Danantara di Bawah Ancaman Politisasi dan Korupsi | Keep Talking #116

00:14:08
https://www.youtube.com/watch?v=l65kwAOMCAo

Ringkasan

TLDRPidato Presiden Prabowo Subianto di Dubai menekankan perlunya pengelolaan dana besar yang akan dikelola oleh Danantara untuk membiayai proyek pembangunan di Indonesia. Dengan jumlah dana mencapai Rp14.700 triliun, ada kekhawatiran tentang risiko korupsi dan pengawasan yang lemah. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa Danantara memiliki mekanisme yang baik dan pengelola yang kredibel untuk menghindari politisasi dan memastikan dana digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Takeaways

  • 💰 Dana besar dikelola oleh Danantara untuk pembangunan.
  • 📉 Kekhawatiran tinggi terkait praktik korupsi.
  • 🛡️ Pengawasan terhadap Danantara harus diperketat.
  • ⚖️ Perlu kesetaraan antara kepentingan politik dan profesional.
  • 🔍 Mekanisme dan prosedur yang baik sangat penting.
  • 🌍 Danantara menjadi lembaga investasi terbesar ketujuh di dunia.
  • 📊 Dividen BUMN langsung dikelola oleh Danantara.
  • 🔄 Harapannya, dana dapat menggandakan pertumbuhan ekonomi.
  • 📩 Komitmen publik untuk mengawasi dan mengingatkan.
  • ✨ Harapan untuk masa depan pembangunan yang adil.

Garis waktu

  • 00:00:00 - 00:05:00

    Dalam pidatonya di International World Government Summit, Presiden Prabowo Subianto menyoroti masalah tinggi korupsi di Indonesia dan pentingnya pengelolaan dana besar oleh Danantara, yang dikhawatirkan akan rentan terhadap praktik korupsi. Danantara didirikan untuk mengelola lebih dari Rp14.000 triliun, dan menjadi badan yang beroperasi langsung di bawah tanggung jawab presiden. Pengawasan terhadap Danantara sangat penting agar tidak terjadi penyalahgunaan dana, menuai keprihatinan tentang korupsi yang melibatkan BUMN dan pengelolaannya.

  • 00:05:00 - 00:14:08

    Presiden Prabowo menyatakan bahwa Danantara akan menggantikan peran Kementerian Keuangan dalam menerima dan menginvestasikan dividen dari BUMN. Fokus utama Danantara adalah investasi untuk memaksimalkan hasil agar tersedia lebih banyak dana untuk pembangunan. Namun, tantangan yang dihadapi termasuk perlunya pengawasan ketat terhadap Danantara agar tidak ada politisasi dan konflik kepentingan. Menghindari skandal seperti 1MDB yang terjadi di Malaysia menjadi sangat penting, sehingga Danantara bisa berfungsi efektif tanpa terjerumus dalam praktik korupsi.

Peta Pikiran

Video Tanya Jawab

  • Apa itu Danantara?

    Danantara adalah lembaga yang didirikan untuk mengelola dana pembangunan Indonesia.

  • Berapa jumlah dana yang akan dikelola oleh Danantara?

    Danantara akan mengelola lebih dari Rp14.700 triliun.

  • Mengapa pengawasan terhadap Danantara penting?

    Pengawasan penting untuk mencegah praktik korupsi dan memastikan dana dikelola dengan baik.

  • Apa risiko yang dihadapi Danantara?

    Risiko korupsi dan politisasi dalam pengelolaan dana.

  • Apa yang harus dilakukan untuk memastikan Danantara berjalan dengan baik?

    Perlu ada mekanisme dan prosedur yang baik serta pengelola yang kredibel.

