00:00:01
[Musik]
00:00:09
asalamualaikum warahmatullahi
00:00:11
wabarakatuh perkenalkan kami dari
00:00:14
kelompok 5 akan menjelaskan materi
00:00:16
mengenai landasan historis
00:00:18
pendidikan sebelumnya izin
00:00:20
memperkenalkan diri Nama
00:00:21
saya dengan n
00:00:24
24462 dan RE saya
00:00:31
241 Perkenalkan nama saya Sultan dengan
00:00:34
NIM
00:00:37
2404331 Selamat
00:00:39
menonton baik eh landasan pendidikan
00:00:42
adalah dasar atau pijakan yang digunakan
00:00:46
dalam dunia pendidikan yang pertama ada
00:00:49
pendidikan pada zaman prasejarah pada
00:00:52
zaman paleolitik dan neolitik
00:00:54
kepercayaan yang dianut pada saat itu
00:00:57
adalah animisme dan dinamisme yang
00:01:00
merupakan dasar pendidikan pada masa ini
00:01:02
implikasinya adalah agar generasi muda
00:01:05
dapat mencari nafkah membela diri hidup
00:01:08
bermasyarakat dan taat terhadap
00:01:10
nilai-nilai religi yang menjadi isi
00:01:13
pendidikan adalah kepercayaan terhadap
00:01:15
benda-benda yang dianggap mengandung
00:01:17
kekuatan gaib dan kepercayaan terhadap
00:01:19
roh nenek moyang yang telah meninggal
00:01:21
dunia keterampilan mencari nafkah dan
00:01:23
membela diri alat-alat yang digunakan
00:01:26
pada masa persejarah merupakan
00:01:27
penemuan-penemuan yang berdasarkan pada
00:01:30
kondisi alam serta kebutuhan Kemudian
00:01:32
yang kedua ada pendidikan zaman kerajaan
00:01:34
Hindu Buddha pendidikan formal pada
00:01:36
zaman Hindu terjadi di kerajaan-kerajaan
00:01:39
Tarumanegara dan Kuta yang sudah
00:01:42
berkembang materi pelajaran berpusat
00:01:44
pada ajaran agama membaca menulis dan
00:01:48
bahasa S serta Kemudian terampilan pada
00:01:52
c dan patung-patung tidak terlepas dari
00:01:54
inspirasi agama Hal ini dapat diajarkan
00:01:57
secara formal oleh pemahat atau mereka
00:01:59
belajar langsung dari orang tuanya guru
00:02:01
mengajarkan berasal dari kasta Brahmana
00:02:03
pada zaman Hindu pendidikan masih
00:02:05
terbatas karena golongan minoritas
00:02:07
apalagi kasta paria namun perlu
00:02:09
diketahui bahwa Indonesia tidak begitu
00:02:11
ketat Seperti halnya di India kemudian
00:02:13
lembaga pendidikan dikenal dengan nama
00:02:15
pesantren pada zaman Buddha pendidikan
00:02:17
berkembang pada Kerajaan Sriwijaya yang
00:02:19
berpusat di Palembang sudah terdapat
00:02:21
perguruan tinggi di mana murid-murid
00:02:23
berasal dari Indonesia Jepang dan
00:02:25
Tiongkok dalam memahat relief-relief
00:02:27
dibimbing oleh suatu alur cerita yang
00:02:30
menceritakan tentang Sang Buddha atau
00:02:32
para dewa atau alus cerita Ramayana
00:02:34
lembaga-lembaga pendidikan tersebut
00:02:36
berbentuk perguruan yang lebih dikenal
00:02:38
dengan sebutan pesantren yang seperti
00:02:40
kita kenal sekarang tujuan pendidikan
00:02:43
pada zaman kerajaan Hindu Buddha identik
00:02:46
dengan tujuan hidup yaitu manusia hidup
00:02:48
untuk mencapai moksa bagi Agama Hindu
00:02:51
dan Buddha mencapai Nirwana bagi AG
00:02:54
agama Buddha karena itu secara umum
00:02:56
akhir adalah mencapai moksa dan Nirwana
00:02:58
secara khusus mungkin dapat
00:03:00
