00:00:00
Cara komunikasi yang efektif dengan
mendengarkan empatik
00:00:13
Kita membutuhkan dukungan dan bantuan orang lain untuk mencapai target atau tujuan yang ingin kita capai
00:00:22
Makin besar target atau tujuan yang ingin dicapai, makin besar juga dukungan dan bantuan yang kita butuhkan
00:00:30
Untuk itulah kita membutuhkan keterampilan berkomunikasi yang efektif
00:00:36
Seseorang boleh saja pintar, memiliki pengetahuan dan kemampuan yang tinggi, atau memiliki ide bisnis yang menarik
00:00:44
Tetapi, bila dia tidak terampil dalam berkomunikasi
00:00:48
Maka dia akan sulit untuk mendapatkan dukungan dari orang lain
00:00:52
Sulit mendapatkan kepercayaan dari
pelanggan ataupun pengguna jasanya
00:00:57
Sulit mendapatkan kepercayaan dari atasan.
00:01:00
atau bila dia seorang pengusaha, dia akan sulit untuk mendapatkan mitra serta dukungan permodalan
00:01:07
dalam menjalankan usahanya
00:01:09
Steve Jobs, Jack Ma, atau Elon Musk,
00:01:13
adalah contoh orang-orang yang berhasil karena kemampuan berkomunikasi yang efektif
00:01:19
Komunikasi adalah media untuk kita memahami kebutuhan dan aspirasi orang lain,
00:01:25
sekaligus untuk membuat orang bisa memahami kebutuhan dan aspirasi kita
00:01:30
Komunikasi juga adalah perangkat untuk mengajak, menggugah, dan menggerakkan orang lain
00:01:36
Sehingga kita mendapatkan penerimaan, kepercayaan, dukungan, atau bahkan bantuan
00:01:42
dalam mencapai target serta tujuan yang kita inginkan
00:01:46
Untuk bisa berkomunikasi dengan efektif seseorang perlu menguasai beberapa keterampilan.
00:01:52
Keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan
00:01:58
Ini adalah empat keterampilan dasar dalam berkomunikasi
00:02:02
Kita menghabiskan waktu kita bertahun-tahun di sekolah untuk belajar keterampilan membaca dan menulis
00:02:07
Kita mempelajari keterampilan berbicara atau bahkan ikut kursus menjadi pembicara yang baik.
00:02:14
Tetapi bagaimana dengan keterampilan kita dalam mendengarkan?
00:02:18
Seberapa banyak waktu yang sudah kita pakai untuk belajar mendengarkan dengan baik
00:02:23
dibandingkan dengan waktu yang kita pakai untuk mempelajari keterampilan berkomunikasi lainnya
00:02:29
Dalam video ini kita akan membahas prinsip penting saat berkomunikasi
00:02:34
Pahamilah dulu Mitra bicara kita, barulah kita bisa mengajak mereka untuk memahami kita
00:02:41
Dalam bukunya, Seven Habits of highly effective people,
00:02:45
Stephen R. Covey menyebutkan hal ini sebagai kebiasaan efektif yang kelima
00:02:50
Berusaha mengerti orang lain terlebih dahulu barulah berusaha mengajak orang lain untuk mengerti kita
00:02:57
Untuk bisa berkomunikasi dengan efektif,
00:03:00
seseorang perlu menguasai keterampilan mendengarkan dengan efektif terlebih dahulu
00:03:05
barulah keterampilan berbicaranya akan bisa memberikan dampak.
00:03:10
Perhatikan dengan seksama prinsip tadi!
00:03:14
Pahamilah dulu Mitra bicara kita!
00:03:16
Karena orang tidak akan mau mendengar atau bahkan,
00:03:19
menerima ide, pendapat, usulan, dari orang lain yang tidak mereka terima atau percayai
00:03:27
Dan orang tidak akan mau menerima atau mempercayai kita,
00:03:31
kalau mereka menilai kita, tidak bisa mengerti dan memahami pikiran serta perasaan
00:03:39
Untuk mengajak orang lain mau mengerti dan memahami kita, dibutuhkan keterampilan berbicara
00:03:45
Tetapi untuk membuat orang lain merasa dimengerti dan dipahami,
00:03:51
dibutuhkan kemampuan mendengarkan empatik.
