00:00:00
Ketika kita melihat sejarah,
00:00:01
kita melihat banyak
00:00:07
disebabkan oleh orang-orang jahat.
00:00:10
Mau itu perang, genosida, penindasan, kolonialisme, perbudakan, terorisme,
00:00:15
penyiksaan, ekstrimisme, diskriminasi, manipulasi, propaganda, pelecehan dan yang lainnya.
00:00:22
Kita berpikir,
00:00:25
Tanpa sadar bahwa yang melakukan semua itu, adalah manusia.
00:00:29
Neraka adalah tempatnya para iblis yang ada di hati manusia
00:00:33
semua hal mengerikan dan semua kejahatan terjadi dilakukan oleh manusia.
00:00:42
Mengatakan bahwa orang-orang jahat ini tidak sama dengan kita
00:00:45
adalah kebohongan terbesar yang bisa kita katakan kepada diri kita sendiri,
00:00:48
karena semua manusia memiliki kapabilitas untuk berbuat baik dan berbuat jahat.
00:01:06
Kebanyakan dari kita tidaklah sebaik yang kita pikirkan.
00:01:09
Ada alasan kenapa di dalam diri kita,
00:01:11
kita entah kenapa menyukai cerita tentang villain atau anti hero,
00:01:14
kita menyukai tontonan yang kadang cukup kejam,
00:01:17
ada di dalam diri kita yang memiliki keinginan akan kekuasaan.
00:01:21
Kebanyakan orang tidak menginginkan perang,
00:01:24
namun perang menandai seluruh sejarah umat manusia,
00:01:27
dan bahkan masih terjadi sampai hari ini.
00:01:30
Umat manusia dapat mengatasi hampir semua rintangan yang didatangkan kepada mereka,
00:01:34
tetapi
00:01:37
Manusia memiliki sisi gelap.
00:01:40
Ada di dalam diri kita sisi kejam dan agresif yang bisa memberikan kerugian bahkan penderitaan ke orang lain,
00:01:46
dan kita cenderung menyangkal itu—kita tolak—dan itu tenggelam ke alam bawah sadar kita,
00:01:57
dengan The Shadow.
00:02:09
Permasalahan kejahatan manusia sangatlah persisten.
00:02:12
Setiap masyarakat dalam sejarah terus menerus menghadapinya.
00:02:16
Doktrin agama, undang-undang, reformasi sosial, dan berbagai ideologi
00:02:20
telah berupaya untuk mengatasi masalah ini,
00:02:22
namun tetap saja terjadi.
00:02:24
Belum ada seorang pun yang menemukan obat untuk kejahatan,
00:02:28
dan ciri yang paling menonjol adalah universalitasnya,
00:02:32
semua orang dengan berbagai perbedaan, dengan berbagai budaya, berbagai tempat,
00:02:37
diseluruh dunia, merasakannya.
00:02:40
Kita tidak bisa menyalahkan satu penyebab situasional saja.
00:02:43
Faktanya, sehari hari kita masih melihat orang-orang yang menghadapi pelecehan terhadap pasangan,
00:02:48
orang tua yang menganiaya anak-anak mereka,
00:02:51
anak-anak yang melakukan bullying,
00:02:53
dan orang-orang fanatik kejam yang mengabdikan identitas mereka
00:02:56
pada kebencian terhadap kelompok tertentu atau lainnya.
00:02:59
Kita mengalami tindakan kekerasan dan kekejaman yang sangat mengerikan,
00:03:03
dengan genosida sebagai manifestasi paling ekstrem dari hal ini,
00:03:08
namun kita juga melihatnya sehari-hari.
00:03:10
Jelas ada sesuatu yang universal dalam kondisi manusia
00:03:13
yang menyebabkan semua kejahatan terus-menerus terjadi.
00:03:17
Kejahatan tidak bisa kita katakan sebagai sebuah kebetulan.
00:03:20
kejahatan adalah hasil dari komponen dasar kita sebagai manusia.
00:03:26
Walaupun sebenarnya sebagian besar dari kita akan bersatu dalam kecaman ketika menyaksikan perilaku buruk,
00:03:31
meskipun kita semua bersalah atas setidaknya kegagalan kecil dalam interaksi kita dengan orang lain.
00:03:37
Kejahatan bukanlah suatu kebetula,
00:03:39
kejahatan adalah hasil dari komponen dasar kita sebagia manusia,
00:03:44
meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk memberantas kejahatan ini,
00:03:48
mereka terus ada.
00:03:49
Dan jawabannya mungkin terletak pada sifat dasar manusia itu sendiri.
00:03:54
Kita adalah makhluk yang penuh kontradiksi:
00:03:56
di satu sisi, kita mampu melakukan tindakan-tindakan penuh kasih dan pengorbanan,
00:04:00
sementara di sisi lain, kita juga mampu melakukan kekejaman yang luar biasa.
00:04:05
Kecenderungan umat manusia terhadap bencana diakibatkan oleh diri mereka sendiri,
00:04:10
faktor-faktor sejarah berskala besar lahir dari ketidaksadaran kolektif,
00:04:14
dan begitu pula konsekuensinya.
