Alasan Terciptanya Sejarah Kelam Manusia | Shadow Dari Carl Jung

00:32:17
https://www.youtube.com/watch?v=dbkUCoRUmw0

Résumé

TLDRVideo ini menyelidiki sifat gelap manusia dan mengajak kita untuk mengakui kejahatan yang ada dalam diri. Dari perang hingga penindasan, semua kejahatan dilakukan oleh manusia. Teori Carl Jung tentang "The Shadow" memperlihatkan bahwa aspek gelap ini melekat dalam diri kita, dan jika kita menolak mengenalinya, kita memberi kuasa pada sifat destruktif tersebut. Video juga menekankan pentingnya menghadapi "The Shadow" sebagai langkah menuju pertumbuhan individu dan perbaikan masyarakat secara keseluruhan, dengan menyoroti bahaya yang ditimbulkan dari penolakan terhadap sisi gelap kita.

A retenir

  • 🖤 Mengakui sisi gelap dalam diri sendiri adalah penting.
  • 🤔 Kejahatan adalah hasil dari naluri manusia.
  • 🌍 "The Shadow" ada dalam setiap manusia.
  • 🧠 Kumpulan tindakan kejam lahir dari menolak pengakuan atas kegelapan.
  • 📖 Memahami "The Shadow" memberi peluang untuk pertumbuhan.
  • 💔 Penolakan "The Shadow" dapat mengarah pada destruksi.
  • 💡 Kesadaran terhadap "The Shadow" mampu mendorong perubahan dalam diri.
  • 🔍 Refleksi bisa membantu mengenali sifat-sifat yang tersembunyi.
  • 💪 Menghadapi sisi gelap membawa kepada tanggung jawab moral.
  • 🤝 Masyarakat yang lebih baik dimulai dari pengakuan individu.

Chronologie

  • 00:00:00 - 00:05:00

    Sejarah menunjukkan banyak tindakan kekerasan dan kejahatan yang dilakukan oleh manusia, dari perang hingga diskriminasi, menunjukkan bahwa kejahatan merupakan bagian dari sifat manusia itu sendiri. Kesadaran akan sisi gelap di dalam diri sangat penting, karena semua orang memiliki potensi untuk berbuat baik dan jahat. Menyadari bahwa terdapat kemungkinan melakukan kejahatan dalam diri kita sendiri menjadi hal yang esensial dan mendorong kita untuk lebih waspada terhadap apa yang ada di dalam hati kita.

  • 00:05:00 - 00:10:00

    Kejahatan dalam masyarakat tidak dapat dipisahkan dari sifat dasar manusia yang cenderung mengabaikan atau menyalahkan keadaan eksternal. Berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan kejahatan sering kali gagal, menunjukkan bahwa masalah ini terdapat dalam semua umat manusia. Keberadaan kejahatan sebagai sesuatu yang universal melandasi pentingnya introspeksi dan pengakuan akan sisi gelap yang ada pada setiap individu.

  • 00:10:00 - 00:15:00

    Dari zaman dahulu, manusia sudah menyadari potensi diri untuk melakukan kejahatan, pengalaman-pengalaman ini terekam dalam mitologi dan agama. Cerita seperti Adam dan Hawa serta Kain dan Abel mengilustrasikan dilema moral dan pertarungan antara kebaikan dan kejahatan dalam diri setiap manusia. Kesadaran atas konsekuensi dari pilihan yang kita buat menjadi penting dalam menyadari kejahatan dan keputusan kita sehari-hari.

  • 00:15:00 - 00:20:00

    Kejahatan modern, meskipun berasal dari dalam diri kita, sering kali dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya. Ketika masyarakat mengalami ketidakadilan, kemarahan, dan rasa frustrasi, tindakan kekerasan dapat muncul. Hal ini menunjukkan bahwa manusia terikat dengan kondisi psikologis yang dapat mengakibatkan perilaku merugikan dalam kelompok.

  • 00:20:00 - 00:25:00

    Carl Jung mengemukakan bahwa konsep 'The Shadow' merujuk pada semua aspek gelap yang kita tolak untuk diakui. Setiap individu memiliki bagian dari diri yang tersembunyi ini, dan mengabaikannya hanya akan memperkuat keberadaannya. Konsekuensi dari penolakan ini dapat mengarah pada tindakan impulsif dan kerusakan baik pada diri sendiri maupun masyarakat.

