00:00:00
Halo
00:00:00
Bismillahirohmanirohim Assalamualaikum
00:00:02
Warahmatullahi Wabarakatuh
00:00:04
[Musik]
00:00:13
Alhamdulillah pada kesempatan hari ini
00:00:17
hitam sama-sama untuk melanjutkan
00:00:20
pembelajaran kita di mata kuliah
00:00:22
pendidikan agama Islam untuk rasa syukur
00:00:27
kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu
00:00:28
Wa Ta'ala yang telah memberikan banyak
00:00:31
nikmat terutama nikmat iman Islam dan
00:00:34
ihsan serta kesehatan lahir dan batin
00:00:38
kalau dan salam Allah senantiasa
00:00:41
terlimpahkan dari bahan betina alam nabi
00:00:43
besar muhammad shallallahu alaihi
00:00:45
wasallam
00:00:48
kajian kita hari ini
00:00:50
ini kajian yang luar biasa menurut saya
00:00:53
Karena ini merupakan
00:00:56
jantungnya dari
00:01:00
buah konsep hidup
00:01:03
menjadi seorang pribadi baik itu sebagai
00:01:06
hamba Allah atau Slayer khalifatullah
00:01:10
fil up langsung saja ya supaya kita
00:01:14
lebih efektif silahkan anda Simak secara
00:01:16
seksama jika ada satu hal yang perlu
00:01:21
diperdalam nanti baleh sering di luar
00:01:24
ini Tema kita hari ini adalah menuju
00:01:27
titik Insan Kamil
00:01:30
yaitu dengan pola integrasi iman Islam
00:01:35
dan Ihsan
00:01:37
kok Mari kita melihat fenomena di
00:01:41
kehidupan kita sehari-hari
00:01:42
dan mengapa hal ini menjadi sebuah tema
00:01:45
yang urgent
00:01:47
tatkala kita melihat sesuatu fenomena
00:01:50
ada orang yang secara
00:01:53
spiritual dan secara aplikatif ritual tu
00:01:57
luar biasa ke
00:02:00
hanya rajin
00:02:01
puasanya rajin
00:02:04
dan ibadah-ibadah yang sifatnya mah loh
00:02:08
Itu luar biasa
00:02:10
tetapi dilain Sisi orang tersebut
00:02:13
seolah-olah tidak kenal manusia selain
00:02:15
daripada-nya dan keluarganya mungkin
00:02:18
akhirnya dengan manusia lain itu tidak
00:02:21
memiliki
00:02:24
kepekaan sosial misalnya
00:02:28
tetangga ada yang kelaparan atau kurang
00:02:31
dari segi ekonomi tidak dibantu ini
00:02:35
adalah fenomena yang
00:02:37
Katakanlah banyak sebetulnya dan
00:02:40
sebaliknya ada juga fenomena orang yang
00:02:43
secara sosial itu Soleh Dharma
00:02:47
string memberikan the material dari
00:02:51
harta yang dimiliki tetapi dia hampa
00:02:55
akan kesalehan spiritual dan ritual yang
00:03:00
Oke misalnya shalat tidak dilakukan doa
00:03:05
cara
00:03:06
dan bahkan
00:03:09
jauh dari nilai-nilai yang sifatnya
00:03:13
ritualistik keagamaan
00:03:15
tetapi dipandang oleh manusia yang lain
00:03:18
ini sebagai manusia yang baik tetapi
00:03:21
disisi Allah karena punya ketimpangan di
00:03:25
satu sisi Tentu juga tidak akan
00:03:26
dipandang baik
00:03:29
lah ini terjadi ya di tengah-tengah
00:03:31
masyarakat kita
00:03:34
dan yang ketiga kita melihat bisa juga
00:03:37
menganalisis menilai ada orang yang
00:03:40
punya pemisahan untuk tidak
00:03:43
menggabungkan itulah yang disebut dengan
00:03:45
dikotomi dan termasuk dalam pemikiran
00:03:48
pemikiran pemikiran ini yang memisahkan
00:03:51
antara urusan Katakanlah urusan
00:03:53
ukhrowiyah keakhiratan dan urusan
00:03:55
duniawi ah keduniaan atau
00:04:00