00:03:54
Kita tidak akan bisa berkomunikasi dengan efektif,
00:03:58
jika kita belum bisa menjadi pendengar yang efektif terlebih dahulu
00:04:03
Ada lima tingkatan dalam mendengar, yang pertama adalah ignoring atau mengabaikan orang lain
00:04:09
Biasanya karena kita masih punya kesibukan atau fokus lain
00:04:15
misalnya: sedang fokus pada pekerjaan yang sedang kita kerjakan,
00:04:19
sedang fokus pada gadget atau game online yang sedang kita mainkan
00:04:23
atau sedang fokus pada jalan raya saat kita masih mengendarai kendaraan
00:04:29
Tingkatan yang kedua adalah pretending, yaitu ini berarti berpura-pura mendengarkan
00:04:34
mungkin seseorang berhadap-hadapan dengan Mitra bicara mereka
00:04:39
Tetapi energi, pikiran, dan perasaan mereka, tidak terfokuskan pada Mitra bicara mereka
00:04:46
Biasanya ini dilakukan agar terlihat
sopan di mata Mitra bicara mereka
00:04:53
Tingkatan yang ketiga adalah selektif
listening
00:04:55
Dalam tahap ini seseorang mendengar dengan memberikan perhatian dan energi mereka
00:05:02
Tetapi mereka hanya memilih kata-kata yang mereka anggap relevan dengan sudut pandang dan kepentingan mereka
00:05:09
Dalam tahap ini, agenda yang dipakai masih agenda diri mereka sendiri
00:05:16
dan belum terpusat untuk benar-benar mengerti sudut pandang ataupun perasaan Mitra bicara mereka
00:05:24
Di tahap ini orang mendengarkan orang lain dengan maksud untuk membalas atau memberikan tanggapan
00:05:30
terhadap pernyataan Mitra bicara mereka
00:05:33
Tingkatan selanjutnya adalah Attentive Listening
00:05:36
Dalam tahapan ini, kita tidak hanya mendengar
tetapi benar-benar mendengarkan
00:05:43
Ini berarti kita sudah mendengarkan dengan memberikan perhatian
00:05:47
dan fokus pada apa yang dikatakan Mitra bicara kita
00:05:52
Kita mencoba mengerti sudut pandang dan pemikiran Mitra bicara kita
00:05:58
Di tahap ini kita tidak lagi mendengar dengan maksud membalas atau memberikan tanggapan
00:06:04
kita benar-benar mendengarkan untuk mengerti
pemikiran dan pendapat mereka
00:06:09
Sayangnya, pada tahap ini kita belum
sampai pada upaya untuk memahami
00:06:16
perasaan dan emosi yang dirasakan dari Mitra bicara kita
00:06:21
Tahapan yang paling tinggi adalah Empathic Listening atau mendengarkan empatik
00:06:27
Ini adalah tingkatan mendengarkan yang paling melibatkan energi, pikiran, dan perasaan kita
00:06:36
Di sini kita benar-benar mengerti dan memahami perasaan Mitra bicara kita
00:06:42
Di tahap ini kita tidak hanya mencoba untuk mengerti apa yang telah mereka katakan
00:06:48
Tapi juga kita mendalami,
Apa yang dirasakan oleh Mitra bicara kita
00:06:54
Dengan mendengarkan empatik, kita mencoba
00:06:57
benar-benar mengerti pemikiran dan memahami perasaan Mitra bicara kita
00:07:03
Inilah kunci untuk mendapatkan
penerimaan dan kepercayaan Mitra bicara kita
00:07:10
Inilah kunci untuk menciptakan
komunikasi yang efektif
00:07:15
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan kita dalam mendengarkan empatik
00:07:21
Tips yang pertama: Alokasikan lah Waktu kita
00:07:25
Mendengarkan empatik berarti kita berusaha memberikan ruang pada Mitra bicara kita
00:07:31
untuk menyampaikan pemikiran ataupun perasaannya
00:07:35
Proses ini bisa berlangsung cepat atau bahkan lebih lama dari yang kita duga
00:07:40
Pastikan kita punya waktu untuk
memberikan kesempatan pada mereka
00:07:45
menyampaikan pemikiran dan perasaannya
00:07:49
Jika tidak, kita akan terpancing untuk terburu-buru dan memaksakan ide, pendapat, serta pemikiran kita
00:07:56
sebelum mereka siap untuk mempercayai, dan menerima pendapat, atau saran dari kita
00:08:04
Tips yang kedua adalah mengecek niat
00:08:07
Mendengarkan empatik adalah tentang kepedulian, ketulusan, dan perhatian kita kepada orang lain
00:08:15
Kita akan sulit untuk bisa mendengarkan empatik,
00:08:18
jika kita hanya memikirkan agenda dan kepentingan diri kita sendiri.