00:04:16
Setiap masyarakat manusia sepanjang sejarah telah menghadapi sifat buruk yang sama,
00:04:20
kelemahan manusia yang sama,
00:04:22
serta kecenderungan untuk melakukan korupsi dan prasangka yang sama.
00:04:26
Jelas bahwa masalahnya jauh lebih dalam daripada yang bisa diakibatkan oleh keadaan eksternal saja.
00:04:32
Menurut Carl Jung, bencana yang terjadi di abad ke-20 menunjukkan bahaya dari kekuatan psikis yang diabaikan.
00:04:38
Jerman, yang dikenal sebagai bangsa beradab,
00:04:40
terjerumus ke dalam kebinasaan Nazi karena manusia modern terlalu mempercayai rasionalitas,
00:04:45
sehingga mereka mengabaikan dan menjadi rentan
00:04:48
terhadap aspek-aspek primitif dan irasional dalam diri mereka sendiri.
00:04:52
Manusia modern, dalam pandangan Jung,
00:04:55
kehilangan alat untuk memahami dan menempatkan faktor-faktor psikis ini dalam konteks yang koheren,
00:05:00
sesuatu yang lebih dimiliki oleh manusia primitif yang percaya pada dewa, roh, dan kekuatan magis lainnya.
00:05:07
Loki dalam mitologi Nordik yang memiliki iri hati dan tipu daya menghancurkan dunia para dewa,
00:05:12
atau sesuatu yang dicintai dalam hidup.
00:05:14
Oni dalam mitologi Jepang yang merepresentasikan kejahatan dan kegelapan yang sangat dihindari masyarakat.
00:05:20
Vishnu dan Shiva, yang menjaga keseimbangan dan ketertiban
00:05:24
memerang Asura yang dipenuhi keserakahan, kemarahan, dan egoisme.
00:05:28
Dan perjalanan ke dunia bawah milik Hades dalam mitologi Yunani
00:05:32
diperlukan untuk mengatasi kegelapan diri sendiri.
00:05:35
Dan masih banyak lagi.
00:05:36
Dapat kita lihat, manusia dari dulu mengetahui bahwa diri mereka memiliki kapabilitas
00:05:40
untuk melakukan kejahatan dan mereka memiliki semacam solusi bagaimana cara untuk bisa menghadapinya.
00:05:47
Dan bisa dibilang, yang paling bagus dan menarik dari mereka,
00:05:50
adalah cerita-cerita yang berasal dari berbagai tradisi agama, terutama agama abrahamik.
00:05:55
Baik itu Islam, Kristen, maupun Yahudi
00:05:58
Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan dan ditempatkan di Taman Eden,
00:06:03
atau di Surga dalam Islam.
00:06:05
Mereka diperbolehkan makan dari semua pohon yang ada di taman
00:06:08
kecuali pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
00:06:12
Namun, iblis dalam bentuk ular menggoda Hawa untuk memakan buah dari pohon tersebut,
00:06:17
dan dia membagikannya dengan Adam.
00:06:19
Setelah mereka makan buah tersebut,
00:06:21
mereka menjadi sadar akan ketelanjangan mereka dan dosa pertama terjadi.
00:06:26
Tuhan mengusir mereka dari Taman Eden sebagai hukuman.
00:06:30
Cerita ini sebagai simbolisasi awal kehidupan sangatlah benar.
00:06:33
Ketika manusia sadar akan kebaikan dan kejahatan dan bisa membedakannya
00:06:38
mereka telanjang dan melihat diri mereka sendiri dengan malu.
00:06:42
Adanya ular sebagai simbol godaan adalah bentuk dari kejahatan manusia yang tersimpan di dalam dirinya
00:06:48
dan godaan tersebut adalah konflik yang sering kita miliki melawan alam bawah sadar kita.
00:06:54
Dan fakta bahwa kita melihat diri kita telanjang
00:06:56
adalah ketika kita menyadari bahwa tindakan atas godaan kejahatan ini ternyata tidak baik.
00:07:02
Kita menyadari bahwa kita memiliki kapabilitas untuk melakukan kejahatan.
00:07:08
Kita pasti pernah mengatakan atau melakukan hal yang buruk yang kemudian kita sesali nantinya.
00:07:14
Kita berkata, “Kenapa saya mengatakan itu?”
00:07:17
"Kenapa saya melakukan itu?"
00:07:18
Meskipun reaksi kita jelas,
00:07:20
kurangnya kendali yang kita miliki terhadap diri sendiri
00:07:23
menunjukkan keberadaan orang lain yang bersembunyi di bawah siapa yang ktia sebut diri kita.
00:07:28
Menunjukan bahwa, didalam diri kita, jauh dibawah sana,
00:07:32
ada seseorang yang mengendalikan kita, tapi kita menolak untuk mengakui keberadaannya.
00:07:38
Schopenhauer, filsuf Jerman,
00:07:39
menjelaskan bahwa manusia memiliki semacam will to live yang tidak rasional
00:07:43
dan terus bergerak menginginkan sesuatu.