dibedakan mungkin dapat dibedakan di
00:03:03
sini dan e sifat pendidikannya dapat
00:03:07
ditampilkan di
00:03:09
sini kemudian ada jenis-jenis
00:03:11
pendidikannya dan dapat ditampilkan di
00:03:14
sini kemudian
00:03:16
ada
00:03:18
e pecatrikan atau pedepokan tempat
00:03:22
berkumpulnya para murid khususnya
00:03:24
keturunan kaum Rahmana untuk mempelajari
00:03:27
segala macam pengetahuan yang bers dari
00:03:30
kitab suci yang menjadi dasar pendidikan
00:03:32
agama muda Buddha dan Hindu adalah
00:03:35
relief-relief yang tertulis di Candi
00:03:37
Borobudur dan Prambanan kemudian dapura
00:03:41
merupakan tempat yang diperuntukkan bagi
00:03:43
putra-putri Raja untuk belajar kemudian
00:03:46
ada pertapaan pertapaan dikatakan
00:03:49
lembaga pendidikan karena yang bertapa
00:03:51
dianggap telah memiliki pengetahuan
00:03:54
kebatinan yang sangat tinggi yang ketiga
00:03:56
ada pendidikan pada zaman kerajaan Islam
00:04:00
pada mulanya ajaran Islam disebarkan
00:04:03
melalui perdagangan khususnya di Jawa
00:04:05
para pedagang di samping menjalan
00:04:08
menjalankan tugasnya ia membawa misi
00:04:11
sebagai penyebar Islam dan menjadi Ustaz
00:04:14
atau guru Pendidikan Islam di Jawa mulai
00:04:16
teratur sejak seorang ulama yang bernama
00:04:18
Maulana Malik Ibrahim mengajar ia
00:04:21
mengajarkan agama Islam secara khusus di
00:04:23
rumahnya kemudian mendirikan langgar di
00:04:25
gerisik dan mendirikan Pesantren istilah
00:04:28
Pesantren mungkin berasal dari dari
00:04:30
perkataan santri yang artinya murid atau
00:04:32
berasal dari kata sastri yang berarti
00:04:34
huruf dalam penyebaran agama dan
00:04:36
pendidikan Islam para ulama yang berada
00:04:38
di Jawa lebih dikenal dengan Wali Songo
00:04:41
atau sembilan wali para wali tersebut
00:04:43
mengemungkan ajaran dan pendidikan Islam
00:04:46
melalui filsafat hidup dan kebudayaan
00:04:48
yang hidup di masyarakat dan mereka
00:04:50
mengisi dengan ajaran dan pendidikan
00:04:52
Islam sehingga ajaran Islam lebih mundah
00:04:54
diterima oleh
00:04:57
masyarakat dasar dan tujuan pendidikan
00:04:59
pada zaman kerajan Islam yaitu tauhid
00:05:02
merupakan dasar dari pendidikan Islam
00:05:04
yang bertujuan untuk meningkatkan
00:05:06
pengabdian manusia kepada Allah tujuan
00:05:08
pendidikan pada zaman kerajaan Islam
00:05:11
bisa ditunjukkan pada di sini dan sifat
00:05:13
pendidikannya ada di
00:05:15
sini metode pendidikan pertama ada
00:05:18
metode sorongan yang dilakukan juga di
00:05:21
tingkat lanjutan di pesantren dalam
00:05:23
belajar kitab baik kitab kecil maupun
00:05:25
kitab besar kemudian ada mete
00:05:30
dengan cara para santri semua duduk
00:05:32
mengelilingi Kiai kemudian ada lembaga
00:05:35
pendidikannya pendidikan agama di
00:05:38
Indonesia tidak dilakukan melalui
00:05:39
kekerasan dan peperangan melainkan
00:05:42
secara damai dan edukatif melalui
00:05:44
lembaga-lembaga pendidikan yang
00:05:46
berkembang pada waktu itu yang pertama
00:05:49
ada langgar langgar merupakan lembaga
00:05:51
pendidikan dasar dalam mempelajari agama
00:05:54
Islam materi yang diajarkan dilanggar
00:05:57
