukum 50 tahun maksimal
  • 00:33:53
    kalau hukuman angka itu 20 tahun 20
  • 00:33:55
    tahun dan
  • 00:33:57
    lebih dari tiga kali lipat kan itu
  • 00:34:00
    artinya kalau presiden mau kalau
  • 00:34:02
    presiden mau bisa kok tinggal ini yang
  • 00:34:07
    macet-macet ini persoalnya orang lalu
  • 00:34:09
    bertanya loh begitu presiden bisa masa
  • 00:34:11
    yang lain kasus lain gak bisa gitu nah
  • 00:34:14
    kasus timah ini tersangkanya 23 orang
  • 00:34:17
    sehingga orang merasa sangat tidak adil
  • 00:34:20
    ya merasa tidak
  • 00:34:22
    adil karena seakan-akan yang
  • 00:34:25
    EE tersangkanya hanya satu
  • 00:34:28
    hukumannya kecil gitu kan padahal 23
  • 00:34:32
    orang sudah dinyatakan tersangat
  • 00:34:34
    sayangnya Kejaksaan Agung gak ngumumkan
  • 00:34:36
    yang 23 orang ini ada beberapa katanya
  • 00:34:38
    ada beberapa belasan gitu yang sudah
  • 00:34:40
    divonis gitu I EE karena di berbagai
  • 00:34:44
    tempat kan pengadilannya sudah inrah
  • 00:34:45
    gitu ya Iya eh harusnya dijelaskan
  • 00:34:48
    kepada publik korporasi ya lima korporas
  • 00:34:52
    korporasi ini yang harus menanggung
  • 00:34:53
    beban kerugian lingkunan sebanyak 270 1
  • 00:34:58
    triliun itu misalnya apa itu sudah
  • 00:35:00
    dibagi korporasi ini sekian triliun
  • 00:35:02
    korporasi ini seki ini kan tidak jelas
  • 00:35:04
    gitu se itunya dibuka Pak Ya mestinya
  • 00:35:06
    dong mestinya dibuka sama dengan kasus
  • 00:35:08
    sarov tadi kan mestinya uang itu dari
  • 00:35:10
    mana saja untuk Perkara apa itu namanya
  • 00:35:13
    terbuka hukum yang lebih terbuka
  • 00:35:15
    diketahui oleh masyarakat tidak
  • 00:35:17
    menimbulkan
  • 00:35:20
    kecurigaan-kecurigaan lanjut Pak H iya
  • 00:35:22
    oke kemudian apa lagi Tima ya setelah
  • 00:35:24
    Tima ini judi online Pak pingi ya lain I
  • 00:35:29
    sejak Januari 2025 telah naik tahapan
  • 00:35:31
    penyidikan setelah gelar perkara polisi
  • 00:35:33
    mendalami dugaan korupsi melibatkan
  • 00:35:35
    pegawai komdigi polisi juga menggeleda
  • 00:35:37
    lima rumah 32 orang saksi ya Kalau tadi
  • 00:35:40
    23 tersangka ya ini 32 orang saksi sudah
  • 00:35:43
    diminttain keterangan 21 orang pegawai
  • 00:35:45
    komingi ada 26 orang tersangka Pak I 4
  • 00:35:48
    orang DPO sampai di sini tapi lalu
  • 00:35:50
    enggak ada apa yanganya ya
  • 00:35:53
    itu dugaan orang dugaan ya ini kalau
  • 00:35:57
    sudah sudah menyangkut pejabat tertentu
  • 00:35:59
    lalu mundur nih berbalik lagi tadi sudah
  • 00:36:02
    Semangat kan kan dulu dipuji-puji tuh
  • 00:36:05
    dipr eh mengundang menteri komdi Bu
  • 00:36:08
    Mutiah Wah pokoknya bongkarbongkar
  • 00:36:10
    polisi juga semangat kita bongkar
  • 00:36:13
    pelakunya di sini dan seterus sudah ada
  • 00:36:15
    kok indikasinya seperti di munculah di
  • 00:36:18
    berbagai apa namanya ee televisi pada
  • 00:36:21
    waktu itu menjelaskan bagaimana kerjanya
  • 00:36:24