sebetulnya Mengapa ini bisa terjadi
00:04:02
ini bisa dipengaruhi oleh kultur
00:04:06
di keluarga klub-klub di masyarakat
00:04:09
termasuk juga pola pendidikan yang
00:04:11
dimilikinya sejak kecil dan tentu
00:04:14
idealnya dalam ajaran agama kita manusia
00:04:18
bisa seimbang antara kesalehan sosial
00:04:22
dan kesalehan spiritual dan ritual yang
00:04:25
dilakukan dengan bahasa info lainnya
00:04:28
adalah menyeimbangkan antara urusan
00:04:30
mahdhoh dan ghoiru mahdhoh lebar
00:04:34
dan dalam konteks makna pengabdian
00:04:37
sebagai seorang hamba itu harus adanya
00:04:40
implikasi nilai-nilai
00:04:43
keagamaan pada bentuk operasional sosial
00:04:47
dan kehidupan atau kemasyarakatan
00:04:50
atau keduniaan yang pada akhirnya nilai
00:04:54
keakhiratan itu dimunculkan dalam wujud
00:04:57
ke dunia Begitupun sebaliknya i
00:05:00
ini seperti itu tapi fenomena banyak
00:05:02
yang tentu kita lihat dia tidaklah
00:05:04
demikian ini udah Sari sebetulnya
00:05:07
Nah kita lihat
00:05:09
ada sebuah
00:05:11
ini apa ya masjid atau apa ini ada tiga
00:05:16
di atas ada disebutkan Ihsan kemudian
00:05:20
tengah ada Islam dan di bawah Iman atau
00:05:24
analogi lainnya Coba anda bayangkan ada
00:05:26
satu
00:05:28
semacam misalnya satu pohon gitu ya
00:05:31
kemudian pohon itu
00:05:33
tinggi tangkai atau pohon yang kuat
00:05:37
besar akarnya kokoh berdaun berbunga dan
00:05:40
berbuah misalnya pohon mangga Apakah itu
00:05:44
dianalogikan sebagai bentuk dari pada
00:05:47
akar yang kuat itu adalah bentuk
00:05:50
kekuatan Iman
00:05:53
ini baru pengenalannya kenalan
00:05:55
pikirkannya apa itu hakikat daripada
00:05:58
iman yang kedua Hai
00:06:02
cie pohon yang kokoh itulah Islam dan
00:06:06
dahan-dahan yang besar sebagai pilar
00:06:08
dan yang ketiga juga
00:06:12
adalah
00:06:14
kamu daun yang rindang termasuk bunga
00:06:18
kalau ada dan bahkan buahnya itulah
00:06:20
daripada Ihsan
00:06:23
Abdul Mengapa saya langsung memberikan
00:06:25
Analogi ini supaya kita lebih penasaran
00:06:28
oke nah ini sebetulnya landasan ajian
00:06:32
kita ini secara teologis ini ada dalam
00:06:34
hadits rasul ya Dan kita mahfum bersama
00:06:38
tentang Nabi sini bahwa ketika itu
00:06:40
rasulullah dengan para sahabat sedang
00:06:43
berkumpul Kemudian datang seseorang
00:06:47
dengan perawakan yang luar biasa bersih
00:06:50
tampan gagah dan mengambil Rasulullah
00:06:53
kemudian bertanya pertanyaan itu yang
00:06:56
pertama adalah
00:07:00
kalau Islam sebetulnya Islam dulu yang
00:07:02
ditanyakan itu kalau ada berdasarkan
00:07:05
teks hadits ini
00:07:07
Apa itu Islam ya jawabannya di aja oleh
00:07:10
Rasul Ya rukun Islam yang kita kenal
00:07:12
yang lima itu
00:07:13
dan kemudian setelah dibenarkan bertanya
00:07:17
lagi apa itu Iman jawabannya rukun iman
00:07:20
dan berikutnya mau Ihsan jawabannya
00:07:23
tentu rukun Ihsan sampai dalam akhir ini
00:07:26
ya juga ditanya tentang ciri-ciri kiamat
00:07:29
terlebih jauh
00:07:31
nanti ikutnya
00:07:33
dari hadits yang tadi ini sebetulnya ini
00:07:37
menjadi sebuah konsep arkanuddin ini
00:07:41
konsep Rukun agama
00:07:44
Rukun agama
00:07:48