00:08:22
Misalnya: jika kita hanya terfokus untuk memastikan ide dan usulan kita diterima.
00:08:28
Terfokus menjual produk atau layanan kita
00:08:31
atau terfokus untuk berusaha agar proposal dan penawaran kerjasama kita diterima oleh mereka
00:08:38
Ingat prinsip sebelumhya, Pahamilah orang lain terlebih dahulu
00:08:42
sebelum kita berharap orang lain mau memahami kita
00:08:47
Tips yang ketiga adalah menghindari empat respon (Autobiografis),
00:08:51
yaitu: menafsirkan, menggali, menilai, atau menasehati orang lain
00:08:56
saat kita sedang mendengarkan empatik
00:09:00
Ketika Mitra bicara kita menyampaikan pendapatnya
00:09:03
Kebanyakan orang cenderung
melakukan perilaku-perilaku ini
00:09:07
Mereka cenderung menafsirkan atau melihat sesuatu dari kacamata mereka
00:09:12
Menggali dengan pertanyaan yang membuat Mitra bicara terpaksa harus berpikir keras
00:09:18
Memberikan penilaian sehingga Mitra
bicara merasa di 'judge' atau diadili
00:09:23
Bahkan diberikan nasehat, sehingga Mitra bicara merasa direndahkan kemampuannya
00:09:29
serta tidak dianggap kompeten
00:09:32
Komunikasi bukan hanya soal logika saja, melainkan juga soal perasaan dan emosi
00:09:38
Jika perasaan dan emosi seseorang sedang tidak stabil sulit untuk diajak berpikir dengan jernih
00:09:45
Inilah mengapa kita perlu menghindari respon-respon yang tidak efektif tadi
00:09:50
ketika kita sedang mendengarkan empatik
00:09:53
Sebaiknya tahan diri kita, sampai nanti ketika Mitra kita sudah lebih siap dan terbuka
00:10:00
untuk menerima serta mempercayai kita
00:10:03
Mendengarkan empatik melibatkan pengertian dan pemahaman
00:10:07
Pengertian berarti kita mengerti apa yang menjadi 'concern' ataupun kepedulian mereka
00:10:14
Pemahaman berarti kita memahami apa yang dirasakan oleh mereka
00:10:19
Untuk itulah kita perlu menjalankan tips yang terakhir ini,
00:10:23
yaitu: mengkonfirmasikan pengertian dan pemahaman kita
00:10:28
Seorang waiter yang profesional, dilatih untuk mengulang kembali pesanan dari pelanggan mereka
00:10:34
Ini membuat pelanggan merasakan bahwa waiter benar-benar mendengarkan pesanan mereka.
00:10:41
Waiter yang tidak profesional mungkin akan mengatakan "Siap Pak." atau "Siap Boss."
00:10:46
Disinilah kita bisa membedakan antara
00:10:49
perilaku orang-orang yang merasa paham dengan orang yang benar-benar memahami
00:10:56
Dengan mengkonfirmasi perasaan dan 'concern' dari Mitra bicara
00:11:00
Kita menunjukkan kepada mereka, bahwa kita benar-benar memahami apa yang mereka sampaikan
00:11:07
bukan hanya merasa sudah memahami
00:11:10
Jadi konfirmasikanlah pengertian dan pemahaman kita dengan memberikan respon kalimat yang empatik
00:11:18
Untuk bisa memberikan respon kalimat empatik ada tiga langkah yang perlu kita perhatikan
00:11:23
Pertama-tama kita perlu terlebih dahulu mengidentifikasi Apa yang dirasakan oleh mitra bicara kita,
00:11:30
misalnya: rasa bingung, sedih, kecewa, bahagia, yakin, gembira, ataupun lainnya.