00:07:46
Dan dari sini kita dapat belajar bahwa,
00:07:48
betapapun primitif atau beradabnya manusia,
00:07:51
kita dapat melihat bahwa manusia selalu digerakkan oleh kekuatan yang tidak rasional ini.
00:07:56
Dalam situasi yang tidak beradab,
00:07:58
manusia modern dengan cepat dikuasai oleh naluri dasar mereka.
00:08:02
Mereka bisa saja terlihat, tidak ada bedanya dengan binatang.
00:08:06
Contoh paling sederhana dari hal ini adalah rasa takut:
00:08:09
perasaan panik ketika seseorang tiba-tiba menghadapi kekerasan,
00:08:12
ketidaknyamanan saat berada di kegelapan di lingkungan asing,
00:08:16
atau kecemasan ketika ada sesuatu yang tidak terlihat.
00:08:19
Kita semua familiar dengan perasaan tergerak oleh kekuatan di luar pemahaman kita.
00:08:24
Hal yang sama juga terjadi pada umat manusia dalam kelompok besar,
00:08:28
di mana massa tergerak oleh tindakan mereka sendiri menuju konsekuensi yang tidak mereka inginkan.
00:08:34
Pada periode menjelang Perang Dunia II,
00:08:37
masyarakat Jerman dipenuhi oleh perasaan marah, frustrasi, dan ketidakpuasan
00:08:41
setelah kekalahan dalam Perang Dunia I dan kesulitan ekonomi selama masa Great Depression.
00:08:47
Mereka memiliki semacam rasa kejahatan, atau naluri,
00:08:51
yang terus menerus bicara di dalam hati mereka tentang inferioritas,
00:08:56
keinginan untuk memulihkan kebanggaan dan bahkan perasaan dendam
00:08:59
kepada mereka yang telah membuat mereka terjatuh.
00:09:03
Sang iblis, ular di taman Eden, Loki,
00:09:07
berhasil menghasut mereka,
00:09:09
diri di alam bawah sadar mereka berhasil mengambil alih tindakan mereka.
00:09:14
Dan kita tahu apa yang terjadi selanjutnya.
00:09:17
Seberapa mengerikan hasil dari perasaan-perasaan ini
00:09:21
Neraka di dunia tercipta.
00:09:23
Penderitaan merajalela, ketidakadilan dan kekerasan menjadi kehidupan sehari-hari.
00:09:29
Dan mereka yang terjatuh kedalamnya, yang menguasai neraka ini adalah iblis.
00:09:35
Dalam agama abrahamik, Iblis atau spesifiknya Lucifer dalam kristen
00:09:39
adalah malaikat yang jatuh dan diusir dari surga
00:09:42
dikarenakan memiliki kesombongan, pemberontakan, dan keinginan untuk berkuasa.
00:09:47
Iblis tidak bisa menerima tempatnya dalam tatanan ilahi dan mencoba melawan Tuhan,
00:09:51
cerita ini mencerminkan bagaimana aspek-aspek gelap kita bisa mengarah pada kejatuhan dan penderitaan.
00:09:58
Dan mereka berjanji untuk melakukan godaan,
00:10:01
dan ini menjadi simbol dari kejahatan manusia yang ada di dalam diri semua manusia
00:10:07
semacam dorongan di alam bawah sadar kita.
00:10:10
Ivan, dalam the Brothers Karamazov karya Dostoevsky pernah mengatakan mengenai penderitaan
00:10:14
yang ada di dalam dunia,
00:10:15
yang diciptakan oleh manusia itu sendiri.
00:10:39
Namun, seperti iblis yang ada di dalam setiap hati manusia,
00:10:42
neraka juga tidak hanya tercipta secara eksternal di dunia,
00:10:46
tetapi juga secara internal di dalam diri manusia, di dalam jiwa mereka.
00:10:51
Kain dan Abel, atau Qabil dan Habil dalam Islam,
00:10:53
adalah putra dari Adam dan Hawa.
00:10:56
Kain adalah seorang petani, sementara Abel adalah seorang penggembala.
00:10:59
Keduanya mempersembahkan korban kepada Tuhan,
00:11:01
tetapi Tuhan lebih menyukai persembahan Abel daripada Kain,
00:11:04
dikarenakan pengorbanan Abel yang lebih besar.
00:11:07
Karena iri hati dan amarahnya,
00:11:08
Kain membunuh saudaranya Abel.
00:11:11
Setelah itu, Tuhan mengutuk Kain, membuatnya menjadi pengembara di bumi.
00:11:16
Cerita Kain dan Abel menggambarkan bagaimana bayangan dari iri hati,
00:11:20
rasa tidak cukup,
00:11:21
dan amarah bisa mendominasi seseorang hingga melakukan kejahatan.
00:11:25
Kain tidak mampu mengatasi bayangan gelap dalam dirinya,
00:11:28
tidak mampu mengatasi alam bawah sadarnya,
00:11:31
yang menyebabkan tindakan kekerasan yang dia lakukan terhadap saudaranya sendiri.