    Kantornya di mana Siapa muncul semuanya
  • 00:36:27
    pokoknya sikat sikat sikat saya sudah
  • 00:36:29
    mau naik ke agak lebih atas Sedikit
  • 00:36:33
    macet Orang yang bertanggung jawab
  • 00:36:36
    seharusnya ini ya gak ada kabarnya lagi
  • 00:36:39
    sampai sekarang pun apa coba kita dengar
  • 00:36:42
    maksud pfud dulu kita ramai-ramai
  • 00:36:44
    tentang kemungkinan menterinya yang akan
  • 00:36:45
    ditahan enggak ada kabar ya menteri
  • 00:36:47
    sebelumnya ya Kar Iya gak ada kabar
  • 00:36:50
    sehingga timbul spekulasi itah ini
  • 00:36:52
    karena dilindungi si a ini karena juga
  • 00:36:54
    uangnya dibagi ke si A si B si C lalu
  • 00:36:57
    melindung timbul spekulasi yang jelek
  • 00:36:59
    seperti itu dan rakyat tidak boleh
  • 00:37:01
    disalahkan begitu karena dalam banyak
  • 00:37:03
    kasusang memang sering jaringan-jaringan
  • 00:37:06
    atau gurita korupsi itu saling canantel
  • 00:37:08
    satu sama lain gitu nah sehingga kalau
  • 00:37:11
    kita mau memperbaiki Saya kira ini juga
  • 00:37:15
    kalau Pak prabua memerintahkan buka itu
  • 00:37:19
    kotaknya terbuka kepada rakyat kan gitu
  • 00:37:21
    kan Iya Ya bisa aja seperti kasus itu
  • 00:37:25
    tadi kasus E harve itu itu kan bisa
  • 00:37:28
    kalau presiden menghendaki menunggu Pak
  • 00:37:30
    Pak Prabowo pidato sekali lagi untuk
  • 00:37:32
    menyinggung soal judul-judul itu ya Iya
  • 00:37:34
    supaya orang yang pemain utamanya
  • 00:37:36
    kira-kira bisa dibawa dibawa ke
  • 00:37:38
    pengadilan tapi saya tetap berprasangka
  • 00:37:40
    pada saatnya Pak Prabowo akan melakukan
  • 00:37:42
    itu mungkin sekarang masih menciptakan
  • 00:37:45
    kondisi atau membuat prakondisi yang
  • 00:37:47
    nanti tidak akan menimbulkan kegaduhan
  • 00:37:50
    baru seketika orang ini diambil Apa
  • 00:37:53
    langkah-langkahnya itu menurut saya ya
  • 00:37:55
    Pak Pak Prabowo punya keahlian untuk
  • 00:37:57
    melakukan itu karena pengalaman dan
  • 00:37:59
    ilmunya yang luas itu saja Oke
  • 00:38:01
    harapanlah harapan harapan ya harapan
  • 00:38:04
    lanjut beg kita pak ini ada banyak kasus
  • 00:38:06
    ini Oh iya ini kasus Tipikor impor gula
  • 00:38:09
    ya dengan tersangka Tom Lembong
  • 00:38:11
    Kejaksaan juga nih pak persidangan
  • 00:38:13
    sebagai Menteri perdagangan tahun 2015
  • 00:38:15
    sampai 2016 Surat Perintah penyidikan
  • 00:38:17
    dugaan tipigor impor gula periode 2015
  • 00:38:20
    sampai 2023 ini perlu diungkap untuk
  • 00:38:22
    periode
  • 00:38:23
    2016-2023 Pak Mahfud melihat ada
  • 00:38:25
    perkembangan apa setelah Tom Lembong
  • 00:38:27
    atau hanya sekitar Tom long saja sejauh
  • 00:38:29
    ini ya tetap menimbulkan pertanyaan
  • 00:38:31
    karena Kejaksaan Agung tidak pernah
  • 00:38:33
    menyebut orang selain Tom Lembong
  • 00:38:36
    Padahal di dalam ee eksposenya itu
  • 00:38:39
    korupsi
  • 00:38:40
    itu terjadi tahun
  • 00:38:43
    2 15 sampai 2023 sedangkan Tom Lembong