merupakan dasar-dasar tentang agama
00:05:58
Islam kemudian ada pondok pesantren
00:06:01
merupakan pendidikan lanjutan setelah
00:06:03
pendidikan yang dilaksanakan dilanggar
00:06:07
di pesantren para santri mempelajari
00:06:09
kitab-kitab agama Islam mulai dari
00:06:11
kitab-kitab kecil sampai pada
00:06:14
kitab-kitab besar Mungkin itu saja dari
00:06:16
saya kemudian akan dilanjutkan oleh
00:06:19
teman
00:06:20
saya yang keempat yaitu pendidikan pada
00:06:23
zaman pendudukan asing yang pertama pada
00:06:26
zaman itu e ada zaman pendudukan
00:06:29
Portugis di mana Portugis pertama kali
00:06:31
datang ke Indonesia bagian timur untuk
00:06:34
mencari rempah-rempah pada tahun
00:06:36
1536 Antonio galvano yaitu penguasa
00:06:39
Portugis di Maluku menjadikan sekolah
00:06:41
seminari pertama di Maluku yang
00:06:43
mengajarkan tentang agama Katolik baca
00:06:46
tulis huruf latin serta bahasa Latin
00:06:48
namun Portugis tidak dapat bertahan lama
00:06:51
karena Belanda dapat mengusir Mereka
00:06:53
kemudian mengambil alih Gereja Katolik
00:06:55
termasuk lembaga pendidikannya kepada
00:06:57
misi zendik Protestan yang kedua pada
00:07:00
zaman pendudukan VOC pada tahun
00:07:03
1602 sebagai persekutuan dagang Belanda
00:07:06
pendidikan pada masa ini bertujuan untuk
00:07:08
memenuhi kebutuhan politik dan ekonomi
00:07:10
penjajah serta menghilangkan jejak
00:07:12
Portugis dengan menggantikan ajaran
00:07:14
Katolik dengan mengembangkan ajaran
00:07:16
agama Kristen Protestan awalnya
00:07:18
penggunaan bahasa Belanda digunakan
00:07:20
sebagai bahasa pengantar Namun ternyata
00:07:23
mengalami kesulitan sehingga bahasa
00:07:24
Melayu klasik berkembang menjadi bahasa
00:07:26
Indonesia dan digunakan sebagai bahasa
00:07:29
Peng antar dalam pendidikan jenis-jenis
00:07:31
sekolah Pada masa ini adalah sebagai
00:07:34
berikut yang ketiga adalah pendidikan
00:07:37
pada zaman pemerintahan kolonial Hindia
00:07:39
Belanda pada masa ini sekolah-sekolah
00:07:41
bersifat sekuler yaitu lebih banyak
00:07:43
Kebudayaan Barat daripada budaya
00:07:45
Indonesia materi yang diajarkan pun
00:07:47
kurang mempelajari keterampilan khusus
00:07:48
bahkan cenderung intelektualistis dan
00:07:51
verbalistis Pada masa ini pun mereka
00:07:53
kurang memperhatikan pendidikan kaum
00:07:55
wanita pendidikan yang diselenggarakan
00:07:57
oleh pemerintah kolonial Belanda
00:07:58
memiliki c-ciri seperti
00:08:02
berikut yang kelima adalah pendidikan
00:08:05
pada zaman perintisan kemerdekaan yang
00:08:08
pertama ada sekolah Muhammadiyah yang
00:08:11
diririkan pada tanggal 18 November tahun
00:08:14
1912 atau bertepatan dengan tanggal 8
00:08:17
Zulhijah 1330 Hijriah yang didirikan
00:08:20
oleh k. H Ahmad Dahlan sekolah ini
00:08:22
didirikan karena kehidupan beragama
00:08:24
sudah tidak sesuai dengan Quran dan
00:08:26
Sunah bahkan umat Islam berada pada
00:08:28
kemiskinan bodohan dan juga kemunduran
00:08:31
karena pendidikan kolonial yang bersifat
00:08:33
sekuler sehingga siswa dilarang
00:08:34
diberikan pelajaran agama yang
00:08:36
menyebabkan adanya pandangan bahwa agama
00:08:38
sudah ketinggalan zaman ditambah dengan
