00:00:00
wajah baru
00:00:02
Indonesia Saya ingin menggaris bawahi
00:00:05
barunya di sini Bukan semata
00:00:09
Matata soal
00:00:11
usia tapi barunya di sini adalah soal
00:00:15
gagasan Indonesia yang baru Indonesia
00:00:18
yang berbeda dengan kemarin apa catatan
00:00:23
penting di situ Bapak Ibu sekalian dunia
00:00:26
hari
00:00:27
ini bukan hanya kita the world is
00:00:31
entering a new
00:00:33
era memasuki era baru di
00:00:37
mana di mana
00:00:40
bahasa
00:00:42
utama
00:00:44
interaksi dalam berbagai institusi
00:00:47
adalah
00:00:51
meritokrasi meritocrasy is the new
00:00:55
language Bapak Ibu
00:00:57
sekalian ke depan orang tidak lihat
00:01:00
apakah Anda orang Indonesia Apakah orang
00:01:03
Singapura atau orang Malaysia
00:01:05
pertanyaannya bukan lagi latar belakang
00:01:09
pertanyaannya adalah latar
00:01:11
depan apa yang Anda bisa lakukan apa
00:01:15
yang Anda bisa
00:01:16
kontribusikan memasuki era seperti ini
00:01:19
tantangan kita di Indonesia menjadi amat
00:01:23
besar kalau kita perhatikan Tidak usah
00:01:26
jauh-jauh Bu sekalian izinkan kita
00:01:29
bertanya nya pada diri kita
00:01:31
sendiri what makes us sit where we are
00:01:35
today ada Pak yardi sini What Makes You
00:01:38
sit in that chair Pak what makes me
00:01:41
stand here what makes Pak Tanri sit
00:01:44
where He is today What Makes everyone Of
00:01:46
Us sit where we are today bukan kerja
00:01:49
keras bukan latar
00:01:53
belakang it's education that makes you
00:01:56
sit where you are pendidikan kita
00:02:00
menentukan kita duduk di
00:02:03
mana hari ini yang dilayani dan yang
00:02:06
melayani bedanya bukan
00:02:09
etnisnya bukan sukunya bukan desanya
00:02:13
bukan kampungnya yang membedakan level
00:02:15
of Education yang membedakan yang
00:02:18
dilayani dan melayani dan ini adalah
00:02:21
perubahan yang luar biasa dalam
00:02:23
masyarakat Indonesia the old Indonesia
00:02:27
was equal
00:02:30
Indonesia yang lama saya
00:02:32
menginterpretasikan nih yang dikatakan
00:02:33
Pak Hermawan the old Indonesia was equal
00:02:37
very equal in term of what we all were
00:02:42
poor kita semua ini sama apa sama-sama
00:02:46
miskin sama-sama
00:02:48
terbelakang sekarang kita menyaksikan
00:02:51
sebagian dari kita menjadi
00:02:55
the the
00:02:57
Nose the work dan sebagian dari kita the
00:03:01
have not the work not the not Apa yang
00:03:06
membedakan itu karena channel
00:03:09
penempatannya berbeda the channeling
00:03:13
adalah education pendidikan itu yang
00:03:16
menempatkan kita berada di mana hari
00:03:19
ini kita menemukan Indonesia yang harus
00:03:22
disyukuri Saya menyakan ini bukan
00:03:25
sebagai Mas ka
00:03:28
tidakungka yang rata itu menjadi
00:03:31
Sejahtera semuanya bersamaan
00:03:34
Impossible pasti prosesnya bertahap step
00:03:38
by step hari ini large portion of
00:03:43
indonesians sudah menempati yang biasa
00:03:46
disebut middle class Kalau saya lebih
00:03:50
suka menyebutnya bukan middle
00:03:52
class middle income group Pak karena as
00:03:56
a class they able to organize them hari
00:03:59
ini our middle income grp masih belum
00:04:02
tapi as a grp sudah
00:04:04
ada Ini satu sisi di sisi lain masih
00:04:09
begitu banyak yang di belakang bagaimana
00:04:12
kita mengubah ini bagaimana kita
00:04:14