ngecek kalau rukun itu kan segala
00:07:51
sesuatu yang harus ada ya dan
00:07:53
dilaksanakan dan khas dilaksanakan jadi
00:07:57
Katakanlah agama yang kita anut bernama
00:08:00
agama Islam ini rumah seorang muslim
00:08:03
pemeluknya harus melaksanakan ketiga
00:08:06
Rukun agama ini secara sempurna itu
00:08:09
Islam dengan dengan lima pilarnya
00:08:13
kemudian iman dengan 56 dengan enam
00:08:16
pilarnya dan Ehsan dengan satu pilarnya
00:08:18
sehingga dari tiga ini bercabang menjadi
00:08:20
12 inilah sebetulnya harus
00:08:24
dilakukan Katakanlah diamalkan oleh
00:08:27
pemeluk ajaran Islam atau muslim atau
00:08:31
istilah lainnya orangnya sebut dengan
00:08:34
muslim kemudian harus menjadi seorang
00:08:36
mukmin dan juga harus menjadi seorang
00:08:39
wasit tentu yang sejati yang sejati yang
00:08:41
seperti apa sekarang kita coba gali
00:08:44
lainnya Anda nah di pertemuan sebelumnya
00:08:47
Saya kira
00:08:49
Anda masih ingat konsep agama ya
00:08:54
korelasi agama dengan manusia ke manusia
00:08:56
dengan gambar kita telah membahas
00:08:58
tentang Apa itu hakikat dari is Hai dan
00:09:01
sekilas sekuat kembali bahwa esensi
00:09:05
daripada Islam itu adalah kepatuhan
00:09:07
ketundukan jadi seorang hamba yang
00:09:10
mengabdikan diri secara totalitas kepada
00:09:13
Allah
00:09:15
dalam bentuk kepatuhan ketundukan sesuai
00:09:20
dengan perintah Allah karena ada dalam
00:09:23
bentuk pengabdian pengabdiannya ra Islam
00:09:26
ini berbicara tentang
00:09:28
lesu buah bentuk penghambaan melalui
00:09:32
kegiatan pengabdian kita
00:09:35
dikenal dalam rukuknya adalah ini mereka
00:09:38
nah makna lain daripada Islam adalah
00:09:41
keselamatan Mengapa dikatakan selamat
00:09:43
sebab orang yang patuh dan tunduk kepada
00:09:46
Allah sesuai dengan instruksi Allah baik
00:09:49
itu dalam bentuk perintah atau
00:09:51
pelarangannya dipastikan hidupnya
00:09:53
Selamat ya Coba diingat-ingat lagi kisah
00:09:56
ibu Nabi Musa deh bahkan sudah Black
00:10:00
atas ketundukan kepatuhan nya maka Musa
00:10:03
menjadi seorang rasul yang sebelumnya
00:10:06
tentu hidup di istana dan bahagia
00:10:10
dibandingkan dengan bayi-bayi pada saat
00:10:14
itu yang ia oleh Firaun
00:10:17
dibunuh GPS yg luar biasa
00:10:20
dan pengorbanan ibu Nabi Musa atas
00:10:23
Cepatlah dan ketulusannya dalam
00:10:24
kisah-kisah lainnya silakan dikaji
00:10:26
kembali lebih mendarat yang kedua adalah
00:10:29
iman secara
00:10:31
bahasa ya yakin percaya
00:10:34
dan secara etimologi terminologis nomor
00:10:39
iman itu tidak cukup dengan yakin dan
00:10:40
percaya tapi atas tips lintas.com
00:10:43
belkolbi itu juga adalah banyak klorofil
00:10:46
distant dapat mengikrarkan menyampaikan
00:10:49
dengan lisan dan tentu walau amal
00:10:51
biarkan melakukan semua semua itu dengan
00:10:54
perbuatan anggota badan kita akan tidak
00:10:57
dikatakan sempurnanya iman seseorang
00:10:59
mana rasanya yakin saja atau lisan saja
00:11:03
bikin tapi seperti integrasi antara
00:11:06
urusan hati kla batin ya Perasaan urusan
00:11:10
lisan atau perkataan yang juga perbuatan
00:11:13
itu ketiganya harus bersatu tidak
00:11:16
masing-masing gitu