  • 00:25:00 - 00:32:17

    Mengatasi 'The Shadow' menjadi penting untuk pertumbuhan pribadi dan perbaikan sosial. Menghadapi sisi gelap kita membutuhkan keberanian dan kejujuran, yang diperlukan untuk memahami siapa diri kita sebenarnya. Proses ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan individu, tetapi juga membantu memperbaiki ketidakadilan dalam masyarakat secara keseluruhan, membentuk dunia yang lebih baik.

Afficher plus

Carte mentale

Vidéo Q&R

  • Apa yang dimaksud dengan "The Shadow"?

    "The Shadow" adalah aspek gelap dalam setiap individu yang berisi semua sifat negatif dan emosi yang ditolak atau tidak disadari.

  • Mengapa kejahatan bersifat universal?

    Kejahatan dianggap sebagai hasil dari komponen dasar manusia, terlepas dari perbedaan budaya atau sosial.

  • Bagaimana cara menghadapi "The Shadow" dalam diri kita?

    Kita dapat mengenali "The Shadow" dengan melalui refleksi diri, memahami reaksi emosional kita, dan merenungkan sifat-sifat dalam diri yang kita tolak.

  • Apa dampak dari menolak mengakui "The Shadow"?

    Menolak "The Shadow" akan membuat sisi gelap kita lebih kuat dan dapat berakibat pada perilaku destruktif.

  • Apa pengaruh "The Shadow" terhadap masyarakat?

    Kedamaian masyarakat terganggu karena ketakutan dan prasangka yang muncul dari "The Shadow" di dalam individu.

  • Apa hubungan antara "The Shadow" dan tindakan jahat?

    Tindakan jahat dapat muncul ketika individu tidak mengakui dan mengatasi "The Shadow" dalam diri mereka.

  • Bagaimana pesan dari video ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

    Pesan ini mendorong individu untuk pengakuan diri dan pertanggungjawaban sebagai langkah menuju perubahan positif di masyarakat.