Lihat lebih banyak ringkasan video

Dapatkan akses instan ke ringkasan video YouTube gratis yang didukung oleh AI!
Teks
id
Gulir Otomatis:
  • 00:00:00
    apa yang harus menjadi pusat perhatian
  • 00:00:02
    kita berkaitan dengan berjalannya
  • 00:00:04
    danantara kita cukup mengutip pernyataan
  • 00:00:06
    sendiri presiden Prabowo Subianto dalam
  • 00:00:09
    satu pidatonya ketika ia berbicara di
  • 00:00:12
    satu Summit yaitu International World
  • 00:00:14
    government Summit di Dubai pada 14
  • 00:00:18
    Februari tahun 2025 yang lalu presiden
  • 00:00:21
    Prabowo dengan amat sangat gamblang
  • 00:00:23
    menegaskan bahwa tingkat korupsi di
  • 00:00:26
    Indonesia memang parah dan itu Salah
  • 00:00:28
    satu agenda yang harus ia kelola harus
  • 00:00:31
    dia hadapi artinya pengelolaan dana
  • 00:00:34
    lebih dari Rp14.000 triliun oleh
  • 00:00:37
    danaantara tentu saja menimbulkan satu
  • 00:00:40
    kecemasan bahwa skala dana sebesar itu
  • 00:00:43
    dikelola oleh satu badan yang langsung
  • 00:00:45
    bertanggung jawab di bawah presiden
  • 00:00:48
    Tentu saja tidak lepas dari ancaman
  • 00:00:50
    terjadinya praktik korupsi Seberapa jauh
  • 00:00:53
    pengawasan akan dilakukan dan bisa
  • 00:00:55
    efektif terhadap danantara
  • 00:00:58
    [Musik]
  • 00:01:22
    asalamualaikum warahmatullahi
  • 00:01:24
    wabarakatuh jumpa lagi dalam keep
  • 00:01:26
    talking Kang bicara saat saya bicara
  • 00:01:28
    sekarang saja presiden Prabowo Subianto
  • 00:01:31
    meluncurkan danantara daya anagata
  • 00:01:35
    Nusantara energi masa depan Indonesia
  • 00:01:39
    Kurang lebih begitu Indonesia di masa
  • 00:01:41
    depan perlu tambahan energi dan dalam
  • 00:01:44
    batas tertentu maknanya adalah Indonesia
  • 00:01:46
    perlu menggalang pendanaan yang berskala
  • 00:01:49
    besar untuk membiayai banyak sekali
  • 00:01:52
    proyek-proyek pembangunan yang
  • 00:01:54
    dicanangkan oleh presiden Prabowo dan
  • 00:01:56
    Untuk itulah danantara didirikan
  • 00:01:58
    danantara bukanlah badan pengelola
  • 00:02:01
    investasi yang main-main menurut catatan
  • 00:02:03
    dari berbagai data disebutkan bahwa dana
  • 00:02:06
    yang akan dikelolanya mencapai lebih
  • 00:02:09
    dari 14.000 triliun dalam pidatonya
  • 00:02:13
    ketika meluncurkan danantara presiden
  • 00:02:15
    Prabowo sendiri mengatakan bahwa
  • 00:02:17
    danantara akan mengelola dana sebesar
  • 00:02:20
    lebih dari 900 miliar dolar yang kalau
  • 00:02:24
    kita konversi dengan kurs pada saat ini
  • 00:02:27
    maka besarnya memang sekitar
  • 00:02:30
    rp14.700
  • 00:02:32
    triliun dengan demikian ketika danantara
  • 00:02:34
    beroperasi Maka danantara menurut satu
  • 00:02:38
    sumber yaitu dari majalah pors pada
  • 00:02:41
    Oktober 2024 dan antara akan menjadikan
  • 00:02:44
    Jakarta sebagai pusat pengelolaan dana
  • 00:02:48
    pengembangan investasi sejenis Nomor 8
  • 00:02:52
    terbesar di dunia di atasnya ada Abu
  • 00:02:54
    Dhabi dengan besaran lebih dari 1,
  • 00:02:58
    triliun us us dolar ada Oslo dengan
  • 00:03:02
    besaran kurang lebih sama ada Beijing
  • 00:03:04
    Singapura Riad dan Hongkong yang
  • 00:03:08