00:11:36
Hukuman Kain sebagai pengembara membuatnya jatuh ke dalam neraka.
00:11:55
Dalam agama abrahamik,
00:11:56
neraka adalah tempat dimana iblis—manusia yang jatuh dari idealnya dan mengikuti iblis
00:12:01
dimana mereka disiksa terus menerus karena berbuat yang tidak benar.
00:12:06
Raskolnikov, dalam cerita Crime and Punishment karya Dostoevsky melakukan pembunuhan.
00:12:11
Dia memiliki semua alasan, baik rasional bahkan etis kenapa dia harus melakukan kejahatan tersebut.
00:12:17
Dan ketika dia berhasil melakukannya,
00:12:19
dia juga berhasil lolos dari kejahatan itu.
00:12:22
Tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.
00:12:24
Dan benar, semua rasionalisasi yang dia katakan benar terjadi.
00:12:27
Hal-hal baik memang bermunculan dari kejahatan yang dilakukan.
00:12:31
Namun, Raskolnikov berubah.
00:12:33
Walaupun tidak semua orang mengetahui kejahatannya,
00:12:36
dia sendiri mengetahuinya.
00:12:38
Dia dihantui oleh tindakan kejahatannya sendiri.
00:12:41
Dia mengalami mimpi buruk.
00:12:43
Tidak pernah tenang.
00:12:44
Dia merasakan rasa bersalah yang mendalam,
00:12:46
menjadi sangat paranoid dan merasa semua orang mencurigainya.
00:12:50
Dia bukanlah orang yang sama lagi,
00:12:52
dia bahkan tidak mengenal dirinya lagi.
00:12:54
Seperti Kain, dia dikutuk untuk mengembara,
00:12:57
dia mengisolasi dirinya sendiri dari teman dan keluarganya,
00:13:01
dia merasakan depresi dan kecemasan yang parah dan terus menerus disiksa oleh jiwanya sendiri.
00:13:08
Dikarenakan dia tergoda oleh iblis,
00:13:10
dia menjadi iblis itu sendiri,
00:13:12
dan jatuh ketempat dimana iblis itu berada,
00:13:16
di dalam neraka.
00:13:18
Dan dikarenakan manusia adalah makhluk sosial dan bertanggung jawab atas lingkungan sosialnya sendiri,
00:13:22
degenerasi moral satu orang bisa berdampak pada degenerasi moral dari lebih banyak orang lagi.
00:13:28
Iblis dan neraka yang hanya ada di dalam diri kita bisa termanifestasi ke dunia eksternal,
00:13:33
menciptakan sesuatu yang kita lihat sepanjang sejarah manusia.
00:13:37
Sesuai dengan argumen Carl Jung,
00:13:39
bencana-bencana yang terjadi dalam sejarah, neraka-neraka ini, terjadi dikarenakan manusia
00:13:45
memiliki sesuatu di alam bawah sadar mereka
00:13:48
yang terus menerus ingin menarik mereka ke dalam kejatuhan moral.
00:13:52
Iblis yang menarik manusia ke dalam neraka.
00:13:55
Dia menyebutnya sebagai Shadow.
00:13:58
Selama berabad-abad mengalami erosi spiritual,
00:14:02
Jung merasa bahwa abad ke-20 memaksa umat manusia akhirnya menghadapi kejahatan sejati.
00:14:07
Keruntuhan moral yang terjadi pada awal abad ke-20
00:14:10
dan pecahnya tirani brutal menekankan betapa dalamnya etika telah dirusak.
00:14:15
Kejahatan telah menjadi kenyataan, bukan sekadar gagasan, bukan sekedar cerita.
00:14:20
Reorientasi diperlukan untuk belajar hidup dengan kenyataan baru ini,
00:14:24
dan ini melibatkan kehati-hatian untuk tidak melakukannya, seperti yang dikatakan Jung.
00:14:29
Kebaikan dan kejahatan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
00:14:33
Upaya untuk benar-benar merangkul kebaikan dan menghindari kejahatan
00:14:37
tidak akan membuat sisi gelap kita hilang.
00:14:40
Sebagai seorang bayi,
00:14:41
manusia mulai bertindak berdasarkan setiap dorongan hati kita,
00:14:45
ketika kita lapar kita makan,
00:14:47
ketika kita haus kita minum,
00:14:49
ketika kita menyukai situasi yang ada kita tertawa,
00:14:51
dan ketika kita tidak menyukainya kita menganis,
00:14:54
sama sekali tidak mempedulikan orang lain.
00:14:56
Namun seiring bertambahnya usia,
00:14:58
lingkungan dan masyarakat mulai membentuk kita dengan peraturan dan larangannya.
00:15:02
Ketika kita menunjukkan perilaku yang meresahkan masyarakat di sekitar kita,
00:15:05
masyarakat akan membalasnya dengan berbagai bentuk hukuman,
00:15:09
meski hanya sekedar kritik atau sedikit pengucilan.
00:15:12
Sebagai makhluk yang sangat sosial,
00:15:14
naluri kita pada umumnya adalah menghindari pengucilan dalam bentuk apa pun.