00:08:40
adanya rencana kristening politik maka
00:08:43
dari itu dengan adanya sekolah ini
00:08:45
bertujuan untuk mengembalikan segala
00:08:47
sesuatu berdasarkan Quran dan Sunah
00:08:49
menafsirkan ajaran Islam secara modern
00:08:51
membebaskan umat dari ikatan-ikatan
00:08:53
tradisional yang konservatif taklidisme
00:08:55
yang membelenggu kehidupan umat manusia
00:08:58
yang kedua ada perguruan nasional taman
00:09:00
siswa yang didirikan pada tanggal 3 Juli
00:09:03
1922 oleh Ki haajar Dewantara dan
00:09:05
kawan-kawan di Jogja tujuannya Apa
00:09:07
tujuannya untuk mendidik ee anak-anak
00:09:09
agar percaya kepada kekuatan diri
00:09:11
sendiri kemudian percaya atas dasar
00:09:13
budaya sendiri gitu kan Nah kemudian
00:09:16
asas-asas di
00:09:17
ee sekolah ini adalah sebagai
00:09:20
berikut sebagai lembaga pendidikan Taman
00:09:23
Siswa ini memiliki dasar berdasarkan
00:09:25
pancadarma yang meliputi sebagai berikut
00:09:29
pendidikan Taman Siswa ini juga memegang
00:09:31
prinsip ingarsa sungtulodo Ing Madya
00:09:34
Mangun Karsa tutpuri Handayani yang
00:09:36
berarti di depan memberi teladan di
00:09:38
tengah memberikan semangat dan di
00:09:40
belakang memberikan dorongan yang ketiga
00:09:42
adalah ins atau Indonesia Netherland
00:09:44
school yang didirikan pada tanggal 31
00:09:46
Oktober
00:09:47
1926 oleh engk Muhammad Syafii di kayu
00:09:50
Taman Sumatera Barat ins menekankan pada
00:09:53
pendidikan yang berpusat pada kebutuhan
00:09:55
siswa dengan fokus pada keterampilan
00:09:56
praktis kerja tangan pengembangan ter
00:09:59
Mandiri meningkatkan daya pengamatan
00:10:01
serta keterampilan berpikiran rasional
00:10:03
ins memiliki dua ruang yaitu ruang bawah
00:10:06
atau sekolah rendah dan ruang atas
00:10:08
sebagai sekolah menengah yang keenam
00:10:10
yaitu ada pendidikan pada masa
00:10:12
pendudukan militer Jepang Landasan ideal
00:10:14
pendidikan pada zaman Jepang ini disebut
00:10:16
hakoichu yaitu bangsa Indonesia bekerja
00:10:19
sama dengan Jepang dalam rangka mencapai
00:10:22
kemakmuran bersama Asia Raya tujuannya
00:10:24
adalah menyediakan tenaga sukarela dan
00:10:26
prajurit untuk membantu peperangan bagi
00:10:28
kemenangan Je Jepang dalamwan dalam
00:10:30
melawan tentara sekutu yaitu Inggris dan
00:10:33
Amerika Serikat Oleh karena itu pada
00:10:36
saat itu di latih fisik latih
00:10:38
kemiliteran dan lain sebagainya Pada
00:10:40
masa ini bahasa indonesia dijadikan
00:10:42
sebagai bahasa pengantar di sekolah bela
00:10:44
diri pun dimasukkan ke dalam kurikulum
00:10:46
kemudian ada juga hak memperoleh
00:10:48
pendidikan serta terjadinya perubahan
00:10:50
struktur sekolah nah jenis-jenis sekolah
00:10:53
Pada masa ini ada beberapa loh di
00:10:55
anaranya sebagai berikut
00:10:58
Oke baik baik eh Sekian dari
00:11:03
saya ketujuh pendidikan nasional
00:11:05
Indonesia tahun 1945 sampai 1950 dari
00:11:09
proklamasi sampai
00:11:11
Ris beberapa bulan setelah proklamasi
00:11:13
kemerdekaan menteri pendidikan
00:11:15
pengajaran dan kebudayaan Ki Hajar
00:11:17
dewantawara mengeluarkan instruksi umum
00:11:20