mansformasi ini di sini Menurut
00:04:17
kami sudah saatnya kita semua mengubah
00:04:22
cara pandang kita tentang eskalator
00:04:28
tadi beberapa waktu yang lalu kita ada
00:04:30
sebuah
00:04:32
program mengundang para profesional
00:04:36
untuk menjadi guru sehari salah satunya
00:04:38
Mas Agung Kompas tadi menjadi guru satu
00:04:41
hari dan begitu banyak karyawan-karyawan
00:04:44
dari grup gram media Kompas ikut program
00:04:47
ini apa yang ingin didorong Bapak Ibu
00:04:49
sekalian hari ini kita sudah harus
00:04:52
berhenti menganggap eskalator itu negara
00:04:57
Jadi kalau di sini ini ada Youth and
00:05:02
netizen ini adalah instrumen besar yang
00:05:06
harus dirangsang untuk memainkan
00:05:09
peran kalau saja kalau saja Indonesia
00:05:13
baru yang terbentuk kemarin tidak
00:05:16
memiliki fondasi yang hebat kita tidak
00:05:18
seperti sekarang ada fondasi luar biasa
00:05:21
satu tadi saya katakan pendidikan yang
00:05:24
kedua adanya Nation state yang mengakui
00:05:28
kesejajaran
00:05:31
Nation state yang mengakui
00:05:33
kesjajaran Pak
00:05:35
Jokowi Pak
00:05:38
Jokowi tidak mungkin menjadi gubernur di
00:05:41
Jakarta jika di Indonesia tidak ada
00:05:44
prinsip
00:05:48
kesejajaran kalau beliau di Malaysia
00:05:50
enggak mungkin jadi gubernur dengan
00:05:52
segala hormat pada counterpart kita di
00:05:54
Malaysia beliau tidak mungkin menjadi
00:05:56
gubernur di Malaysia engak mungkin
00:05:58
Indonesia dibangun oleh orang terdidik
00:06:02
begitu membangun sebuah Nation state
00:06:04
yang dilakukan apa samakan semua orang
00:06:07
mereka berasal belakang dari aristokrasi
00:06:10
tapi mereka menghapuskan aristokrasi ada
00:06:14
138 kerajaan yang dihapus diratakan kita
00:06:18
hari ini merasakan manfaatnya kita hari
00:06:21
ini mulai merasakan yang kedua adalah
00:06:25
bahasa coba kita tidak punya satu bahasa
00:06:28
mengerikan sekali Pak mengerikan sekali
00:06:31
kita take it for granted tapi tanpa itu
00:06:35
Indonesia baru yang kita ketahui
00:06:37
sekarang itu will never Exist Uni Eropa
00:06:41
hari ini terdiri dari 27 negara dan
00:06:45
bahasa resmi Uni Eropa 23 negara 23
00:06:50
bahasa 23 official language of
00:06:54
A7
00:06:58
countkan ik ini bahasanya empat saja
00:07:02
sudah
00:07:04
rumit kita beratus dan memilih satu itu
00:07:08
adalah new Indonesia fondasi kesejajaran
00:07:12
ditambah dengan perasaan kesatuan lalu
00:07:17
yang kita sama-sama ini
00:07:18
ditransformasi lewat instrumen
00:07:21
pendidikan Nah sekarang kita menghadapi
00:07:24
era baru yang tadi saya sebut sebagai
00:07:27
istilah Era kan meritokrasi nanti Bapak
00:07:32
Ibu sekalian kalau di privat sektor
00:07:34
sudah
00:07:35
terjadi Siapa yang menjadi CEO bukan
00:07:38
berdasarkan warna
00:07:40
paspor tapi berdasarkan kompetensi It's
00:07:45
not the color of your passport that
00:07:48
determine your position tetapi It's your
00:07:50
competence dan di sini kalau kita tidak
00:07:54
mengambil alih tanggung jawab siapa kita
00:07:57
itu Civil societ
00:08:01
nonment kita tidak mengambil alih Mas
00:08:04
tanggung jawab soal ini we are waiting
00:08:07
for a time bomb to
00:08:10
Explode allow me to give us a
00:08:13
warning Yes this country move because
00:08:16
there is hope kita ini bergerak karena
00:08:18