00:11:37
Yang kedua, kita perlu mengidentifikasi topik atau fokus yang sedang mereka bicarakan.
00:11:43
misalnya: perlakuan atasan yang tidak menyenangkan,
00:11:46
Sikap pasangan yang menyebalkan,
ketidakjelasan sistem kerja,
00:11:50
Kondisi kesehatan di sekitar lingkungan kerja, atau apapun
00:11:53
Dan yang ketiga, buatlah respon kalimat empatik berdasarkan hasil identifikasi kita tadi.
00:12:00
misalnya: Ooh... jadi Kamu merasa tidak nyaman ya dengan perlakuan dia terhadap kamu
00:12:06
Sepertinya kamu merasa resah dengan rencana karir kamu di perusahaan ini
00:12:11
Kamu kayaknya kecewa, pasangan kamu tidak memahami apa yang kamu rasakan saat ini
00:12:16
Itulah contoh dari respon kalimat empatik
00:12:20
Itulah empat tips dalam mendengarkan empatik dan tiga langkah dalam memberikan respon kalimat empatik
00:12:27
Untuk meningkatkan keterampilan ini saya akan mengajak teman-teman untuk berlatih bersama
00:12:33
dalam latihan ini teman-teman akan diajak berlatih mendengarkan empatik
00:12:38
terhadap Mitra bicara yang seolah-olah adalah rekan kerja Anda.
00:12:42
Tugas teman-teman adalah melakukan repot empatik terhadap
pernyataan mereka
00:12:47
Jadi ketika mereka selesai berbicara,
00:12:50
teman-teman mempunyai waktu 20 detik untuk memikirkan respon terhadap pernyataan mereka
00:12:56
Simpan respon teman-teman dan
silahkan cek di akhir segmen.
00:13:00
Apakah respon pernyataan yang Anda berikan sudah memenuhi kriteria respon kalimat yang empatik?
00:13:07
Mari kita mulai latihan kita
dengan melihat demonstrasi ini
00:13:15
"Aduh, kerja di perusahaan ini enggak jelas banget."
00:13:21
"Aturannya suka berubah-ubah. Bikin bingung aja!"
00:13:26
[Musik]
00:13:30
"Sama Bro! Gue juga stress kerja di sini. Kayaknya kita harus keluar dari perusahaan ini deh."
00:13:37
Ini adalah bentuk contoh dari respon
menafsirkan
00:13:42
Menafsirkan orang lain stress seperti kita atau orang lain tidak betah seperti kita
00:13:48
Lah, ini bagaimana? orang lain yang punya masalah malah jadinya dia yang curhat
00:13:52
Jadi ini bukan respon yang efektif dalam mendengarkan
00:13:59
"Kerja di perusahaan ini enggak jelas banget!"
00:14:03
"Aturannya suka berubah-ubah! Bikin bingung aja!"
00:14:07
"Kenapa sih Bro, kayaknya elu stress banget?"
00:14:11
Dan ini adalah contoh dari kategori
respon pertanyaan menggali
00:14:16
Kenapa respon ini tidak efektif?
00:14:18
Karena orang kalau lagi punya masalah biasanya cenderung sulit untuk berpikir jernih
00:14:24
Jadi, bertanya kepadanya jelas bukan tindakan yang tepat
00:14:28
Karena nanti dia bisa memberikan jawaban yang asal, dan tidak dipikirkan dengan baik
00:14:36
"Mungkin elo lagi kurang semangat aja Bro!"
00:14:43
Ini adalah jenis respon yang termasuk
dengan kategori menilai
00:14:48
Respon ini tidak efektif karena orang kalau lagi punya masalah biasanya cenderung sensitif
00:14:54
Respon ini akan membuat orang lain jadi tertutup
00:14:58
atau bahkan makin marah dan sulit untuk diajak bekerja sama.
00:15:06
"Disyukurin aja lah Bro, !"
00:15:08
Banyak orang stress di luar sana karena enggak ada pekerjaan. Apalagi sekarang lagi Pandemi."