yang menyerukan kepada para guru supaya
00:11:22
membuang jauh-jauh sistem pendidikan
00:11:24
kolonial dan mengutamakan Patriotisme
00:11:26
secara rinci isi dari instruksi umum
00:11:28
tersebut adalah
00:11:33
menyertai instruksi umum tersebut
00:11:35
dikeluarkanlah berbagai peraturan dan
00:11:37
kabinet-kabinet selanjutnya untuk
00:11:38
mengubah sistem pendidikan dan
00:11:40
pengajaran lama dengan sistem pengajaran
00:11:42
yang lebih
00:11:43
demokratis yang pertama ada
00:11:46
undang-undang dasar pasal-pasal dalam
00:11:48
UUD 1945 yang menyatakan secara tersurat
00:11:51
tentang pendidikan adalah pasal 31 yang
00:11:54
menyatakan tiap-tiap warga negara berhak
00:11:56
mendapat pengajaran pemerintah
00:11:58
mengusahakan dan menyelenggarakan satu
00:12:00
sistem pengajaran yang diatur dengan
00:12:03
undang-undang yang kedua tujuan dan
00:12:06
dasar pendidikan selama masa negara
00:12:08
kesatuan pertama yaitu dari 1945 sampai
00:12:12
1949 tujuan pendidikan hanya digariskan
00:12:14
oleh kementerian pendidikan pengajaran
00:12:17
dan kebudayaan dalam bentuk keputusan
00:12:19
Menteri 1 Maret 1946 yaitu warganegara
00:12:23
sejati yang menyumbangkan tenaga dan
00:12:25
pikiran untuk negara sedangkan dasar
00:12:27
pendidikan adalah Pancasila sebagai yang
00:12:29
terumuskan dalam Pembukaan UUD
00:12:32
1945 beberapa pasal dalam uuno 4 tahun
00:12:36
1950 menyatakan yang pasal 3 pasal keemp
00:12:41
pasal 5 ayat 1 pasal 5 ayat 2 lalu
00:12:45
selanjutnya yang ketiga adalah
00:12:46
penyelenggaraan pendidikan pada tanggal
00:12:49
29 Desember 1945 badan pekerja Komite
00:12:52
Nasional Indonesia Pusat mengajukan 10
00:12:54
hal yang perlu diusahakan oleh
00:12:55
kementerian pendidikan pengajaran dan
00:12:57
kebudayaan untuk melakukan pembaharuan
00:12:59
pendidikan dan pengajaran berdasarkan
00:13:01
usul bpknip menteri PP dan KK menetapkan
00:13:04
10 dasar pendidikan dan pengajaran di
00:13:06
Republik Indonesia yang ditetapkan 1
00:13:09
Maret 1946 sebagai
00:13:13
berikut baik selanjutnya ada kurikulum
00:13:16
pendidikan Salah satu hasil dari panitia
00:13:18
penyelidik pengajaran yang berkenaan
00:13:20
dengan kurikulum menetapkan bahwa setiap
00:13:22
rencana pelajaran atau kurikulum pada
00:13:24
setiap jenjang pendidikan sekolah
00:13:26
hendaknya meningkatkan kesadaran
00:13:28
bernegara dan dan bermasyarakat
00:13:30
meningkatkan pendidikan jasmani dan
00:13:32
meningkatkan pendidikan watak
00:13:34
pembaharuan kurikulum antara lain
00:13:36
menghasilkan kurikulum SR 1947 yang
00:13:38
terdiri atas 16 mata pelajaran kurikulum
00:13:41
SMP 1947 mencakup 9 kelompok mata
00:13:44
pelajaran dan kurikulum SMA terdiri dari
00:13:47
atas SMA bagian a yaitu jurusan sastra
00:13:50
dan SMA bagian B jurusan ilmu pasti dan
00:13:53
alam kurikulum ini berlaku sampai tahun
00:13:55
1952
00:14:00
selanjutnya yang kedelapan adalah
00:14:02
perkembangan pendidikan Indonesia tahun
00:14:04
1950 sampai 1959 yaitu demokrasi liberal
00:14:08
yang pertama undang-undang dasar masa
00:14:11
demokrasi liberal ditandai dengan UUD
00:14:13
sementara
00:14:14
1950 berlaku sejak 17 Agustus 1950 hudah
00:14:18