  • 00:38:47
    kan hanya 2016 hanya 2015 saja 2016 ke
  • 00:38:50
    atas kan sudah menteri lain sudah
  • 00:38:52
    menteri-menteri lain kan menteri-menteri
  • 00:38:54
    lain lah kenapa mulai yang lain tidak
  • 00:38:56
    disebut karena padahal kebijakan itu
  • 00:38:58
    konon berlanjut ya yang dilakukan
  • 00:39:01
    tolembong Diteruskan oleh berikutnya
  • 00:39:02
    oleh berikutnya berikutnya Kenapa tidak
  • 00:39:05
    dimulai justru tahun 2003 kok kan
  • 00:39:07
    mestinya ditemukan itu dulu kan 2003
  • 00:39:09
    baru Mundul ke 2022 mundur ke itu baru
  • 00:39:12
    ketemu kok Tom Lembong kok malah Tom
  • 00:39:15
    Lembong yang di depan Itulah sebabnya
  • 00:39:17
    lalu saya tidak mengatakan kasus Tom
  • 00:39:20
    Lembong itu dari sudut ukuran formal
  • 00:39:22
    kepidanaan itu bukan
  • 00:39:24
    kriminalisasi tapi bahwa itu politisasi
  • 00:39:28
    itu jelas sekali politisasi Iya bagi
  • 00:39:31
    saya terasa gak gak bisa menurut saya
  • 00:39:33
    otak saya gak bisa membantah bahwa itu
  • 00:39:35
    politisasi gitu Jadi pesan Pak Mahfud
  • 00:39:38
    untuk kasus Tom Lembong ini harusnya
  • 00:39:40
    segera masuk ke menteri-menteri setelah
  • 00:39:42
    itu ya iya dong harus diperiksa semua
  • 00:39:44
    karena itu berlanjut gitu jangan
  • 00:39:46
    berhenti hanya di tomlembong jangan
  • 00:39:47
    berhenti di Tom Lembong gitu agar kesan
  • 00:39:50
    politisasi itu tidak
  • 00:39:53
    berlanjut Dan lagi-lagi iya kita
  • 00:39:57
    berharap Pak Prabowo lah yang bisa
  • 00:40:00
    ee apa namanya mengurai ini semua
  • 00:40:03
    nantinya pada saatnya
  • 00:40:05
    mudah-mudahan lanjut Pak I apalagi ada
  • 00:40:09
    nih ini banyak betul kasusnya Nah ini
  • 00:40:10
    nih yang Pak mahfus selalu teriak-teriak
  • 00:40:12
    penanganan kasus pagar laut oleh Polisi
  • 00:40:15
    hanya empat tersangka Pak sampai hari
  • 00:40:16
    ini kepala desa dan sekretaris desa
  • 00:40:18
    kohot serta dua orang penerima kuasa
  • 00:40:22
    dengan sangkaan pemalsuan 263 shgb dan
  • 00:40:25
    17 SHM ya berkas perkara hasil
  • 00:40:28
    penyelidikan diserahkan ke Polri
  • 00:40:29
    Kejaksaan untuk diteliti belum ada
  • 00:40:31
    tersangka dari ATR BPN Pak pihak pemberi
  • 00:40:34
    kuasa maupun pemodal ya aneh dong kasus
  • 00:40:38
    yang seperti itu besar menggelegar ke
  • 00:40:40
    seluruh jagat hanya menjadi kasus
  • 00:40:43
    pemalsuan oleh Seorang Kepala Desa dan
  • 00:40:48
    pengacaranya ya kuasa kuasa kuasa yang
  • 00:40:51
    ngurusi itu bekerja sama dengan kepala
  • 00:40:53
    desa jadi ada empat orang menjadi
  • 00:40:56
    tersangka pemalsuan padahal itu tidak
  • 00:40:58
    bisa dipungkiri itu adalah korupsi
  • 00:41:00
    besar-besaran korupsi besar itu pak ya
  • 00:41:03
    korupsi besar-besaran kalau dugaannya
  • 00:41:05
    kan gampang toh korupsi itu bisa
  • 00:41:07
    dilakukan sendiri dalam bentuk misalnya
  • 00:41:10
    penulisan angka apa gitu ngutip
  • 00:41:12