00:11:19
nah eh karakteristik iman itu kan Al
00:11:23
imanu yazidu Wayan koster kadang naik
00:11:25
kadang turun
00:11:26
maka
00:11:28
cara untuk
00:11:30
menaikkan
00:11:32
tertentu diantaranya adalah dengan
00:11:34
banyak melakukan
00:11:37
kegiatan-kegiatan yang sifatnya Islam
00:11:40
ya bentuk
00:11:42
pengabdiannya apakah yang sifatnya
00:11:44
ritualistik atau juga yang kesosialan
00:11:48
wujudnya
00:11:49
dan termasuk tidak melakukan kemaksiatan
00:11:53
slop jika maksiat terus dilakukan itu
00:11:56
akan semakin mengurangi derajat keimanan
00:12:00
ia yakin jika orang yang maksiat itu
00:12:02
sudah tidak ada iman dalam dirinya
00:12:05
ya
00:12:07
ini pengenalan dulu saja dan yang ketiga
00:12:10
adalah Ihsan
00:12:11
secara sederhana Ihsan itu ya Berbuat
00:12:14
baik itu apa yang dilakukan oleh kita
00:12:18
pada siapapun baik Allah makhluk Allah
00:12:20
khususnya manusia selama itu baik sesuai
00:12:23
dengan syariat tentu itulah Ihsan tetapi
00:12:27
tentu makna hakikat yang paling mendalam
00:12:29
adalah secara
00:12:31
tarifnya kita melakukan sebuah
00:12:34
pengabdian atau beribadah kepada Allah
00:12:36
baik sifatnya maha.com nuklir mahdor
00:12:38
setelah Allah kita melihatnya itu tentu
00:12:43
bukan dengan mata yang luar ini ya
00:12:46
melihat
00:12:47
dan jika belum mampu Harus ditanamkan
00:12:50
dan diyakinkan bahwa Allah yang melihat
00:12:54
menyaksikan menilai kita
00:12:57
sudah pada sebuah makam yang tinggi ini
00:13:01
semua HP KTP itu secara taarif ya dan
00:13:05
kemudian kita lihat
00:13:06
dari Rukun agama ini akan menghasilkan
00:13:09
sebuah konsep iman itu karena bentuknya
00:13:12
keyakinan maka melahirkan sebuah konsep
00:13:16
keilmuan yang sibuk dengan akidah dan
00:13:19
tauhid
00:13:20
akidah artinya tali simpul
00:13:23
jadi
00:13:25
kerekatan kelekatan dan penyatuan
00:13:29
seorang hamba dengan Tuhan dengan Allah
00:13:32
ini tadi saya katakan akan dipengaruhi
00:13:35
oleh berbagai hal baik di internal dan
00:13:38
eksternal pribadinya maka semakin banyak
00:13:41
hal-hal baik yang dilakukan akan semakin
00:13:44
merekatkan menguatkan kali seorang hamba
00:13:47
dengan Allah dan semakin banyak
00:13:49
kemaksiatan yang dilakukan akan otomatis
00:13:53
tuh semakin mereka mereda ya ya sampai
00:13:57
lepas dengan jadi tadi three
00:14:00
menyampaikan manakala seseorang itu
00:14:03
maksiat maka
00:14:05
ya imannya Lepas itu
00:14:08
Tapi ketika dia sadar ya
00:14:11
bersatu lagi
00:14:14
hanya dia ini jangan shalat ataupun
00:14:17
naudzubillahimindzalik Ya bagi orang
00:14:20
bisa itu yang melekat zinah dan
00:14:22
sebagainya sementara Talkin to
00:14:26
menunggalkan mengesakan Mengapa
00:14:29
bahasanya menunggalkan karena tunggal
00:14:30
itu tidak tidak berbilang teh beda
00:14:33
dengan Allah itu satu
00:14:37
Yani tengahnya Cecil Abbas atas esoknya
00:14:40
begitupun Islam akan melahirkan sebuah
00:14:43
ilmu fiqih Syariah Mengapa ini berbicara
00:14:47
melahirkan Syariah fiqih dan mengasihi
00:14:51
melahirkan sebuah konsep keilmuan yang
00:14:53
berkaitan Islam itu akan berbicara
00:14:55
kaifiat berbicara tata cara untuk
00:14:58