    masing-masing besaran dananya adalah
  • 00:03:10
    lebih dari R triliunup dan kemudian di
  • 00:03:14
    atas Indonesia ada Kuwait di bawah
  • 00:03:16
    Indonesia ada Doha Dubai dan Melbourne
  • 00:03:19
    kalau saya gunakan data yang lain yang
  • 00:03:21
    merujuk bukan pada kota tempat dana
  • 00:03:25
    Abadi itu dikelola tetapi dari lembaga
  • 00:03:28
    pengelola dananya danantara adalah
  • 00:03:31
    lembaga dana Abadi terbesar ketujuh di
  • 00:03:34
    dunia di atasnya ada lembaga sejenis di
  • 00:03:37
    Norway lalu dua lembaga di Cina lembaga
  • 00:03:40
    di Abu Dhabi di Kuwait dan Arab Saudi
  • 00:03:43
    dilihat dari sisi ini di bawah kita ada
  • 00:03:47
    Singapura ada Qatar dan Hongkong inilah
  • 00:03:50
    yang menegaskan bahwa
  • 00:03:53
    danantara mengelola dana raksasa yang
  • 00:03:56
    luar biasa dan itu dengan amat sangat
  • 00:03:58
    tegas digaris bawahi oleh presiden
  • 00:04:00
    Prabowo dalam pidatonya dana apakah yang
  • 00:04:03
    dikelola oleh danantara ini adalah
  • 00:04:05
    dividen yang dikumpulkan dari BUMN BUMN
  • 00:04:09
    di Indonesia dividen itu menurut
  • 00:04:11
    dahahlan Iskan Dalam tulisannya yang
  • 00:04:13
    seperti biasa renyah dan mudah dipahami
  • 00:04:16
    13 Februari 2025 yang lalu Biasanya
  • 00:04:20
    selama ini dalam gaya yang lama dalam
  • 00:04:22
    pengelolaan yang lama bekerja dengan
  • 00:04:24
    rumus bahwa menteri BUMN adalah
  • 00:04:27
    pengelola dari buumn antara Menteri
  • 00:04:30
    Keuangan adalah pemilik dananya sehingga
  • 00:04:33
    seluruh dividen dari BUMN itu diserahkan
  • 00:04:35
    kepada Menteri Keuangan kementerian
  • 00:04:37
    keuangan tetapi dengan adanya danantara
  • 00:04:40
    maka danantara akan menjadi satu badan
  • 00:04:43
    yang langsung di bawah presiden dan
  • 00:04:45
    dengan demikian dividen-dividen yang
  • 00:04:47
    diserahkan kepada danantara dari BUMN
  • 00:04:50
    itu tidak melewati dulu Menteri Keuangan
  • 00:04:52
    atau kementerian keuangan tetapi
  • 00:04:54
    diinvestasikan diolah diputar lalu
  • 00:04:57
    kemudian dana itulah yang nanti setelah
  • 00:05:00
    dividen itu diputar atau diinvestasikan
  • 00:05:03
    akan dijadikan dana pembangunan ke
  • 00:05:06
    kementerian keuangan Kurang lebih begitu
  • 00:05:08
    dengan demikian maka di sini danantara
  • 00:05:12
    akan mengambil alih fungsi strategis
  • 00:05:14
    dari BUMN eh selama ini sekaligus juga
  • 00:05:19
    menggantikan fungsi Menteri Keuangan
  • 00:05:21
    atau kementerian keuangan sebagai
  • 00:05:23
    penerima langsung dari dana dividen BUMN
  • 00:05:27
    Jika benar tafsirnya demikian dan
  • 00:05:28
    tampaknya memang Demikian maka yang
  • 00:05:31
    menjadi fokus dari kegiatan danantara
  • 00:05:33
    adalah investasi danantara akan mengolah
  • 00:05:36
    dana itu diinvestasikan dalam berbagai
  • 00:05:38
    bentuk investasi tentu saja harapannya
  • 00:05:41
    adalah investasi itu bisa menghasilkan
  • 00:05:43
    pelipat gandaan dana sehingga dana
  • 00:05:46
    pembangunan yang tersedia lebih besar
  • 00:05:48
    dari dividen yang dihasilkan oleh BUMN
  • 00:05:51
    BUMN kita inilah yang kemudian
  • 00:05:53