Voir plus de résumés vidéo

Accédez instantanément à des résumés vidéo gratuits sur YouTube grâce à l'IA !
Sous-titres
id
Défilement automatique:
  • 00:00:00
    Ketika kita melihat sejarah,
  • 00:00:01
    kita melihat banyak
  • 00:00:07
    disebabkan oleh orang-orang jahat.
  • 00:00:10
    Mau itu perang, genosida, penindasan, kolonialisme, perbudakan, terorisme,
  • 00:00:15
    penyiksaan, ekstrimisme, diskriminasi, manipulasi, propaganda, pelecehan dan yang lainnya.
  • 00:00:22
    Kita berpikir,
  • 00:00:25
    Tanpa sadar bahwa yang melakukan semua itu, adalah manusia.
  • 00:00:29
    Neraka adalah tempatnya para iblis yang ada di hati manusia
  • 00:00:33
    semua hal mengerikan dan semua kejahatan terjadi dilakukan oleh manusia.
  • 00:00:42
    Mengatakan bahwa orang-orang jahat ini tidak sama dengan kita
  • 00:00:45
    adalah kebohongan terbesar yang bisa kita katakan kepada diri kita sendiri,
  • 00:00:48
    karena semua manusia memiliki kapabilitas untuk berbuat baik dan berbuat jahat.
  • 00:01:06
    Kebanyakan dari kita tidaklah sebaik yang kita pikirkan.
  • 00:01:09
    Ada alasan kenapa di dalam diri kita,
  • 00:01:11
    kita entah kenapa menyukai cerita tentang villain atau anti hero,
  • 00:01:14
    kita menyukai tontonan yang kadang cukup kejam,
  • 00:01:17
    ada di dalam diri kita yang memiliki keinginan akan kekuasaan.
  • 00:01:21
    Kebanyakan orang tidak menginginkan perang,
  • 00:01:24
    namun perang menandai seluruh sejarah umat manusia,
  • 00:01:27
    dan bahkan masih terjadi sampai hari ini.
  • 00:01:30
    Umat manusia dapat mengatasi hampir semua rintangan yang didatangkan kepada mereka,
  • 00:01:34
    tetapi
  • 00:01:37
    Manusia memiliki sisi gelap.
  • 00:01:40
    Ada di dalam diri kita sisi kejam dan agresif yang bisa memberikan kerugian bahkan penderitaan ke orang lain,
  • 00:01:46
    dan kita cenderung menyangkal itu—kita tolak—dan itu tenggelam ke alam bawah sadar kita,
  • 00:01:57
    dengan The Shadow.
  • 00:02:09
    Permasalahan kejahatan manusia sangatlah persisten.
  • 00:02:12
    Setiap masyarakat dalam sejarah terus menerus menghadapinya.
  • 00:02:16
    Doktrin agama, undang-undang, reformasi sosial, dan berbagai ideologi
  • 00:02:20
    telah berupaya untuk mengatasi masalah ini,
  • 00:02:22
    namun tetap saja terjadi.
  • 00:02:24
    Belum ada seorang pun yang menemukan obat untuk kejahatan,
  • 00:02:28
    dan ciri yang paling menonjol adalah universalitasnya,
  • 00:02:32
    semua orang dengan berbagai perbedaan, dengan berbagai budaya, berbagai tempat,
  • 00:02:37
    diseluruh dunia, merasakannya.
  • 00:02:40
    Kita tidak bisa menyalahkan satu penyebab situasional saja.
  • 00:02:43
    Faktanya, sehari hari kita masih melihat orang-orang yang menghadapi pelecehan terhadap pasangan,
  • 00:02:48
    orang tua yang menganiaya anak-anak mereka,
  • 00:02:51
    anak-anak yang melakukan bullying,
  • 00:02:53
    dan orang-orang fanatik kejam yang mengabdikan identitas mereka
  • 00:02:56
    pada kebencian terhadap kelompok tertentu atau lainnya.
  • 00:02:59
    Kita mengalami tindakan kekerasan dan kekejaman yang sangat mengerikan,
  • 00:03:03
    dengan genosida sebagai manifestasi paling ekstrem dari hal ini,
  • 00:03:08
    namun kita juga melihatnya sehari-hari.
  • 00:03:10
    Jelas ada sesuatu yang universal dalam kondisi manusia
  • 00:03:13
    yang menyebabkan semua kejahatan terus-menerus terjadi.
  • 00:03:17
    Kejahatan tidak bisa kita katakan sebagai sebuah kebetulan.
  • 00:03:20
    kejahatan adalah hasil dari komponen dasar kita sebagai manusia.
  • 00:03:26
    Walaupun sebenarnya sebagian besar dari kita akan bersatu dalam kecaman ketika menyaksikan perilaku buruk,
  • 00:03:31
    meskipun kita semua bersalah atas setidaknya kegagalan kecil dalam interaksi kita dengan orang lain.
  • 00:03:37
    Kejahatan bukanlah suatu kebetula,
  • 00:03:39
    kejahatan adalah hasil dari komponen dasar kita sebagia manusia,
  • 00:03:44
    meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk memberantas kejahatan ini,
  • 00:03:48
    mereka terus ada.
  • 00:03:49