mengabadikan kepada Allah Hai maka
00:15:00
lahirlah Syariah fiqih yang secara jelas
00:15:04
dirinci Bagaimana bentuk-bentuk kaifiat
00:15:08
acara pengajian itu itu melahirkan ilmu
00:15:10
karena ilmu itu melahirkan pengetahuan
00:15:13
berbicara cara atau bentuk untuk
00:15:16
melakukan
00:15:19
ytmp3 telah instan turunan daripada
00:15:22
hiasan ini akan melahirkan ilmu akhlak
00:15:25
Al karakter keprilakuan
00:15:29
Apa bedanya akhlak dan karakter ini luas
00:15:32
sebetulnya ada secara umum sangat malah
00:15:35
lebih tetap berbeda bahwa perspektif
00:15:37
akhlak itu spesifik dalam ajaran agama
00:15:39
Islam Sumatera karakter itu juga
00:15:42
dibangun oleh nilai-nilai yang dari luar
00:15:44
Islam baik itu kebudayaan agama yang
00:15:48
lain bahkan nilai-nilai universal
00:15:50
kemanusiaan dan sebagainya Itu sudut
00:15:54
pandang atau pisau analisisnya yang
00:15:55
lebih banyak
00:15:57
Nah ini error agama yang tadi saya
00:16:01
sampaikan
00:16:03
nah kemudian
00:16:06
karena kita adalah sebagai seorang
00:16:08
muslim yang
00:16:11
memiliki peran status tujuan itu artinya
00:16:16
karena kita beragama nyala agama Islam
00:16:19
kita harus sadar akan ini bahwa status
00:16:21
kita ini sebagai Abdulloh hamba Allah
00:16:23
yang harus mengabadikan strato kalitas
00:16:26
dan tidak boleh mendikotomikan Apakah
00:16:28
urusannya ini ibadahnya Maha dower
00:16:31
mahdhoh sebab
00:16:33
ibadah itu maknanya adalah segala
00:16:35
sesuatu yang dilakukan dan bernilai
00:16:37
positif sesuai dengan syariat atau ada
00:16:39
kaifiat dan tatacara dan tidak
00:16:41
berseberangan dengan sangat Islam itulah
00:16:44
ibadah dan akan dinilai ibadah Artinya
00:16:48
ada ajaran-ajaran yang secara belum
00:16:51
rinci pun ketika itu baik dan tidak
00:16:55
dilarang begitu
00:16:58
nanti di hasil Trenggalek istirahatnya
00:17:01
oleh para ulama yaitu akan bernilai
00:17:04
ibadah pada akhirnya baik yang sifatnya
00:17:07
langsung hubungan dengan Allah atau
00:17:10
melalui makhluk Allah itu maha Doberman
00:17:12
Dan kita punya peran dimuka bumi ini
00:17:16
sebagai khalifah sebagai pemimpin itu
00:17:20
secara umum yang kita ketahui barangkali
00:17:22
tetapi hakikatnya ribet khalifah tour
00:17:24
Villa Reni adalah menjadi seorang
00:17:27
pribadi yang dapat menjaga keteraturan
00:17:31
hidup ini mengelola bumi ini mengelola
00:17:34
lingkungan ini mengelola kehidupan SD
00:17:36
terjadilah kehidupan yang hangat dan
00:17:38
naik Bahagia itu kan jadi lebih luasnya
00:17:42
seperti itu dan tentu kita punya tujuan
00:17:45
hidup motivasi hidup apa jadinya tidak
00:17:48
bukan sebetulnya tujuan hidup kita
00:17:50
adalah lebih roam Albothyl untuk
00:17:54
mendapatkan
00:17:55
keridhaan allah yang dapat bahagia atau
00:18:00
jadi dunia bahagia di akhirat saw kala
00:18:03
al-ridha Allah sudah didapatkan oleh
00:18:05
seorang hamba Apapun akan awal mereka
00:18:07
begitu
00:18:09
nah berikutnya adalah
00:18:12
konsep ibadah perilaku kita yang ideal
00:18:16
itu sebelumnya seperti ini KTM
00:18:18
al-ghazali bahwa segala sesuatu yang
00:18:21
kita lakukan sebagai seorang hamba ini
00:18:24
harus didasari keimanan