    diharapkan akan bisa membiayai
  • 00:05:55
    proyek-proyek pembangunan besar
  • 00:05:57
    Indonesia hari ini dan dan ke depan
  • 00:06:00
    saudara tentu kita tidak bicara untuk
  • 00:06:03
    membahas soal teknis tentang danantara
  • 00:06:06
    kita akan membahas danantara dalam
  • 00:06:08
    konteks Apa yang harus kita perhatikan
  • 00:06:11
    apa yang harus menjadi pusat perhatian
  • 00:06:13
    kita berkaitan dengan berjalannya
  • 00:06:15
    danantara terutama berkaitan dengan
  • 00:06:18
    bahwa kita punya kepentingan bagi sukses
  • 00:06:21
    pembangunan bagi terselamatkannya
  • 00:06:23
    dana-dana yang ada itu lalu kemudian
  • 00:06:26
    memang dimanfaatkan sepenuhnya bagi
  • 00:06:28
    penyejahteraan rak
  • 00:06:30
    bagi perbaikan hidup kita dalam konteks
  • 00:06:33
    itu maka yang harus dicatat dan harus
  • 00:06:36
    diperhatikan ada beberapa hal yang
  • 00:06:39
    pertama adalah sangat penting untuk
  • 00:06:42
    menimbang bahwa ketika dan antara
  • 00:06:44
    berdiri dan beroperasi ada satu konteks
  • 00:06:46
    sosial politik ekonomi yang kita miliki
  • 00:06:49
    Indonesia menghadapi satu persoalan yang
  • 00:06:51
    sangat besar yang berkaitan dengan
  • 00:06:53
    soal-soal semacam ini soal itu kita
  • 00:06:56
    namai sehari-hari sebagai praktik
  • 00:06:58
    korupsi yang meraja Lela tidak usah
  • 00:07:01
    mencari kutipan dari pengamat yang
  • 00:07:04
    kritis terhadap keadaan Indonesia kita
  • 00:07:07
    cukup mengutip pernyataan sendiri
  • 00:07:09
    presiden Prabowo Subianto dalam satu
  • 00:07:11
    pidatonya ketika ia berbicara di satu
  • 00:07:14
    Summit yaitu International World
  • 00:07:16
    government Summit di Dubai pada 14
  • 00:07:18
    Februari tahun 2025 yang lalu presiden
  • 00:07:21
    Prabowo dengan amat sangat gamblang
  • 00:07:23
    menegaskan bahwa tingkat korupsi di
  • 00:07:26
    Indonesia memang parah dan itu salah
  • 00:07:28
    satu benda yang harus ia kelola harus
  • 00:07:31
    dia hadapi artinya pengelolaan dana
  • 00:07:33
    lebih dari Rp1.000 triliun oleh
  • 00:07:36
    danantara tentu saja menimbulkan satu
  • 00:07:39
    kecemasan bahwa skala dana sebesar itu
  • 00:07:42
    dikelola oleh satu badan yang langsung
  • 00:07:44
    bertanggungjawab di bawah presiden Tentu
  • 00:07:47
    saja tidak lepas dari ancaman terjadinya
  • 00:07:50
    praktik korupsi kita sudah tahu saudara
  • 00:07:53
    sudah tahu bahwa dalam praktik-praktik
  • 00:07:56
    pengelolaan BUMN selama ini kasus-kasus
  • 00:07:59
    korupsi kan sudah bermunculan artinya
  • 00:08:01
    BUMN selama ini tidak terlepas dari
  • 00:08:04
    ancaman terjadinya korupsi sehingga
  • 00:08:06
    dengan demikian mengawasi danantara agar
  • 00:08:10
    tidak menjadi tempat di mana korupsi
  • 00:08:12
    merebak dan merajalela adalah satu
  • 00:08:14
    agenda yang amat sangat penting maka
  • 00:08:17
    faktor yang penting berikutnya adalah
  • 00:08:19
    pengawasan Seberapa jauh pengawasan akan
  • 00:08:22
    dilakukan dan bisa efektif terhadap
  • 00:08:24
    danantara di sini kita punya persoalan
  • 00:08:27
    karena sejauh ini yang saya ketahui yang
  • 00:08:30
    saya juga baca dari banyak sumber KPK