ada harapan tapi hati-hati kita juga
00:08:21
harus bergerak karena ada ancaman apa
00:08:24
ancaman itu Bapak Ibu sekalian yang
00:08:27
dinaik kelaskan seperti kita sekarang
00:08:29
ini
00:08:32
kita sekang menyiapkan generasi
00:08:34
berikutnya generasi penerusnya tadi kita
00:08:38
mendengarkan Pak her
00:08:48
kayacerita bukan sesuatu yang
00:08:51
yang sesuatu yang
00:09:00
karena He
00:09:03
has
00:09:05
Beyond her father dan itu artinya her
00:09:09
father is a good
00:09:11
teacher Because he can make the daughter
00:09:13
achieve better than the
00:09:18
father guru yang baik itu menghasilkan
00:09:21
murid yang lebih baik jadi kalau ada
00:09:23
murid yang sama baiknya berarti salah
00:09:25
gurunya
00:09:27
ini pertanyaannya p
00:09:30
sealian
00:09:32
beberapa waktu ini kita menyaksikan we
00:09:35
can take care of ourself kita semua yang
00:09:38
berada di tempat ini Insyaallah sudah
00:09:40
bisa mengurus diri sendiri Kita engak
00:09:42
minta pemerintah kalau sakit kita semua
00:09:45
tidak ada yang ke Puskesmas Saya jamin
00:09:48
di tempat ini no one of Us ini kalau
00:09:51
sakit ke Puskesmas kalauupun pergi ke
00:09:54
RSCM pasti
00:09:57
sekutifinik bukan
00:10:00
reginic kalau ngirim anak sekolah
00:10:03
iarantee you don't send your kids to sd
00:10:07
impress garanti Pak our welfare we can
00:10:11
take care of ourself Kenapa karena kita
00:10:13
sudah naik
00:10:14
tadi tetapi ada juta lain yang tidak
00:10:20
bisa melakukan
00:10:22
itu kalau kita tidak melakukan sesuatu
00:10:25
apa yang terjadi iu sekalian kita dulu
00:10:27
equal Society we all
00:10:30
po By the way tahun 45 95% of
00:10:35
indonesians were
00:10:37
illiterate 95% penduduk Republik ini
00:10:40
buta huruf Saya membayangkan pak suruh
00:10:44
pidato bisa mengumpulkan masa sanggup
00:10:47
kasih bambu diruncingkan Pak siap perang
00:10:50
Pak tapi beri secari kertas write down
00:10:54
your
00:10:54
name angkat
00:10:57
tangan seberapa terbelakang kita hari
00:11:01
ini yang buta huruf tinggal
00:11:04
8% kami harus kita semua harus bangga
00:11:07
tidak ada bangsa di dunia sebesar
00:11:09
Indonesia bisa mengkonversi dari
00:11:12
complete illiteracy menjadi complete
00:11:15
literacy seperti Indonesia tidak banyak
00:11:17
bangsa yang bisa melakukan seperti itu
00:11:19
and
00:11:21
us We did it hanya kita seringkiali
00:11:25
tidak percaya good news from Indonesia
00:11:29
We Believe on bad news from Indonesia
00:11:31
kalau ada bad news tentang Indonesia
00:11:34
yakin kalau good news Let's think it
00:11:36
twice datanya kurang
00:11:38
valid tapi kenyataannya tidak ini contoh
00:11:41
kasus artinya Bapak Ibu sekalian ada
00:11:46
usaha serius dan
00:11:48
membuat kelompok baru yang jumlahnya
00:11:51
cukup besar tapi ini menghasilkan
00:11:55
inquality yang tadi saya Sebutkan
00:11:59
inequality bukan karena dari dulunya
00:12:01
inequal bukan inequality karena
00:12:05
gilirannya belum sampai pada semua Nah
00:12:09
kalau seperti ini terjadi naik kelasnya
00:12:12
belum pada semua maka tanggung jawab
00:12:15
menaikkan itu tidak boleh berhenti di
00:12:18
tangan negara tapi harus kita semua ikut
00:12:22
turun tangan mengapa tidak boleh
00:12:24
berhenti tangan negara yang membuat kita
00:12:27
Sejahtera itu semua negara kok
00:12:29