    sendiri-sendiri tapi ada kolusi kolusi
  • 00:41:15
    itu korupsi yang besar itu kolusi itu
  • 00:41:18
    kan kerja sama di dalam korupsi kan Iya
  • 00:41:21
    nah Tidak mungkin orang mengeluarkan
  • 00:41:23
    sertifikat sampai sebanyak
  • 00:41:25
    263 dan 17 gitu ya itu kalau tidak ada
  • 00:41:29
    kolusinya yang mengarah ke korupsi
  • 00:41:32
    minimal di situ patut diduga ada
  • 00:41:34
    biaya-biaya yang dikeluarkan untuk itu
  • 00:41:36
    kalau kalau itu Kenapa tidak dijelaskan
  • 00:41:38
    bahwa itu gak itu sah kan sudah
  • 00:41:40
    dikatakan ilegal Iya kan sudah jelas
  • 00:41:43
    dinyatakan ilegal oleh menterinya yaitu
  • 00:41:45
    menteri ATR tapi kemudian menteri
  • 00:41:49
    kkp-nya bilang ee itu hanya kesalahan
  • 00:41:53
    Siapa kohot itu asin ars PIN paksin Lur
  • 00:41:58
    kohot Iya katanya dia nanti sudah
  • 00:42:00
    menyatakan bersedia membayar 48 miliar
  • 00:42:03
    48 miliar ternyata ternyata lurahnya
  • 00:42:06
    membatah kan dari mana saya Ang 40
  • 00:42:09
    miliar dan bagi publik gak masuk akal
  • 00:42:11
    satu Kenapa kok yang menyatakan itu yang
  • 00:42:14
    menyatakan itu kok misalnya ee menteri
  • 00:42:17
    KKP Iya kan wong itu sedang e sudah
  • 00:42:21
    jelas dugaannya ke orang-orang tertentu
  • 00:42:24
    lalu Kok kenapa menyatakan dia bahwa dia
  • 00:42:26
    ee sudah e mendapat pemberitahuan dari
  • 00:42:28
    pihak Arsin bahwa mau membayar 40 ee Del
  • 00:42:33
    48 kan itu menjadi aneh kok jadi kok
  • 00:42:37
    jadi menteri yang mengatakan terus
  • 00:42:39
    ilegalnya mana yang sudah dinyatakan
  • 00:42:42
    ilegal dan sudah dicabut secara resmi
  • 00:42:44
    karena ilegal kan berarti kan harus
  • 00:42:46
    diusut orangnya Lalu kenapa kemudian
  • 00:42:50
    tidak ada pejabat ATR yang
  • 00:42:53
    dipanggil betul diperiksalah ya
  • 00:42:56
    dipanggil dipanggil sih nanti sangat
  • 00:42:58
    ringan diperiksa kan begitu Iya ini
  • 00:43:01
    kenapa kamu mengeluarkan ini malah
  • 00:43:03
    dikembalikan ke urusan kecil dan hanya
  • 00:43:06
    berputar-putar di Lurah RT itu pakp itu
  • 00:43:09
    Pak Mahfud berpikir harusnya polisi
  • 00:43:11
    segera masuk ke TP corore Pak ya iya
  • 00:43:12
    untuk ini ya untuk pagar laut ini atau
  • 00:43:14
    Kejaksaan atau KPK karena bisa karena
  • 00:43:17
    yang ditangani polisi sekarang yang
  • 00:43:19
    ditangani polisi sekarang kan pemalsuan
  • 00:43:21
    pemalsuan yang urusan CT gitu yang Bapak
  • 00:43:23
    bilang ini ramuk besar-besaran tapi
  • 00:43:25
    urusan pemalsuan aja yang di tangan
  • 00:43:27
    orang boleh saja berargumen Pak itu
  • 00:43:29
    nanti kan bisa sesudah pemalsuannya
  • 00:43:31
    diadili akan ketemu korupsinya lah
  • 00:43:33
    kenapa sekarang tidak korupsinya dulu
  • 00:43:35
    nanti pemalsuannya akan dengan
  • 00:43:37
    sendirinya masuk i bisa kan Iya dan
  • 00:43:40
    untuk urusan korupsi ini belum ada yang
  • 00:43:43
    nangani loh polisi belum Kejaksaan belum
  • 00:43:45