  • 00:08:32
    dan BPK komisi pemberantasan korupsi dan
  • 00:08:36
    Badan Pemeriksa Keuangan itu punya
  • 00:08:39
    keterbatasan dalam melakukan audit
  • 00:08:41
    terhadap
  • 00:08:42
    danantara hanya jika DPR membuat
  • 00:08:46
    permintaan kepada KPK dan BPK maka kedua
  • 00:08:49
    lembaga ini bisa memeriksa atau
  • 00:08:52
    mengaudit danantara artinya dibandingkan
  • 00:08:55
    dengan banyak lembaga yang lain maka
  • 00:08:57
    danantara
  • 00:08:59
    lebih leluasa dan terbebas dari
  • 00:09:02
    pengawasan ketat KPK dan BPK yang
  • 00:09:05
    biasanya berlaku serta-merta tanpa
  • 00:09:07
    melibatkan institusi DPR nah ini tentu
  • 00:09:10
    saja menimbulkan satu persoalan Serius
  • 00:09:13
    kalau kemudian tidak diantisipasi secara
  • 00:09:16
    seksama secara layak dalam pengelolaan
  • 00:09:18
    danantara memang kemudian salah satu
  • 00:09:21
    rumusnya adalah kita harus punya
  • 00:09:23
    pengelola yang kredibel bertanggung
  • 00:09:27
    jawab bersih dan seterusnya tetapi di
  • 00:09:31
    manaun di dunia ini menurut hemat saya
  • 00:09:34
    faktor pengelola yang bersih Kredibel
  • 00:09:37
    berwibawa tentu saja melekat pada semua
  • 00:09:40
    lembaga yang justru tidak tersedia
  • 00:09:42
    seringki adalah sistem mekanisme
  • 00:09:45
    prosedur yang membuat siapun dipaksa
  • 00:09:48
    untuk menjadi Kredibel bertanggung jawab
  • 00:09:50
    dan bersih itulah yang lebih penting
  • 00:09:53
    kita bisa membandingkan pengalaman
  • 00:09:55
    antara dua badan atau pengelola yang
  • 00:09:58
    memang tidak persis sejenis yaitu temek
  • 00:10:01
    di Singapura dan 1mdb di Malaysia 1mdb
  • 00:10:06
    itu adalah One One Malaysia development
  • 00:10:09
    berhad yang sempat terkenal sampai ke
  • 00:10:13
    negeri kita karena kasus korupsi yang
  • 00:10:16
    berskala besar yang kemudian melibatkan
  • 00:10:19
    bahkan Perdana Menteri jadi dalam dua
  • 00:10:23
    kasus itu kita harus ambil pelajaran
  • 00:10:25
    dalam kasus di Singapura badan pengelola
  • 00:10:28
    investasi
  • 00:10:29
    dijadikan badan yang bekerja dengan
  • 00:10:32
    mekanisme dan cara kerja swasta lalu
  • 00:10:35
    kemudian politisasi dihindarkan sebisa
  • 00:10:38
    mungkin politisasi atau kaitan antara
  • 00:10:41
    politik dan pengurusan investasi itu
  • 00:10:43
    dibuat batasnya yang sangat tegas
  • 00:10:45
    akhirnya secara profesional di Singapura
  • 00:10:48
    temasek bisa mengembangkan investasinya
  • 00:10:51
    dan kemudian menghasilkan sumber-sumber
  • 00:10:54
    dana pembangunan bagi Singapura yang
  • 00:10:57
    luar biasa besar sampai dengan saat ini
  • 00:10:59
    sejauh yang kita ketahui tema seks
  • 00:11:01
    terjaga tapi 1mdb di Malaysia adalah
  • 00:11:05
    cerita yang berbeda ini semacam BUMN
  • 00:11:07
    besar yang mengelola
  • 00:11:09
    pembangunan-pembangunan strategis di
  • 00:11:10
    Malaysia dan ketika kemudian politisasi
  • 00:11:13
    tidak terhindarkan penggabungan antara
  • 00:11:16
    kepentingan politik dengan pengelolaan
  • 00:11:19
    badan ini tidak bisa dibatasi tidak bisa
  • 00:11:22
    di kelola dengan baik maka kemudian yang
  • 00:11:25
    terjadi adalah dia menjadi sarang tempat