yang membuat kita sekolah negara yang
00:12:32
memberikan izin-izin izin tambang izin
00:12:36
untuk telekomunikasi izin apapun it
00:12:38
comes from the state negara membantu
00:12:41
menentapkan kita di mana sekarang tentu
00:12:45
pasar ada peran yang amat besar Sekarang
00:12:49
saatnya bagi yang sudah dinaik kelaskan
00:12:52
untuk turun tangan it is now the time
00:12:57
for the middle class of Indonesia untuk
00:13:00
get their Hands on untuk apa Payback
00:13:04
bukan donasi bayar balik it's a
00:13:08
completely different concept kalau
00:13:10
donasi itu karena saya memiliki saya
00:13:13
memberikan ini bayar balik kenapa saya
00:13:17
di sini karena saya diangkat oleh negara
00:13:19
karena ada state di dalam Nation ini
00:13:22
there is a state in this Nation without
00:13:25
the presence of state in this Nations we
00:13:27
are not where we are today Let's pay
00:13:29
back karena itu sektor Civil Society
00:13:33
secttor corporations hari ini harus
00:13:38
peduli ancamannya apa ini yang saya
00:13:40
ingin sampaikan ancamannya adalah time
00:13:44
bomb yang saya sebut tadi ini ada yang
00:13:46
di atas ada yang di bawah yang menaikkan
00:13:49
ke atas namanya pendidikan hari ini
00:13:52
Education is expensive maksud saya
00:13:55
quality Education is expensive kalau
00:13:58
didiamkan seperti sekarang saja maka
00:14:01
yang di bawah akan berputar di bawah dan
00:14:04
yang di atas akan berputar di
00:14:06
atas the new middle class of Indonesia
00:14:09
in the future is coming from the
00:14:11
existing middle class of
00:14:14
Indonesia padahal middle class Indonesia
00:14:17
hari ini datangnya dari the waktu itu
00:14:21
bukan lower class ya waktu itu kita
00:14:22
masih sejajar sama karenanya kalau kita
00:14:27
tidak ingin ini bom turun tangan
00:14:32
terlibat kita harus mulai membuat
00:14:35
education sebagai Movement saya
00:14:38
kebetulan di Universitas tapi saya harus
00:14:40
beri disclaimer Saya tidak punya sedikit
00:14:43
pun background
00:14:45
education enggak punya saya belajarnya
00:14:48
ekonomi saya belajarnya public Policy
00:14:50
tapi justru karena melihat itu Saya
00:14:52
menyaksikan ini ada time bomb kalau kita
00:14:55
tidak turun tangan sekarang orang boleh
00:14:58
miskin
00:14:59
orang boleh jauh dari akses pada
00:15:02
kesejahteraan tapi bayangkan
00:15:07
ekonominya lemah pekerjaannya sulit
00:15:11
pulang ke rumah yang
00:15:14
panas sumpek menyaksikan Anaknya tidur
00:15:18
sambil dia membayangkan anak ini akan
00:15:22
mengalami Seperti yang saya alami 30
00:15:25
tahun yang akan datang itu resep membuat
00:15:29
Collective
00:15:30
frustration karena dia membayangkan
00:15:33
anaknya tidak akan bisa lebih
00:15:36
baik
00:15:37
karenanya penting sekali I Ibu sekalian
00:15:40
untuk membawa mereka semua saudara kita
00:15:44
sendiri yang belum dapat giliran
00:15:49
naik How do we do it make education a
00:15:55
Movement make education a Movement not a
00:15:57
program hari ini we make education a
00:16:01
program program r
00:16:04
byment apa sih kinya kalau itu program
00:16:08
kalau itu program
00:16:12
aryaersip
00:16:14
Man m
00:16:21
owners itu
00:16:27
Pram kdekaan dijadikan program
00:16:31
Departemen Pertahanan
00:16:33
Oke tentara sekutu datang Lalu kita
00:16:36
semua bilang Monggo bapak-bapak yang