sementara 1950 merupakan konstitusi
00:14:21
sementara Republik Indonesia Serikat
00:14:22
atau Ris berdasarkan piagam persetujuan
00:14:25
antara RIS dan pemerintah Republik
00:14:27
Indonesia pada 19 Mei 1950 pancasila
00:14:31
dinyatakan sebagai dasar negara
00:14:33
konstitusi ini kemudian digantikan
00:14:35
dengan UUD 1950 dalam rangka Negara
00:14:38
Kesatuan Republik
00:14:39
Indonesia yang kedua yaitu tujuan dan
00:14:42
dasar pendidikan tujuan pendidikan dan
00:14:44
pengajaran didasarkan pada UU nomor 4
00:14:47
tahun 1950 tentang dasar-dasar
00:14:49
pendidikan dan pengajaran di sekolah
00:14:51
yang berlaku di RI melalui UU Nomor 12
00:14:54
tahun 1954 berlaku untuk seluruh
00:14:56
Indonesia ada pasal 345 ayat 1 dan 5
00:14:59
ayat 2 yang ketiga ada penyelenggaraan
00:15:03
pendidikan yang pertama persiapan
00:15:05
kewajiban pelajar pada tahun 1950 dalam
00:15:08
rangka pendidikan dan pengajaran untuk
00:15:10
semua warga negara disiapkan suatu
00:15:12
rencana 10 tahun kewajiban belajar
00:15:14
dimulai dengan mengadakan daerah
00:15:15
percobaan di Kabupaten Pasuruan yaitu
00:15:17
daerah darat dan Kabupaten Jepara daerah
00:15:19
laut pada tahun ini juga diselenggarakan
00:15:21
kursus pengajar untuk kursus pengantar
00:15:23
ke kewajiban belajar atau KPK PKB dengan
00:15:27
dengan lama belajar tahun tetapi Setelah
00:15:30
1 tahun para calon disuruh mengajar
00:15:32
sambil belajar melalui kursus tertulis
00:15:35
lalu pada tahun 1953 kursus ini
00:15:38
dijadikan
00:15:39
SGB yang kedua
00:15:41
ada PP nomor 65 tahun
00:15:45
1951 dikeluarkan Peraturan Pemerintah
00:15:48
Nomor 65 tahun 1951 tentang pelaksanaan
00:15:51
penyerahan sebagian daripada urusan
00:15:54
pemerintah pusat dalam lapangan
00:15:56
pendidikan pengajaran dan kebudayaan
00:15:58
kepada provinsi
00:15:59
selanjutnya yang ketiga ada pendidikan
00:16:01
agama Peraturan Bersama Menteri
00:16:04
pendidikan pengajaran dan kebudayaan dan
00:16:06
Menteri Agama nomor
00:16:08
17678 k tanggal 16 Juli
00:16:12
1951 keempat ada pendidikan masyarakat
00:16:16
tenaga yang bekerja dalam bidang
00:16:17
pendidikan masyarakat pada mulanya
00:16:19
adalah guru-guru sekolah untuk menambah
00:16:21
tenaga pendidikan masyarakat dan juga
00:16:23
meningkatkan kemampuan dan keterampilan
00:16:25
kerja maka didirikanlah beberapa jenis
00:16:27
kursus atau pelatihan sebagai
00:16:29
berikut kelima ada partisipasi
00:16:32
pendidikan swasta sejak 1951 lembaga
00:16:35
pendidikan swasta bermunculan baik dalam
00:16:37
bentuk meneruskan kegiatan yang telah
00:16:39
ada sebelumnya maupun dalam bentuk
00:16:40
mendirikan sekolah-sekolah baru Selain
00:16:42
bercerikan keagamaan terdapat pula
00:16:44
sekolah-sekolah yang bercirikan
00:16:45
kebangsaan dan netral pada tahun 1950
00:16:48
didirikan majelisat pusat pendidikan
00:16:52
Kristen mppk yaitu sebuah badan yang
00:16:54
mengkoordinasikan penyelenggaraan
00:16:55
sekolah-sekolah Kristen di seluruh
00:16:57
Indonesia lembaga pendidikan Katolik pun
00:16:59
berkembang dengan pesat sehingga banyak
00:17:01
sekolah yang semula hanya mengajarkan
00:17:02
ilmu agama kemudian mengajarkan