00:15:14
Disyukuri aja lah bro banyak loh orang
yang stress enggak punya pekerjaan
00:15:19
Lah elu masih untung punya pekerjaan!
00:15:22
Dan ini adalah respon yang termasuk kategori menasehati
00:15:27
Respon ini tidak efektif karena emosi Mitra bicara kita sedang tinggi dan belum siap untuk menerima nasehat
00:15:35
Sehebat apapun nasehat kita tidak akan ada artinya jika Mitra bicara belum siap untuk menerimanya
00:15:43
Bagaimana dengan hasil latihan
teman-teman semua?
00:15:47
Apakah respon teman-teman tadi bisa terhindar dari respon menafsirkan, menggali, menilai, atau menasehati?
00:15:55
Atau ternyata kita sulit untuk menghindar dari respon respon tersebut?
00:15:59
Silahkan berikan komentar
teman-teman di kolom komen ya
00:16:03
Lantas bagaimana cara memberikan respon dengan kalimat empatik?
00:16:07
Mari kita menggunakan tiga langkah memberikan respon kalimat empatik yang sudah kita bahas tadi
00:16:14
Pertama-tama identifikasi perasaannya,
Mungkin dia bingung atau galau
00:16:20
Yang kedua, perjelas topik atau fokusnya tentang kebijakan aturan yang suka berubah-ubah
00:16:26
Dan yang ketiga, buatlah
respon kalimat empatik
00:16:30
"Kayaknya elo bingung ama peraturan di perusahaan ini ya, yang terkadang berubah-ubah?"
00:16:35
"Iya, bener banget Bro!"
00:16:38
Respon empatik ini akan memberikan perasaan dimengerti dan dipahami pada mitra bicara kita.
00:16:45
Mereka akan merasa mendapatkan udara psikologis dari tekanan yang sedang mereka rasakan.
00:16:50
Mereka akan merasa kita layak untuk dipercaya, dan lebih mungkin untuk terbuka saat berkomunikasi
00:16:59
Mari kita lanjutkan dengan latihan yang kedua
00:17:03
Situasinya sekarang adalah saat berkomunikasi dengan sahabat kita
00:17:09
"Bro, kayaknya pasangan gue, udah nggak percaya lagi ama gue. Semua tindakan gue salah di mata dia"
00:17:15
"Udah gitu, dikit-dikit curiga. Bete gue jadinya!"
00:17:18
[Musik]
00:17:25
"Kayaknya elo udah nggak demen lagi ama dia ya."
00:17:34
Mmmmhh... kayaknya elo udah nggak demen lagi ama dia ya?
00:17:38
Nah, ini adalah kategori respon menafsirkan,
00:17:41
Menafsirkan orang lain sudah tidak sayang lagi dengan pasangannya.
00:17:45
Atau menafsirkan sahabatnya mau mencari pasangan pengganti lainnya
00:17:54
"Ada masalah apa lagi nih Bro?"
00:18:00
Emang ada masalah apa lagi
bro?
00:18:03
Kalau yang ini, adalah kategori respon pertanyaan menggali.
00:18:07
Respon ini tidak efektif karena tadi,
00:18:10
kalau orang lagi punya masalah biasanya cenderung tertutup dan sulit terbuka pada orang lain.
00:18:16
Mereka belum akan bercerita lebih
jauh
00:18:18
jika mereka belum yakin Mitra bicara mereka benar-benar memahaminya
00:18:26
"Mungkin Lu kurang paham sama harapan dia.
Lo ribet sih Bro!"
00:18:35
Aaahh... Mungkin lu kurang memahami harapannya saja. Lagian lu ribet sih Bro!
00:18:41
Kalau yang ini adalah kategori respon menilai
00:18:44
Respon ini tidak efektif karena orang kalau lagi punya masalah biasanya cenderung sensitif.
00:18:50
Respon ini membuat orang lain merasa terserang dan diadili
00:18:55
Ini membuat mereka menjadi tertutup,
defensif, dan makin tinggi emosinya
00:19:02
"Sudahlah! Cuekin aja dia!"
00:19:07
"Nanti kalau ada yang lebih manis lagi, dan mau sama lo, tinggal tinggalin dia."