00:16:38
berada Departemen Pertahanan silakan
00:16:40
bertempur melawan sekutu semoga menang
00:16:42
kami
00:16:43
mendoakan jika kalah nanti kami kritik
00:16:46
gak bisa turun tangan ada perasaan
00:16:50
ownership if you fail we fail hari ini
00:16:54
tidak if they fail they fail bagian kita
00:16:58
mengkritik
00:16:59
bagian kita memuji bayar pajak dan ikut
00:17:02
pemungutan suara that is not enough
00:17:05
tambahkan komponen kelima turun tangan
00:17:10
terlibat gak
00:17:12
cukup Gimana caranya untuk terlibat
00:17:16
tidak bisa keterlibatan itu dengan
00:17:19
diwajibkan mewajibkan perusahaan
00:17:22
mewajibkan swasta begitu diwajibkan
00:17:25
lebih bangga kalau menghindar daripada
00:17:27
menjalankan di mana-mana itu begitu
00:17:30
diwajibkan lebih senang kalau kitaak
00:17:34
bisau
00:17:36
sekalian kita di sekeliling kita ini
00:17:39
terlalu banyak masalah yang terkait
00:17:41
dengan pendidikan terlalu banyak masalah
00:17:44
kita saja di sini saya ketika masih SMA
00:17:48
ini cerita smih SMA inspire dengan
00:17:51
cerita Pak Tanri
00:17:53
Abeng beliau waktu itu
00:17:57
menjadi manajer 1 miliar di enggak tahu
00:18:02
1 miliar benar waktu itu apa tidak tapi
00:18:04
ceritanya manajer R miliar saya bukan
00:18:06
ingin jadi majer 1 miliarnya saya
00:18:08
kemudian baca ketika muda ketika SMA
00:18:12
mengikuti program pertukaran pelajar dan
00:18:15
kemudian apa yang terjadi Saya ingin
00:18:17
bisa ikut program itu mudah-mudahan satu
00:18:21
saat nanti saya bisa memiliki perjalanan
00:18:24
yang lebih
00:18:25
baik apa sih
00:18:32
inspirasi itu yang kita bisa berikan dan
00:18:35
saya ingin sampaikan untuk pendidikan
00:18:37
donasi terbesar bukan uang bukan buku
00:18:42
donasi terbesar adalah kehadiran
00:18:47
kita hadirnya kita donasi terbesar
00:18:51
karena
00:18:57
itu mengelola
00:18:59
institusi turun
00:19:01
tangan terlibat begitu kita turun tangan
00:19:05
the rest itu merasa terpanggil untuk
00:19:08
turun tangan ini saya berikan contoh Pak
00:19:11
Mas Agung Kompas begitu beliau turun
00:19:14
tangan ikut jadi guru meskipun satu hari
00:19:17
apa yang terjadi semua merasa kalau
00:19:19
beliau saja mau turun tangan What can I
00:19:22
do meskipun hanya satu hari Bapak Ibu
00:19:25
sekalian begitu kita melihat ke sana
00:19:29
ini cerita betulan kalau bapak ibu
00:19:32
datang ke sekolah-sekolah di dekat-dekat
00:19:34
sini enggak usah jauh-jauh di
00:19:36
dekat-dekat sini saja akan ketemu dengan
00:19:39
sekolah yang persis sekolah kita 30 40
00:19:43
tahun yang lalu gak
00:19:45
berubah sama persis dan yang menarik
00:19:48
lagi adalah begitu berada di tempat itu
00:19:50
begitu berada di tempat
00:19:51
itu tanyakan cita-cita anak-anak kita
00:19:56
cita-citanya kebanyakan anak-anak itu
00:19:58
itu ingin cita-cita yang profesinya
00:20:01
berseragam kalau berseragam itu bagus
00:20:03
sat Pal
00:20:06
PP super Bluebird karena berseragam
00:20:10
Looks good tidak ada masalah dengan
00:20:12
profesi itu semua tidak ada masalah
00:20:14
profesi itu semua yang jadi masalah
00:20:17
adalah cita-cita seseorang adalah cermin
00:20:23
pengetahuannya begitu Anda datang di
00:20:25
tempat-tempat itu memberikan inspirasi
00:20:28
mereka akan punya cita-cita yang lebih
00:20:30
jadi bapaku sekalian saya ingin
00:20:34