00:15:18
Dan gangguan ini tidak harus bersifat dramatis atau kriminal.
00:15:22
Hal-hal yang kita lakukan yang tidak diterima oleh lingkungan sekitar kita
00:15:25
tidak harus sesuatu yang besar.
00:15:27
Dan hal-hal yang diterima kita masukkan ke dalam persona kita
00:15:30
dan yang tidak diterima kita sembunyikan ke balik topeng kita.
00:15:34
Namun terkadang, karena kita ingin jujur,
00:15:37
kita bahkan menipu diri kita sendiri dengan menyembunyikan sifat-sifat itu dari diri kita sendiri,
00:15:43
dan inilah yang dinamakan Carl Jung dengan Shadow.
00:15:47
Jung berargumen bahwa di samping alam bawah sadar pribadi yang berisi pengalaman dan ingatan individu,
00:15:52
ada lapisan lebih dalam yang disebut kolektif bawah sadar.
00:15:56
Ini adalah gudang arketipe yang diwariskan secara kolektif
00:15:59
dan merupakan bagian dari warisan psikologis umat manusia.
00:16:02
Di dalam kolektif bawah sadar inilah kita menemukan dasar dari banyak pola perilaku dan citra yang universal,
00:16:09
termasuk kejahatan.
00:16:10
Dan di dalam alam bawah sadar ini,
00:16:12
Shadow adalah nama dari semua aspek yang tidak kita sadari atau mungkin kita sadari
00:16:17
tapi kita tolak karena tidak sesuai dengan citra diri ideal yang kita pandang tentang diri kita sendiri.
00:16:23
Tidak sesuai dengan yang kita inginkan,
00:16:25
dilihat oleh orang-orang di sekitar kita.
00:16:51
"The Shadow" bisa ada dikarenakan mekanisme pertahanan diri
00:16:54
yang kita gunakan untuk melindungi ego dan citra diri yang ideal.
00:16:58
Mekanisme seperti represi (penekanan), proyeksi, dan disosiasi
00:17:02
membantu kita menghindari aspek-aspek yang tidak kita sukai dari diri kita sendiri
00:17:07
dengan menyembunyikannya di dalam "The Shadow"
00:17:10
jauh di bawah alam bawah sadar kita.
00:17:12
Sekarang, pertanyaan yang lain pun muncul,
00:17:17
Jawabannya adalah ya,
00:17:19
setiap manusia pasti memilikinya.
00:17:21
Ini adalah bagian tidak terpisahkan dari struktur psikologis kita.
00:17:25
Alasan mengapa setiap manusia memilikinya adalah karena "The Shadow"
00:17:28
merupakan fenomena universal yang dialami oleh semua manusia,
00:17:31
terlepas dari latar belakang budaya ataupun sosial mereka.
00:17:35
Ini adalah bagian dari proses perkembangan psikologis kita.
00:18:09
Ini menegaskan bahwa semua orang,
00:18:11
terlepas dari siapapun itu,
00:18:12
pasti memiliki "The Shadow" ini.
00:18:15
Isi shadow kita atau bayangan kita yang tertekan tidak akan tertidur di alam bawah sadar,
00:18:20
dan tidak akan pernah terdengar lagi.
00:18:22
Sebaliknya mereka beroperasi secara otonom di balik sorotan kesadaran kita.
00:18:27
Mereka seolah olah kesadaran kita yang lain,
00:18:30
alam bawah sadar kita bertindak diatas diri kita sendiri.
00:18:34
Salah satu cara bayangan itu memanifestasikan dirinya adalah melalui proyeksi,
00:18:38
di mana kita melihat individu, kelompok, bangsa, ras, atau apapun itu,
00:18:43
dengan kelemahan, kesalahan, dan kejahatan, yang ada di dalam diri kita sendiri.
00:18:57
Contoh sederhana yang kita temukan sehari-hari dari shadow ini, seperti,
00:19:02
ketika kita tertawa dalam hati ketika melihat orang yang tidak kita sukai terluka,
00:19:06
ketika kita membayangkan untuk mencabik-cabik orang, membakar, atau meledakkan bangunan
00:19:11
ketika kita merasa sangat kesal,
00:19:13
atau bahkan menghancurkan seluruh dunia.
00:19:16
Ya itu mungkin terlalu dramatis.
00:19:18
Mungkin contoh yang lebih sederhananya,
00:19:20
ketika kita ingin mengatakan sesuatu yang buruk terhadap orang lain,
00:19:23
ketika kita ingin menampar seseorang,
00:19:26
ketika kita ingin melihat seseorang yang menjatuhkan kita untuk terjatuh juga.
00:19:30
Dalam situasi seperti ini, shadow-lah yang bertindak,
00:19:33
memperlihatkan aspek-aspek gelap yang biasanya kita sembunyikan dari diri kita dan orang lain.