    KPK belum sehingga siapapun yang mau
  • 00:43:47
    masuk sekarang periksa itu pejabat
  • 00:43:49
    pejabat ATR kan itu ya kalau mau
  • 00:43:52
    berhukum dengan benar kalau coba
  • 00:43:53
    diputar-putar ke dua orang ini ee arsif
  • 00:43:57
    seorang lurah di kohot sementara desa
  • 00:44:00
    yang dilewati oleh 16 itu 16 Masa dia
  • 00:44:03
    ngurusin 16 Desa Wong dia hanya dikohot
  • 00:44:06
    gitu kena masuk akal itu menjadi menjadi
  • 00:44:08
    lelucon hukum yang yang tidak ini ya
  • 00:44:12
    tidak lucu kadang mungkin mau melucu
  • 00:44:14
    tapi malah menyebalkan kan ada toh
  • 00:44:16
    sering ada orang mau melucu gitu tapi
  • 00:44:18
    orang jadi sebel bukan Ikut ketawa
  • 00:44:21
    kebalikan respon publik malah kebalikan
  • 00:44:23
    respon publik ya Heeh Ini Pak ini
  • 00:44:25
    mungkin yang terakhir nih ini yang
  • 00:44:26
    terbaru pertama Mina Pak ditetapkan
  • 00:44:28
    sebilan tersangka Jaksa Agung
  • 00:44:30
    menyampaikan akan ada tersangka baru ni
  • 00:44:31
    ini Pak ada pernyataan tersangka baru
  • 00:44:32
    tapi kita masih nunggu masyarakat terus
  • 00:44:34
    mengikuti e mencermati perkara ini nah
  • 00:44:37
    Kejaksaan mesti mempublikasi nilai
  • 00:44:39
    kerugian dari kasus ini secara total
  • 00:44:42
    mengingat penyedikan perkan dalam waktu
  • 00:44:45
    2018-2023 Apa komentar pakfud ini Pak
  • 00:44:47
    Iya betul jadi gini itu eh
  • 00:44:53
    193,7 triliun itu kan 1 tahun sementara
  • 00:44:56
    berkali kali Jaksa Agung sudah
  • 00:44:58
    menegaskan ini 5 tahun kan bisa dihitung
  • 00:45:01
    sekarang sih bisa diumumkan sekarang
  • 00:45:04
    kerugiannya kan Jaksa Agung cuma bilang
  • 00:45:06
    begitu ya kalau 1 tahun
  • 00:45:09
    19,7 ya kalau 5 tahun ya dikalikan aja
  • 00:45:12
    sendiri gitu tapi dikalikan sendiri
  • 00:45:15
    gampang semua anak bisa tetapi
  • 00:45:17
    pernyataan angka resmi dari institusi
  • 00:45:19
    yang bernama Kejaksaan Agung tuh lebih
  • 00:45:22
    penting daripada nyuruh ngitung sendiri
  • 00:45:24
    itu kan tugas dia menghitung kalau gitu
  • 00:45:26
    nyuruh ngitung cuma gitu ambilin aja
  • 00:45:28
    kali kalikan lima kan seingga publik
  • 00:45:30
    dapat dapat mengetahui total kerugiannya
  • 00:45:32
    berapa Pak total kerugiannya yang
  • 00:45:34
    menurut versi aparat penegak
  • 00:45:36
    hukum Nah kita
  • 00:45:38
    ee berharap selain ee selain semilan
  • 00:45:43
    tersangka saya baru ini
  • 00:45:45
    ee melihat Kejaksaan Agung Jaksa Agung
  • 00:45:49
    sendiri kan tampil di beberapa televisi
  • 00:45:52
    sekarang itu menyatakan nanti akan ada
  • 00:45:55
    yang lebih tinggi dari se orang ini iya
  • 00:45:58
    i ada kan siapa itu ya segera aja dong
  • 00:46:01
    gitu Dan saya yakin Kejaksaan Agung itu
  • 00:46:04
    sangat profesional kalau mau membongkar
  • 00:46:07
    kasus ini sehingga kan Ahok kemarin kan
  • 00:46:10
    kecelek juga kan kalau saya bisa bongkar
  • 00:46:13