mengundang Mari kita turun tangan dan
00:20:37
mencoba kreatif ada sebuah
00:20:40
perusahaan yang melakukan program turun
00:20:44
tangan seperti ini dengan membuat CSR
00:20:47
tapi besarnya CSR tidak ditentukan oleh
00:20:50
ceo-nya dia Tentukan lewat apa jam
00:20:53
mengajar
00:20:56
employee-nya jika employee saya mengajar
00:20:59
sekian ratus jam itu dikonversi dalam
00:21:03
bentuk CSR perusahaannya perusahaannya
00:21:07
ditentukan oleh turun tangannya semua
00:21:10
orang jadi kalau ingin perusahaan ini
00:21:12
lebih banyak mendukung maka turun tangan
00:21:16
Bapak Ibu sekalian yang jadi kern kita
00:21:19
sekarang begitu kita turun tangan kita
00:21:22
membantu
00:21:24
membereskan persoalan naik kelas tadi
00:21:28
terbuka kalau anak-anak kita memiliki
00:21:33
masa depan yang cerah memiliki peluang
00:21:35
Insyaallah Indonesia lebih baik beberapa
00:21:38
tahun ini kita ketemu
00:21:43
dengan novel yang jadi buku Laskar
00:21:48
Pelangi lima Negeri Lima Menara dan
00:21:52
barubaru ini nine summerers 10 Autumn
00:21:55
Iwan Setiawan semua ceritanya dari bawah
00:21:59
sampai puncak dari bawah naik ke atas
00:22:03
ini mengirimkan seat of
00:22:05
hop
00:22:07
tapi karena kasusnya unik sekali maka
00:22:12
dia menjadi sesuatu yang bisa
00:22:15
digandakan Yang sekarang kita harus
00:22:17
lakukan bukan membuat kasus-kasus
00:22:19
seperti ini terbuka saja tetapi terlib
00:22:23
untuk membawa itu naik ke
00:22:26
atasa anak-anak kita memiliki kompetensi
00:22:30
yang baik karena mereka terdidik maka
00:22:33
kita masuk di era meritokrasi ini dengan
00:22:37
penuh percaya diri dengan penuh percaya
00:22:40
diri hari ini kalau kita masuk era
00:22:42
metitokrasi agak tumbang menurut mckiny
00:22:47
diperlukan 300 World Class business
00:22:50
Leaders di tahun
00:22:52
2018 dan hari ini baru
00:22:56
ada 100 World Class business Leaders di
00:23:00
Indonesia untuk seluruh sektor
00:23:02
diperlukan
00:23:05
33.000 untuk Universitas Rumah Sakit
00:23:12
Mall televisi radio media
00:23:15
massa yang ada baru
00:23:18
10.000 sisanya akan datang dengan paspor
00:23:23
yang warnanya tidak hijau pada saat itu
00:23:27
akan muncul ekspresi nasionalisme
00:23:31
sempit hari ini sudah sering muncul
00:23:35
ekspresi regionalisme sempit kalau ada
00:23:38
pemilihan sesuatu lalu bicara harus
00:23:41
putra daerah ini mau menentukan direksi
00:23:43
misalnya di sebuah perusahaan di daerah
00:23:45
tertentu harus putra daerah begitu ada
00:23:48
yang mengatakan harus putra daerah maka
00:23:51
itu adalah ekspresi paling santun atas
00:23:54
kenyataan bahwa kami tak
00:23:57
mampu spresikannya sopan harus putra
00:24:00
daerah sebetulnya cuman bilang saya
00:24:02
enggak mampu karena itu harus putra
00:24:04
daerah ke depan kita akan menyaksikan
00:24:07
seperti itu harus Bumiputra harus
00:24:09
Indonesia bukan karena nasionalisme
00:24:12
karena kita kalau diukur pakai standar
00:24:15
objektif kalah kekalahan paling
00:24:20
menyakitkan Danu
00:24:22
sekalian kalau kalah karena latar
00:24:25
belakang tidak
00:24:27
sakit misalnya mau jadi gubernur Jakarta
00:24:30
tapi syaratnya adalah tempat tanggal
00:24:33
lahir Jakarta Ya sudah mau bilang apa
00:24:35
lagi ibu saya memilih tidak melahirkan
00:24:38
saya di Jakarta mau bilang apa it
00:24:40