00:17:04
ilmu-ilmu umum dan sekolah umum seperti
00:17:07
TK SR SMP SMA SGB sga SKP
00:17:11
SMP yang eh seperti struktur
00:17:14
persekolahan Negeri selanjutnya yang
00:17:16
kesemb ada perkembangan pendidikan
00:17:18
Indonesia merdeka tahun 1959 sampai 1965
00:17:23
demokrasi terpimpin yang pertama tujuan
00:17:26
dan dasar pendidikan secara formal
00:17:28
tujuan pendidikan nasional indonesia
00:17:30
adalah Sebagaimana yang tersurat dalam
00:17:31
undang-undang nomor 12 tahun 1954 yaitu
00:17:34
manusia Susila yang cakap dan warga
00:17:36
negara yang demokratis serta bertanggung
00:17:38
jawab tentang kesejahteraan masyarakat
00:17:40
dan tanah air namun dalam kenyataannya
00:17:42
cenderung meninggalkan atau melupakannya
00:17:44
dan dalam Keputusan Presiden RI nomor
00:17:46
145 tahun 1965 ditetapkan bahwa tujuan
00:17:50
pendidikan nasional baik yang
00:17:52
diselenggarakan pemerintah maupun swasta
00:17:54
dari pendidikan prasekolah sampai
00:17:56
pendidikan tinggi adalah melahirkan
00:17:57
warga negara sosialis yang bertanggung
00:18:00
jawab atas terselenggaranya masyarakat
00:18:01
sosialis Indonesia adil dan makmur baik
00:18:04
spiritual maupun material dan yang
00:18:06
berjiwa
00:18:07
Pancasila selanjutnya yang kedua ada
00:18:09
sistem persekolahan gagasan baru tentang
00:18:12
sistem pendidikan nasional muncul dan
00:18:14
terkristalisasi dalam usul yang disusun
00:18:17
setelah dikeluarkannya keputusan
00:18:18
presiden nomor 145 tahun 1965 tentang
00:18:22
nama dan rumusan induk sistem pendidikan
00:18:24
nasional gagasan yang diusulkan tentang
00:18:26
pendidikan nasional antara lain sebagai
00:18:28
berik
00:18:29
pertama ada pendidikan nasional
00:18:31
pendidikan nasional adalah pendidikan
00:18:33
bangsa bangsa atau National building
00:18:35
yaitu pendidikan yang mempertimbangkan
00:18:38
dan membangun suatu bangsa yang kedua
00:18:40
ada pendidikan nasional indonesia
00:18:42
pendidikan nasional indonesia adalah
00:18:44
pendidikan yang secara spiritual membina
00:18:46
bangsa yang berpancasila dan
00:18:47
melaksanakan undang-undang 45
00:18:50
undang-undang Dasar 45 sosialisme
00:18:52
Indonesia demokrasi terpimpin
00:18:54
kepribadian Indonesia dan merealisasikan
00:18:57
ketiga kerangka tujuan revolusi
00:18:59
Indonesia selanjutnya yang ketiga ada
00:19:01
sistem pendidikan sistem pendidikan pada
00:19:05
saat itu terdiri dari dasar atau asas
00:19:08
pendidikan nasional tujuan moral
00:19:09
pancawana atau pengembangan pengembangan
00:19:11
pokok pengembang pengembangan khusus
00:19:14
pelaksanaan politik struktur perguruan
00:19:16
atau persekolahan kurikulum perguruan
00:19:18
atau persekolahan metodik atau didaktik
00:19:22
perguruan atau persekolahan dalam rangka
00:19:23
pendidikan nasional selanjutnya ketiga
00:19:26
adalah penyelenggaraan pendidikan
00:19:28
pendidikan pada masa demokrasi terpimpin
00:19:31
ini diselenggarakan dalam bentuk yang
00:19:33
pertama ada sapta usaha Tama yang kedua
00:19:36
Panca Wardana yang ketiga pendidikan
00:19:38
masyarakat dan yang terakhir yang
00:19:40
keempat yaitu perguruan tinggi
00:19:43
[Musik]