00:18:26
tanpa iman ya Nol itu juga harus
00:18:30
didasari keilmuan
00:18:32
dan dilaksanakan dalam bentuk amal atau
00:18:35
perbuatan dan juga dilandasi dengan
00:18:37
keikhlasan serta yang idealnya adalah
00:18:40
keistiqomahan artinya begini manakala
00:18:43
seseorang melakukan sebuah pengabdian
00:18:44
kepada Allah baik itu yang sifatnya
00:18:46
sosial atau spiritual artinya ibadah
00:18:50
mahdhoh birma atau itu harus dilandasi
00:18:52
dengan keyakinan bahwa semua itu Karena
00:18:55
Allah
00:18:56
atas perintah Allah dan harus karena al
00:19:00
Hai itu tersebut dengan keikhlasan
00:19:02
nah kemudian dalam pelaksanaannya karena
00:19:05
karena melakukan persoalan itu atau
00:19:08
pengabdian itu harus didasari dengan
00:19:10
ilmu kaifiat ada ini ada muncul di Islam
00:19:13
sebetulnya
00:19:15
dan dilakukan maka dilakukan ini muncul
00:19:18
dalam bentuk perilaku atau akhlak
00:19:21
bentuk pengabdiannya diwujudkan dalam
00:19:24
perilaku misalnya seseorang salat itu
00:19:27
akhlak akhlak kepada Allah dalam bentuk
00:19:30
ketaatan Tebet seseorang beramal
00:19:33
sosial memberikan infaq sekian atau
00:19:38
wakaf misalnya juga ya dalam bentuk
00:19:42
pengabdian kepada Allah yang harus
00:19:43
kaifiatnya mata Anda dalam bentuk ilmu
00:19:46
fiqih itu jelas sangat rukun dan
00:19:49
sebaiknya Nah itu semua akan bernilai
00:19:51
juga dia harus dilandasi dengan
00:19:53
keikhlasan nilai muncul pada akhirnya
00:19:56
Ihsan itu hakikatnya daripada Ihsan Hai
00:20:00
keikhlasannya muncul periode lainnya
00:20:03
muncul kita sampai sini sebetulnya sudah
00:20:06
baik sudah sangat baik dan jika
00:20:08
dilandasi dengan keistiqamahan maka ini
00:20:11
sangat lebih baik lagi gitu teknik
00:20:15
konsisten kan Melakukan kebaikan
00:20:19
itu kemudian juga ada ini karena tadi
00:20:24
saya berbicara di awal muaranya adalah
00:20:27
akhlak
00:20:29
karena dari edar Israel contoh pohon itu
00:20:32
ya orang lain itu akan melihat buahnya
00:20:34
atau kalaupun tidak berbuah ya daunnya
00:20:37
yang bagus yang indah atau bunga ya
00:20:41
Apa itu akhlak sebetulnya ini bagian
00:20:44
daripada Ihsan ya akhlak yang pelaku
00:20:47
sebetulnya perbuatan kepribadian
00:20:50
personality tetapi secara lebih mendalam
00:20:54
Ibnu maskawih tombol Ghazali menyatakan
00:20:56
bahwa akhlak itu segala sesuatu yang
00:20:58
sudah tertanam tetap Trade Center
00:21:02
internalisasi dalam jiwa seseorang yang
00:21:05
mendalam kemudian diwujudkan dalam
00:21:07
bentuk perilaku dan tindakan yang nyata
00:21:10
dan dijadikan sebagai sebuah kebiasaan
00:21:15
tanpa adanya pemikiran dan pertimbangan
00:21:18
ini sifatnya akhlaknya spontan
00:21:21
hatinya awan itu enggak bisa dibuat puas
00:21:26
peneliti itu misalnya begini Ketika kita
00:21:28
melihat fenomena ada seseorang yang
00:21:31
tersandung kemudian dia berucap
00:21:33
Astagfirullah bagi kita yang belum
00:21:36
mengenalinya secara langsung pasti
00:21:38
pemijaran kita menyatakan perlu terbaik
00:21:40
Tapi sebaliknya jika ada orang yang
00:21:43
tersandung kemudian mengucapkan kata
00:21:45
yang kotor itu
00:21:48
maka justifikasi kita itu Orang nggak