doesn't
00:24:41
hurt tapi jika anda mau mengambil sebuah
00:24:45
posisi dan gagal karena ukuran objektif
00:24:48
that Hurts itu sakit kenapa karena kita
00:24:51
tidak melakukan persiapannya the Failure
00:24:54
is ours kegagalan itu milik kita bukan
00:24:57
milik yang lain di era meritokrasi
00:24:59
seperti ini tidak ada tempat bagi kita
00:25:03
untuk melupakan kompetensi anak-anak
00:25:05
kita harus fokusnya di situ Ini bapaku
00:25:08
sekalian harus menjadi kesadaran kita
00:25:11
semua sehingga kita mau terlibat turun
00:25:14
tangan dan Saya membayangkan the new new
00:25:17
Indonesia tadi the new Indonesia adalah
00:25:20
Indonesia yang satu Indonesia yang ada
00:25:24
peran negaranya Indonesia yang
00:25:27
menghadirkan kesejajaran ini luar biasa
00:25:30
soal kesejajaran itu the new new
00:25:34
Indonesia adalah Indonesia yang di sana
00:25:38
bermunculan anak-anak yang kompetensinya
00:25:42
melampaui
00:25:43
standar-standar regional bahkan
00:25:46
internasional di situ anak-anak kita
00:25:50
yang membuat kita ini bangga kalau
00:25:52
melihat anak-anak Indonesia berhasil
00:25:54
pengumumannya bukan di Jakarta
00:25:56
pengumuman bukan di
00:25:58
pengumumannya ada di kota-kota besar
00:26:01
dunia dan siapa yang bermunculan
00:26:03
anak-anak yang namanya
00:26:05
Indonesia ini yang harus kita siapkan di
00:26:08
semua sektor Saya tidak hanya
00:26:10
membayangkan di sektor bisnis saya malah
00:26:12
membayangkan mudah-mudahan di sektor
00:26:14
sepak bola kita
00:26:17
ada it's a number one promoter of the
00:26:20
country bayangkan jika BP itu menjadi
00:26:24
pemain di Liga Spanyol Wih Indonesia itu
00:26:27
dahsy
00:26:30
Pos hari ini belum kita sudah terkenal
00:26:34
tapi baru domestik Saya membayangkan the
00:26:36
new new Indonesia dan itu artinya
00:26:39
paytion ation berikan perhatian yang
00:26:42
cukup pada pendidikan dan harus
00:26:45
diperhatikan pendidikan bukan soal UN
00:26:48
Pak Un itu ramya di media yang saya
00:26:52
lebih menakkan
00:26:54
naikeli
00:26:57
Garan masuk SD 1 tahun 5,6 juta anak
00:27:02
lulus SMA yang ikut UN kemarin itu 2,3
00:27:07
juta Bu sekalian 5,6 yang ikut UN 2,3
00:27:12
ini yang hilang di jalan itu 3,3 juta
00:27:16
Where are our attention to
00:27:19
them kalikan 10 tahun itu 33 juta itu
00:27:24
yang disebut di semua report sebagai
00:27:26
bonus demografi
00:27:35
yang kita perhatikan yang sudah dalam
00:27:37
sekolah
00:27:38
seakan-akan
00:27:40
iso
00:27:43
moreids Inside SY jadi new Indonesia
00:27:47
adalah Indonesia yang membawa mereka
00:27:49
naik ke atas new indonesia yang peduli
00:27:52
dan new Indonesia
00:27:56
sayaayangkanasengah yang gerak bukan
00:27:59
kelompok kelas menengah yang konsumtif
00:28:01
saja tapi kelompok kelas menengah yang
00:28:03
turun tangan yang terlibat sebagaimana
00:28:07
keterlibatan banyak orang di
00:28:09
sektor-sektor lain kelas menengah
00:28:11
istilah kami yang merasa memiliki
00:28:14
masalah kelas menengah yang own the
00:28:17
problem dengan begitu maka We Own the
00:28:20
country and we will own a better
00:28:23
Indonesia in the future barangkali itu
00:28:26
Pak Hermawan yang bisa saya sampaikan
00:28:30
mudah-mudahan tidak kepanjangan Terima
00:28:32
kasih asalamualaikum warahmatullahi
00:28:34
wabarakatuh saya boleh minta