00:19:18
Sudahlah, cuekin aja Bray. Ntar kalau ada yang lebih manisan dikit, dan mau ama lo, udah lo lepas aja dia.
00:19:27
Nah, kalau yang ini adalah kategori respon menasehati
00:19:31
Respon ini tidak efektif karena emosi mitra bicara kita sedang tinggi
00:19:36
dan belum siap untuk menerima nasehat
00:19:38
Ingat tadi, sehebat apapun, sebagus apapun nasihat kita,
00:19:43
tidak akan ada artinya jika Mitra bicara belum siap untuk menerimanya
00:19:48
Respon ini juga akan membuat Mitra bicara kita merasa direndahkan kemampuannya
00:19:55
Mari kita kembali berlatih memberikan
respon yang empatik
00:20:00
Kita gunakan tiga langkah dalam memberikan respon kalimat empatik
00:20:05
Yang pertama adalah mengidentifikasi perasaan
00:20:08
Dia mungkin bingung, sedih, tidak nyaman, atau stres
00:20:12
Yang kedua perjelas topik atau fokusnya
00:20:15
"Ooh, karena kecurigaan pasangan."
00:20:18
Dan yang ketiga, buatlah respon kalimat
empatik dari hasil identifikasi itu
00:20:27
"Bro, kayaknya pasangan gue udah nggak percaya lagi ama gue."
00:20:31
"Semua tindakan gue selalu salah di matanya. Sudah itu dikit-dikit curiga. Bete gue jadinya."
00:20:36
[Musik]
00:20:45
"Mmmhhh...... sepertinya elo lagi enggak nyaman sama cewek lo."
00:20:52
"Karena dikit-dikit dia curiga sama lo."
00:20:58
"Iya, begitu Bro."
00:21:00
Nah, itulah contoh dari respon kalimat empatik
00:21:05
Meskipun respon kalimat empatik ini seperti kalimat pertanyaan
00:21:08
Namun ini bukanlah pertanyaan penggali, melainkan bentuk pertanyaan retoris dan konfirmasi saja
00:21:15
Kalau pertanyaan penggali itu akan membutuhkan energi yang lebih tinggi dari Mitra bicara kita untuk memberikan respon.
00:21:23
Sedangkan pertanyaan retoris atau konfirmasi, hanya perlu direspon dengan pernyataan "ya atau tidak saja."
00:21:30
Sehingga tidak akan menguras energi Mitra bicara kita
00:21:34
yang sedang dalam kondisi emosi yang tinggi
dan labil untuk menjawabnya
00:21:38
Singkatnya, kita hanya perlu merangkum pemahaman kita,
00:21:42
setelah kita mengidentifikasi perasaan dan hal yang sedang menjadi 'concern' atau fokusnya
00:21:49
Kelihatannya ini adalah hal yang sepele
00:21:51
Namun merangkum pemahaman kita dengan melakukan konfirmasi kepada Mitra bicara,
00:21:57
akan memberikan perasaan dipahami, membuat emosinya jadi lebih stabil.
00:22:02
sekaligus membangun kepercayaan mereka terhadap kita
00:22:06
Sehingga mereka akan siap untuk terbuka, ketika kita menyampaikan ide usul ataupun pendapat kita
00:22:13
saat kita berbicara dengan mereka
00:22:16
Sehingga kita bisa berkomunikasi dengan jauh lebih efektif
00:22:22
Jadi mulailah untuk menjadi pendengar yang empatik, sebelum kita menjadi pembicara yang efektif
00:22:27
agar kita bisa menjadi komunikator yang jauh lebih efektif lagi
00:22:32
Teman-teman saya yang baik!
00:22:34
Selamat mengembangkan kemampuan
komunikasi efektif
00:22:38
dengan melatih keterampilan kita
dalam mendengarkan secara empatik
00:22:43
Karena komunikasi yang efektif,
membutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi
00:22:48
Kepercayaan muncul ketika Mitra bicara kita merasa dimengerti dan dipahami oleh kita
00:22:57
Semoga kita bisa menjadi komunikator yang jauh lebih efektif dengan kemampuan mendengarkan empatik
00:23:06
Sampai bertemu di video-video saya selanjutnya.
00:23:11
[Musik]