00:21:51
baik
00:21:52
Hai ataupun jika sebetulnya melihat
00:21:55
mengenal secara lebih mendalam ya Kita
00:21:59
bisa mulai dari ia speknya
00:22:01
center Advan sekarang
00:22:05
namakan secara pembagian ini ahli itu
00:22:09
dilihat dari segi objeknya
00:22:11
ada dua sepertinya ada akhlak kepada
00:22:14
Khaliq dan kepada makhluk-makhluk itu
00:22:16
siapa yang hanya Allah contoh akhlak
00:22:18
kepada Allah itu apa mengalirkannya
00:22:21
menaatinya sabar tawakal istiqomah dalam
00:22:24
bentuk pengabdiannya misalnya banyak
00:22:26
ketaatan itu ya soalnya Solar tidak
00:22:30
maksiat yang langsung sifatnya dengan
00:22:32
Allah banyak encode kepada
00:22:35
makhluk-makhluk itu banyak makhluk kalau
00:22:36
itu kan kita tidak tahu dan Bisa
00:22:38
menghitung Berapa banyak tapi setidaknya
00:22:41
dayang-dayangnya tayang gaib kerajinan
00:22:43
malaikat Bagaimana perilaku kita sikap
00:22:46
kita pada malaikat pada Jin dengan
00:22:48
meneladani sifat-sifat yang juga sudah
00:22:50
berjenis
00:22:51
berakhlak kepada makhluk Allah yang
00:22:54
disebut malaikat dan jin ini sebetulnya
00:22:56
yang nyata juga ada yang hidup ada yang
00:22:59
mati Hai yang hidup itu ya manusia
00:23:01
tumbuhan hewan manusia juga banyak ada
00:23:04
orang tua guru
00:23:06
kawan dan sebagainya Bagaimana sebuah
00:23:09
etika perilaku menyikapinya terhadap
00:23:12
saudara-saudara kita termasuk juga yang
00:23:14
non-muslim dan sebaiknya
00:23:16
Nah kepada tumbuhan dan hewan pun
00:23:20
demikian bagaimana kita memuliakan
00:23:23
makhluk Allah yang Sebutkan hewan atau
00:23:26
tumbuhan ini hanya memberikan
00:23:28
makan-minum menyinari atau dengan sinar
00:23:31
matahari artinya tidak disimpan pada
00:23:32
yang gelap dan sebagainya Itu juga
00:23:34
bagian daripada itu dan termasuk pada
00:23:37
yang mati artinya benda atau lingkungan
00:23:39
yang secara tidak langsung hidup ya
00:23:42
lingkungan sekitar rumah di rumah
00:23:44
bagaimana kita membersihkannya kamar
00:23:46
sendiri sehingga kamanre begitu nyaman
00:23:49
wangi dan sebagai itu juga bagian
00:23:51
daripada ah pada lingkungan serta
00:23:55
ah kemudian kita yang menjuntai akhirnya
00:23:58
Bagaimana sebetulnya Hai
00:24:01
konsep Insan Kamil itu ya Ini manusia
00:24:05
yang Paripurna itu sepertinya Intelkam
00:24:07
itu adalah seorang muslim mukmin dan
00:24:10
mesin yang sejati apa indikatornya dapat
00:24:13
melaksanakan rukun Islam yang lima jika
00:24:16
mampu semua gitu ya Misalnya mengatakan
00:24:18
jika mampu yang diesel kalau Haji mampu
00:24:21
belum wajib pada waktunya setiap apa
00:24:24
menjadi mukmin yang sejati yang
00:24:26
melaksanakan indikator-indikator rukun
00:24:28
iman itu dan menjadi seorang muslim yang
00:24:30
sejati itu melaksanakan indikator
00:24:33
berpengalaman pengabdian kepada Allah ya
00:24:35
Salahlah melihatnya dalam hadits tadi
00:24:38
itu jika tidak mampu ya yakini bahwa
00:24:40
Allah menilai melihat
00:24:43
dan tentu juga ini diseimbangkan dengan
00:24:45
keseimbangan
00:24:47
fisik lahir dan batin yang sehat pilihan
00:24:51
lahirnya sehat badannya sehat
00:24:54
intelektualnya tinggi atau chanes