    saya penjarakan semua kan gitu kan tak
  • 00:46:15
    Hok sesudah dibongkar dia bilang ah data
  • 00:46:18
    saya ternyata hanya segini dibandingkan
  • 00:46:21
    dengan kejaksan Agung Karena kejaksan
  • 00:46:23
    Agung tuh membangun autonomi anatomi
  • 00:46:25
    sebuah kasus itu sudah Lih apapun kalau
  • 00:46:28
    suruh buka dibuka sama dia he Saya
  • 00:46:31
    bekerja sama dengan mereka banyak he dan
  • 00:46:34
    bagus-bagus orang-orang itu nah
  • 00:46:37
    kebetulan nih Maaf mengapresiasi
  • 00:46:38
    Kejaksaan Ini sudah nih enam kasus Pak
  • 00:46:40
    kita lihat tapi belakangan justru muncul
  • 00:46:42
    Pak di ee apa ruukub yang baru yang
  • 00:46:45
    revisi itu itu menghilangkan fungsi atau
  • 00:46:48
    hak penyadikan Kejaksaan untuk urusan
  • 00:46:51
    korupsi Pak hanya pada pelanggaran
  • 00:46:52
    hambrat Bagaimana Pak Mahmud melihat itu
  • 00:46:55
    Dan kalau dikonteksan dengan ke inan
  • 00:46:57
    presiden untuk mengejar koruptor Apa
  • 00:46:59
    yang apa yang menjadi kern Pak mahud I
  • 00:47:02
    kita lihat perkembangannya Tapi
  • 00:47:03
    sementara ini saya berpendapat
  • 00:47:05
    sebenarnya Kejaksaan Agung masih perlu
  • 00:47:07
    ya Karena untuk pendidikan itu bukan
  • 00:47:09
    soal benar atau tidak benar penyidikan
  • 00:47:13
    itu dilakukan oleh Kejaksaan Agung itu
  • 00:47:15
    benar kalau undang-undang mengatakan
  • 00:47:17
    boleh ee atau menugaskan nah yang
  • 00:47:20
    sekarang ini kan menugaskan ke Kejaksaan
  • 00:47:22
    Agung dan itu cukup efektif cukup
  • 00:47:25
    efektif dengan terbukti hasil-hasilnya I
  • 00:47:27
    Iya Malah Kalau saya kalau Kalau saya ya
  • 00:47:30
    disuruh memilih gitu sudah korupsi itu
  • 00:47:32
    serahkan aja ke Kejaksaan Agung dan KPK
  • 00:47:35
    polisi itu yang kriminal umum karena
  • 00:47:37
    sangat banyak ya pembunuhan pembantaian
  • 00:47:39
    penipuan pembobolan bank dan sebagainya
  • 00:47:42
    Itu polisi diserahkan itu Tapi kalau
  • 00:47:45
    sekarang ada pikiran semua penyidikan
  • 00:47:47
    serahkan ke polisi Jaksa tinggal
  • 00:47:50
    menuntut ya nanti kita perdebatkan aja
  • 00:47:52
    di DPR Saya tidak akan mengatakan ya
  • 00:47:54
    atau tidak dulu Kita lihat nanti naskah
  • 00:47:57
    akademiknya Seperti apa gitu Oke Baik
  • 00:47:59
    mfud saya kira cukup Pak kasus-kasusnya
  • 00:48:01
    sudah kita bahas terima kasih cukup
  • 00:48:03
    sampai di sini Pak untuk minggu ini oke
  • 00:48:05
    sekian dulu untuk minggu ini kita akan
  • 00:48:10
    jumpa lagi dalam terus terang pekan
  • 00:48:14
    depan Ramadan waktunya menjaga hati
  • 00:48:18
    pikiran dan
  • 00:48:19
    perbuatan tetap berdoa dan bertindak
  • 00:48:23
    yang terbaik untuk
  • 00:48:25
    Indonesia tetap
  • 00:48:27
    produktif Jangan Pernah Lelah Untuk
  • 00:48:31
    terus mencintai
  • 00:48:33
    Indonesia selesai
Tags
  • Politik
  • Hukum
  • Reformasi
  • Korupsi
  • TNI
  • Supremasi Sipil
  • Pemberantasan Korupsi
  • Podcasts
  • Isu Terkini