00:19:39
Setiap kali kita menolak untuk menghadapi sisi gelap kita,
00:19:42
setiap kali kita menolak untuk mengakui bayangan yang ada di dalam diri kita,
00:19:45
kita memberikan kekuatan kepada bayangan ini
00:19:48
membuat mereka bisa memanifestasikan dirinya dalam bentuk-bentuk yang merusak,
00:19:53
membuatnya semakin kuat dalam ketidaksadaran kita.
00:19:56
Dengan mengatakan bahwa semua itu tidak ada,
00:19:58
kita secara sadar membuatnya jatuh jauh ke dalam alam bawah sadar kita,
00:20:03
membuat kita lebih susah untuk mengenalnya,
00:20:05
membuatnya memiliki lebih banyak kuasa atas diri kita sendiri.
00:20:14
mengakui bahwa bayangan adalah cerminan dari kelalaian internal kita.
00:20:18
Di sanalah kita menyembunyikan hal-hal yang kita anggap salah,
00:20:21
demi menganggap diri kita sebagai orang yang baik.
00:20:23
Oleh karena itu, kita mungkin tiba-tiba merasa marah
00:20:26
ketika ditegur oleh orang-orang yang kita anggap memiliki kelemahan yang sama,
00:20:30
entah itu benar atau salah.
00:20:31
Ego kita bangkit untuk mempertahankan titik sensitif, seperti refleks.
00:20:36
Namun, ledakan-ledakan ini membuktikan bahwa ada lebih banyak hal
00:20:40
yang tersembunyi daripada sekadar kelalaian.
00:20:42
Hal ini juga bisa menjadi sumber tindakan impulsif dan naluriah,
00:20:46
yang terkadang bisa memberikan konsekuensi yang tidak kita inginkan.
00:20:49
Menjadi sangat instingtual, sama seperti hewan, tanpa pertimbangan akibat perkumpulan shadow ini,
00:20:55
berarti juga membuat kita rentan terhadap penularan ide.
00:20:58
Orang-orang yang mungkin menganggap dirinya beradab, mandiri, dan “baik”
00:21:03
dapat terseret ke dalam perilaku buruk suatu kelompok.
00:21:06
Ketika sesuatu yang mungkin tidak baik tapi diterima secara sosial,
00:21:09
kita yang akan lebih mudah menerima itu hanya agar tidak menonjol atau terlihat bodoh.
00:21:16
Di sinilah sifat kita sebagai hewan atau naluri kebinatangan muncul.
00:21:21
Naluri untuk ikut serta dalam suatu kelompok,
00:21:24
baik itu kelompok pertemanan kecil atau suatu bangsa,
00:21:27
semua ini tidak dapat disangkal dari diri kita,
00:21:30
dan ketika kelompok tersebut mengatakan atau melakukan hal-hal yang buruk,
00:21:33
kita dapat ikut serta terseret ke dalam kegelapan itu.
00:21:36
Ini mungkin alasan utama, mengapa orang normal dengan kehidupan biasa saja
00:21:41
bisa terseret ke dalam gelombang kemarahan populis terhadap kelompok sosial tertentu.
00:22:28
Penolakan akan adanya shadow ini dalam diri hanya akan membuat seseorang
00:22:32
menjadi orang yang memang benar-benar jahat.
00:22:40
menemukan bahwa hampir semua dari mereka menderita suatu jenis penyakit,
00:22:44
baik itu sifat impulsif, penyakit mental, atau kurangnya fungsi seperti hati nurani.
00:22:49
Meskipun mereka semua destruktif, orang-orang yang kita anggap penjahat ini
00:22:53
memiliki kejujuran tertentu tentang tindakan mereka.
00:22:56
Mereka tidak berusaha menutupi atau menyembunyikan kejahatan mereka
00:22:59
di bawah penampilan kesempurnaan atau kebaikan.
00:23:02
Namun, yang benar-benar jahat bukanlah mereka.
00:23:05
Menurut Peck, penjahat sebenarnya adalah orang yang mencoba untuk menolak kejahatan mereka
00:23:10
dan bersembunyi dibalik citra kesempurnaan mereka.
00:23:13
Mereka sangat mampu dalam menolak keberdosaan mereka
00:23:15
sampai mereka ahli dalam menkambinghitamkan orang lain.
00:23:18
Karena mereka menganggap diri mereka tidak bersalah,
00:23:21
mereka secara refleks menyerang siapa pun yang berani menunjukkan kelemahan karakter mereka.
00:23:26
Contohnya adalah seorang ayah yang menjadi marah ketika putranya yang masih kecil
00:23:30
mengulangi kata-kata kotor yang digunakan oleh ayahnya sendiri,
00:23:34
dan ayahnya menghukum anak tersebut daripada merenungkan kejahatannya sendiri.
00:23:38
Peck menulis:
00:23:59
Ironisnya, konsekuensi dari semua ini adalah bahwa orang-orang jahat sering kali bertindak destruktif dan kejam
00:24:06
dalam upaya menghancurkan kejahatan itu sendiri.
00:24:09
Mereka sembunyi dibalik jubah kebenaran mereka,
00:24:12
tapi mereka membidik ke arah yang salah,
00:24:14
selalu menganggap kejahatan mereka sendiri ada di luar, pada orang lain, bukan pada diri sendiri.