  • 00:11:28
    korupsi bercokol
  • 00:11:29
    tentu saja menjadi wajar ketika banyak
  • 00:11:31
    orang yang berpikir dan cemas bahwa
  • 00:11:35
    danantara bisa menjadi lembaga semacam
  • 00:11:39
    1mdb itu yang harus kita persoalkan di
  • 00:11:42
    sini adalah Adanya kemungkinan
  • 00:11:45
    politisasi yaitu menggabungkan
  • 00:11:47
    kepentingan politik dengan pengelolaan
  • 00:11:51
    dana besar ini ini menjadi penting
  • 00:11:54
    terutama berkaitan dengan dua isu di
  • 00:11:56
    Indonesia isu pertama adalah isu
  • 00:11:59
    sehari-hari isu yang kedua adalah isu
  • 00:12:01
    khusus isu sehari-hari adalah ketika
  • 00:12:04
    kemudian aktor-aktor dan faktor-faktor
  • 00:12:06
    politik banyak terlibat secara
  • 00:12:08
    berlebihan di dalam pengelolaan badan
  • 00:12:11
    pengelola investasi dan antara maka
  • 00:12:14
    boleh jadi kepentingan-kepentingan
  • 00:12:15
    politik akan memainkan peranan penting
  • 00:12:18
    yang menenggelamkan
  • 00:12:19
    kepentingan-kepentingan profesional dan
  • 00:12:21
    etis ketika pengelolaan sehari-hari
  • 00:12:23
    lembaga itu dilakukan yang kedua dalam
  • 00:12:26
    situasi khusus Terutama ketika pemilu
  • 00:12:29
    mendekat bagaimanapun dalam sistem
  • 00:12:31
    demokrasi yang kita jalankan presiden
  • 00:12:34
    bisa tergelincir untuk menggunakan dana
  • 00:12:38
    secara tidak bertanggung jawab seperti
  • 00:12:40
    yang dipersoalkan dalam pemilu kemarin
  • 00:12:42
    dengan berbagai cara dan antara bisa
  • 00:12:45
    menjadi salah satu sumber dari kekacauan
  • 00:12:48
    baru atau penyelewangan baru di
  • 00:12:51
    Indonesia
  • 00:12:52
    saudara saya tentu saja tidak ingin
  • 00:12:56
    genit atau nyinyir berkaitan dengan dan
  • 00:12:59
    Saya hanya ingin menunaikan kewajiban
  • 00:13:01
    sebagai warga negara untuk waspada untuk
  • 00:13:04
    terjaga untuk mengantisipasi berbagai
  • 00:13:06
    kemungkinan karena bagaimanapun
  • 00:13:08
    danantara mengelola dana kita bersama
  • 00:13:11
    yang amat sangat besar dan dengan
  • 00:13:14
    demikian kita berkepentingan untuk
  • 00:13:16
    membuat dana itu terjaga lalu kemudian
  • 00:13:19
    benar-benar bisa dimanfaatkan bagi
  • 00:13:21
    pembangunan yang
  • 00:13:22
    menyejahterakan semua orang di Indonesia
  • 00:13:25
    berbasis prinsip keadilan itulah Harapan
  • 00:13:28
    Kita tidak bisa kita memvonis bahwa
  • 00:13:31
    danantara serta-merta akan menjadi
  • 00:13:33
    lembaga yang buruk lalu kemudian
  • 00:13:35
    hasilnya busuk tidak Mari kita jaga
  • 00:13:38
    sama-sama proses ini dan kemudian dengan
  • 00:13:41
    keterlibatan semua orang dengan antara
  • 00:13:43
    lain selalu mengritik dan mengingatkan
  • 00:13:45
    maka Semoga danantara bisa berkembang
  • 00:13:48
    dan berjalan dengan baik tentu saja
  • 00:13:51
    itulah Harapan Kita bukan hanya sekedar
  • 00:13:53
    harapan pemerintah Prabowo Subianto saja
  • 00:13:57
    sayaahallah mu ik asalamualaikum
  • 00:14:00
    warahmatullahi wabarakatuh
  • 00:14:05
    [Musik]
Tags
  • Danantara
  • Prabowo Subianto
  • korupsi
  • pengawasan
  • investasi
  • pembangunan
  • BUMN
  • politik
  • 1MDB
  • DPR