00:24:57
kepribadian muslim itu yang itunya semua
00:25:00
itu juga
00:25:02
disebut
00:25:04
er sebagai insan kami itu adalah orang
00:25:08
yang dapat
00:25:10
memaksimalkan seluruh potensi yang
00:25:13
dimiliki Allah memberikan potensi akal
00:25:15
dengan pemikirannya helm berikan potensi
00:25:18
hati dengan perasaannya Allah berikan
00:25:21
potensi Indra dengan seluruh aspek organ
00:25:25
tubuh yang dimiliki oleh manusia itu
00:25:26
dimaksimalkan dalam bentuk teknik status
00:25:29
peran sebagai bentuk pengabdian Kepada
00:25:32
Allah sebagai khalifatullah dan sebagai
00:25:34
Ambillah
00:25:36
memiliki tujuan untuk menggapai Ridha
00:25:40
Allah itu sebabnya itu secara sederhana
00:25:43
Allah gitu ya
00:25:45
Karena begini Mengapa muaranya Teddy
00:25:48
akhlak kita di sana ya non-muslim itu
00:25:51
tidak melihat berapa tidak
00:25:55
mengebor dalam berapa banyak hafalannya
00:25:58
orange hafalan Qur Hai kaji Alquran yang
00:26:01
lihat itu adalah nya personality
00:26:04
keluarannya ya punya karakter baik atau
00:26:07
enggak tahu aja jadi sebuah pemikiran
00:26:10
atau sebuah justifikasi dan muslimat
00:26:14
siapapun kepada pribadi kita ini ya
00:26:16
dalam bentuk episode harganya
00:26:19
gitu ya jadi representasi seorang muslim
00:26:23
itu ya itu
00:26:25
kekhilafannya itu baik itu untuk sesama
00:26:30
umat beragama atau berbeda agama
00:26:33
termasuk pada makhluk Allah yang lain
00:26:36
Jadi hal ada hal-hal yang perlu
00:26:38
dilakukan
00:26:40
semaksimal mungkin dan sebaik mungkin
00:26:44
itu Shakira
00:26:47
sebagai bentuk
00:26:50
capek tolong barangkali karena saya Saya
00:26:52
kira ini tidak berlebih mendalam tetapi
00:26:55
dengan stimulus yang saya berikan
00:26:58
mengharuskan anda woah lebih berpikir
00:27:01
lebih sadar mau mengkaji lebih mendalam
00:27:03
lagi gitu Itu yang saya inginkan
00:27:08
dan tetap mudahnya akhlak Mengapa
00:27:12
demikian rasul itu diutus kan untuk
00:27:15
menyempurnakan akhlak gunakan untuk
00:27:17
menyempurnakan tauhid karena kesini
00:27:20
sebetulnya Ketika seseorang itu
00:27:22
akhlaknya bagus
00:27:24
otomatis
00:27:25
menaungi Khan Allah otomatis menaati
00:27:28
Allah otomatis akan lebih sabar akan
00:27:31
lebih tawakal itu indikator nya jadi
00:27:34
Katakanlah salah satu indikator akhlak
00:27:37
itu adalah menawarkan Allah Secara
00:27:41
teoritis begitu Mengapa Rasul diutus
00:27:43
untuk menyempurnakan akhlak yang ketika
00:27:46
akhlaqnya sudah baik kepada Allah pasti
00:27:49
keimanan ketelitian ekonomi tinggi
00:27:51
begitupun kepada makhluk yang lain
00:27:54
begitu saya kira mudah-mudahan
00:27:57
manfaatnya mohon maaf jika ada
00:28:00
salah-salah kata dan Insyaallah kita
00:28:02
kembangkan
00:28:04
konsep materi ini pada diskusi
00:28:07
berikutnya secara langsung jika ada satu
00:28:10
hal yang perlu diperjelas Silahkan
00:28:13
hubungi dosen masing-masing atau juga ke
00:28:15
saya boleh
00:28:16
Terima kasih kita akhiri dengan Hamdalah
00:28:20
alhamdulillahirobbilalamin Subhanallah
00:28:22
mereka adalah hilang tetap
00:28:25
assalamualaikum warahmatullah
00:28:27
wabarakatuh
00:28:31
[Musik]