00:24:20
Karena tidak mampu menahan rasa sakit karena pemeriksaan diri yang jujur,
00:24:24
orang-orang jahat membungkus diri mereka dengan menunjukkan kebenaran dan meremehkan siapa pun
00:24:29
yang mengingatkan mereka akan kegelapan batin mereka sendiri.
00:24:32
Pada akhirnya, salah satu kesimpulan Peck adalah kejahatan dapat dikenali dari penyamarannya.
00:24:47
Menyembunyikan sisi gelap kita tidak akan menghilangkannya tapi hanya akan membuatnya lebih kuat.
00:24:51
Carl Jung, percaya bahwa demi kesejahteraan kita sendiri dan masyarakat,
00:24:55
kita perlu menghadapi bayangan kita dan segala isinya.
00:24:59
Dan menghadapi bayangan bukanlah hal yang mudah,
00:25:02
melakukannya akan seakan-akan mengarungi lautan gelap dan dalam.
00:25:05
Dengan berani menatap ke dalam kegelapan tersebut,
00:25:08
kita bisa mendapatkan pemahaman tentang siapa diri kita yang sebenarnya.
00:25:12
Mencari tahu keinginan terpendam,
00:25:13
ketakutan yang kita tolak dan segala sisi-sisi dari diri kita yang selama ini kita anggap tidak pantas.
00:25:19
Meski pemahaman penuh tentang bayangan ini mungkin tak akan pernah tercapai,
00:25:23
upaya untuk menjelajahinya akan membuat kita bisa lebih menghindari jalan mudah
00:25:28
dan memilih untuk menghadapi masalah-masalah kita dalam hidup dengan tanggung jawab moral.
00:25:33
Pikiran jahat, pikiran egois dan pikiran-pikiran yang memalukan dapat diterima tanpa harus dimanjakan.
00:25:39
Ini adalah bagian dari proses untuk menjadi manusia yang utuh.
00:25:43
Jung sendiri pernah menyampaikan bahwa,
00:26:16
Kita semua hanyalah manusia biasa dan kita semua memiliki kekurangan serta emosi,
00:26:21
yang mungkin saja tidak penting bagi masyarakat,
00:26:23
tapi penting untuk diri kita sendiri.
00:26:25
Frustrasi, nafsu terhadap sesuatu yang tidak bisa diraih,
00:26:29
dan kesedihan karena masalah pribadi adalah hal yang wajar,
00:26:32
namun mengakuinya dengan lantang bukanlah hal yang masyarakat inginkan dari kita.
00:26:36
Mengekspresikan perasaan negatif membuat suasana sosial menjadi canggung;
00:26:39
orang-orang seringkali tidak tahu cara meresponsnya.
00:26:42
Jadi, sudah menjadi kebiasaan untuk memasang topeng kebahagiaan
00:26:46
atau setidaknya netralitas untuk menghindari sambutan negatif dari orang lain.
00:26:50
Maka dari itu, kita mengubur masalah kita, perasaan kita yang sebenarnya, di tempat yang tidak terlihat.
00:26:57
Daripada menyangkal bayangan itu, kita akan lebih baik jika menyoroti sisi gelap karakter kita ini.
00:27:02
Menghadapi bayangan dimulai dengan menerima keberadaannya dan menyadari bahwa
00:27:06
kepribadian yang kita gambarkan kepada dunia, dan kesadaran diri kita,
00:27:10
tidak mewakili kita secara keseluruhan.
00:27:12
Setelah diterima, refleksi diri dan kritik diri yang jujur,
00:27:15
dapat mengungkap beberapa sifat yang selama ini kita sembunyikan.
00:27:28
Dan dikarenakan kita sudah melakukan ini seumur hidup,
00:27:31
beberapa bayangan ini memang terkubur sangat dalam.
00:27:33
Dan untuk menyelaminya, butuh usaha yang lebih, beberapa caranya adalah,
00:27:38
Pertama, kita harus memperhatikan ciri-ciri dari orang lain yang memicu reaksi emosional kita dengan kuat,
00:27:42
karena mungkin saja, kita juga memiliki sifat tersebut dalam diri kita.
00:27:46
Yang kedua, kita bisa menyelam dan mencari tahu shadow orang lain, bayangan dari orang lain,
00:27:51
dikarenakan terkadang, melihat orang lain lebih mudah sebenarnya daripada melihat diri sendiri.
00:27:55
Dengan melakukan ini, perlahan kita akan mulai mengenal diri sendiri dengan lebih baik.
00:28:00
Menghadapi shadow ini, bayangan ini,
00:28:02
selain membuat kita bisa menghadapi masalah dengan lebih bertanggung jawab,
00:28:06
kita juga mengurangi kemampuan bayangan kita untuk mendatangkan malapetaka pada hidup kita.
00:28:11
Kesadaran akan masalah kemarahan, keegoisan, keserakahan, agresi, obsesi atau keterpaksaan,
00:28:16
memberi kita kesempatan untuk mengendalikan sifat-sifat itu
00:28:20
sebelum itu nantinya memberikan konsekuensi yang negatif terhadap kita.
00:28:24
Kita dapat berusaha untuk mengatasi kelemahan tersebut, atau setidaknya meminimalkan potensi kerusakannya.
00:28:31
Dengan menyadari dorongan-dorongan ini, dan menyederhanakannya
00:28:34
atau menempatkannya demi tujuan yang lebih tinggi
00:28:36
dorongan-dorongan ini dapat memberdayakan kita,
00:28:39
memotivasi kita untuk mengambil risiko yang diperlukan demi kehidupan yang memuaskan,
00:28:43
dan bahkan memacu kreativitas kita.
00:28:45
Seperti perkataan Jung,
00:28:51
Bayangan itu mengandung lebih dari sekedar naluri kebinatangan, kekurangan, dan kelemahan.
00:28:56
Tapi juga merupakan rumah bagi kekuatan karakter kita
00:29:00
yang tertekan akibat pola asuh yang buruk atau adaptasi terhadap masyarakat yang rusak.
00:29:05
Karena hal yang dipendam adalah hasil adaptasi lingkungan, dan lingkungan bukan berarti 100% benar.
00:29:11
Jung mengatakan
00:29:32
Berhubungan kembali dengan sisi positif dari bayangan kita,
00:29:35
meminimalkan efek dari sisi negatifnya, dan mengintegrasikan semuanya ke dalam kesadaran diri kita,
00:29:40
akan menghasilkan karakter yang utuh,
00:29:42
menurut Jung yang lebih sehat secara psikologis
00:29:46
manusia yang tidak hanya mengetahui kekuatan, kebajikan, dan potensi kebaikannya,
00:29:50
tetapi juga kelemahan, kesalahan, dan potensi kejahatannya.
00:29:54
Membuatnya, secara simbolis, naik ke surga.
00:30:03
Fakta sederhananya adalah mengenal bayangan bukan hanya soal pertumbuhan dan kesejahteraan pribadi.
00:30:08
Hal ini diperlukan bagi dunia.
00:30:11
Bayangan itu menyimpan kebencian, kemarahan, perilaku antisosial, neurosis,
00:30:15
dan perilaku negatif kita secara umum.
00:30:17
Dan karena masyarakat hanyalah kumpulan individu,
00:30:19
maka bayangan juga bekerja di masyarakat.
00:30:22
Secara naluriah, kita takut terhadap hal-hal yang asing bagi kita.
00:30:26
Jika bayangan terus mempengaruhi kita,
00:30:28
ketakutan kecil yang mengganggu ini bisa berubah menjadi kemarahan.
00:30:31
Inilah yang menyebabkan prasangka dan pelecehan terhadap kelompok sosial tertentu.
00:30:35
Ini adalah salah satu masalah terbesar umat manusia,
00:30:37
dan merupakan alat lama bagi mereka yang berkuasa untuk mencari kambing hitam
00:30:42
dan mengobarkan perpecahan dalam masyarakat kita.
00:30:44
Menjadi alat bagi iblis untuk menciptakan neraka.
00:30:47
Jadi, jelas bayangan itu harus dilawan.
00:30:50
Sekadar menyangkal bayangan tidak merampas kekuatannya.
00:30:52
Bayangan bekerja dari kegelapan, menarik kita, memberikan pengaruh yang tersembunyi.
00:30:57
Oleh karena itu, untuk memperbaiki masyarakat dan memajukan umat manusia,
00:31:01
kita harus memulai dari diri kita sendiri sebagai individu, dengan menyelam ke dalam,
00:31:08
lebih mengenal diri kita sendiri.
00:31:11
Bayangkan "The Shadow" sebagai bayangan yang selalu mengikuti kita kemanapun kita pergi.
00:31:15
Ia ada di sana, tetapi sering kali kita memilih untuk tidak memperhatikannya.
00:31:19
Dan dengan lebih mengenalnya lagi,
00:31:20
kita akan mencapai pemahaman yang lebih utuh tentang diri kita,
00:31:24
yang membuat kita menjalani hidup dengan lebih autentik.
00:31:28
Proses ini, mengharuskan kita untuk jujur terhadap diri sendiri dan berani melihat ke dalam aspek-aspek
00:31:34
yang tidak nyaman atau menakutkan dari diri kita.
00:31:37
Hanya dengan menghadapi dan menerima bagian-bagian ini,
00:31:40
kita bisa benar-benar tumbuh dan berkembang sebagai individu.
00:31:44
Yang nantinya berdampak juga terhadap masayarakat.
00:31:48
Dalam esensinya, "The Shadow" adalah cerminan dari dualitas manusia.
00:31:51
Ini adalah pengingat bahwa untuk menjadi utuh,
00:31:53
kita harus menerima semua bagian dari diri kita,
00:31:56
baik yang terang maupun yang gelap.
00:31:58
Memahami "The Shadow" bayangan ini adalah kunci untuk menguasai diri;
00:32:02
menerima, meskipun sulit, kebenaran tentang siapa diri kita sebenarnya.