    Dan jawabannya mungkin terletak pada sifat dasar manusia itu sendiri.
  • 00:03:54
    Kita adalah makhluk yang penuh kontradiksi:
  • 00:03:56
    di satu sisi, kita mampu melakukan tindakan-tindakan penuh kasih dan pengorbanan,
  • 00:04:00
    sementara di sisi lain, kita juga mampu melakukan kekejaman yang luar biasa.
  • 00:04:05
    Kecenderungan umat manusia terhadap bencana diakibatkan oleh diri mereka sendiri,
  • 00:04:10
    faktor-faktor sejarah berskala besar lahir dari ketidaksadaran kolektif,
  • 00:04:14
    dan begitu pula konsekuensinya.
  • 00:04:16
    Setiap masyarakat manusia sepanjang sejarah telah menghadapi sifat buruk yang sama,
  • 00:04:20
    kelemahan manusia yang sama,
  • 00:04:22
    serta kecenderungan untuk melakukan korupsi dan prasangka yang sama.
  • 00:04:26
    Jelas bahwa masalahnya jauh lebih dalam daripada yang bisa diakibatkan oleh keadaan eksternal saja.
  • 00:04:32
    Menurut Carl Jung, bencana yang terjadi di abad ke-20 menunjukkan bahaya dari kekuatan psikis yang diabaikan.
  • 00:04:38
    Jerman, yang dikenal sebagai bangsa beradab,
  • 00:04:40
    terjerumus ke dalam kebinasaan Nazi karena manusia modern terlalu mempercayai rasionalitas,
  • 00:04:45
    sehingga mereka mengabaikan dan menjadi rentan
  • 00:04:48
    terhadap aspek-aspek primitif dan irasional dalam diri mereka sendiri.
  • 00:04:52
    Manusia modern, dalam pandangan Jung,
  • 00:04:55
    kehilangan alat untuk memahami dan menempatkan faktor-faktor psikis ini dalam konteks yang koheren,
  • 00:05:00
    sesuatu yang lebih dimiliki oleh manusia primitif yang percaya pada dewa, roh, dan kekuatan magis lainnya.
  • 00:05:07
    Loki dalam mitologi Nordik yang memiliki iri hati dan tipu daya menghancurkan dunia para dewa,
  • 00:05:12
    atau sesuatu yang dicintai dalam hidup.
  • 00:05:14
    Oni dalam mitologi Jepang yang merepresentasikan kejahatan dan kegelapan yang sangat dihindari masyarakat.
  • 00:05:20
    Vishnu dan Shiva, yang menjaga keseimbangan dan ketertiban
  • 00:05:24
    memerang Asura yang dipenuhi keserakahan, kemarahan, dan egoisme.
  • 00:05:28
    Dan perjalanan ke dunia bawah milik Hades dalam mitologi Yunani
  • 00:05:32
    diperlukan untuk mengatasi kegelapan diri sendiri.
  • 00:05:35
    Dan masih banyak lagi.
  • 00:05:36
    Dapat kita lihat, manusia dari dulu mengetahui bahwa diri mereka memiliki kapabilitas
  • 00:05:40
    untuk melakukan kejahatan dan mereka memiliki semacam solusi bagaimana cara untuk bisa menghadapinya.
  • 00:05:47
    Dan bisa dibilang, yang paling bagus dan menarik dari mereka,
  • 00:05:50
    adalah cerita-cerita yang berasal dari berbagai tradisi agama, terutama agama abrahamik.
  • 00:05:55
    Baik itu Islam, Kristen, maupun Yahudi
  • 00:05:58
    Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan dan ditempatkan di Taman Eden,
  • 00:06:03
    atau di Surga dalam Islam.
  • 00:06:05
    Mereka diperbolehkan makan dari semua pohon yang ada di taman
  • 00:06:08
    kecuali pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
  • 00:06:12
    Namun, iblis dalam bentuk ular menggoda Hawa untuk memakan buah dari pohon tersebut,
  • 00:06:17
    dan dia membagikannya dengan Adam.
  • 00:06:19
    Setelah mereka makan buah tersebut,
  • 00:06:21
    mereka menjadi sadar akan ketelanjangan mereka dan dosa pertama terjadi.
  • 00:06:26
    Tuhan mengusir mereka dari Taman Eden sebagai hukuman.
  • 00:06:30
    Cerita ini sebagai simbolisasi awal kehidupan sangatlah benar.
  • 00:06:33
    Ketika manusia sadar akan kebaikan dan kejahatan dan bisa membedakannya
  • 00:06:38
    mereka telanjang dan melihat diri mereka sendiri dengan malu.
  • 00:06:42
    Adanya ular sebagai simbol godaan adalah bentuk dari kejahatan manusia yang tersimpan di dalam dirinya
  • 00:06:48
    dan godaan tersebut adalah konflik yang sering kita miliki melawan alam bawah sadar kita.
  • 00:06:54
    Dan fakta bahwa kita melihat diri kita telanjang
  • 00:06:56
    adalah ketika kita menyadari bahwa tindakan atas godaan kejahatan ini ternyata tidak baik.
  • 00:07:02
    Kita menyadari bahwa kita memiliki kapabilitas untuk melakukan kejahatan.
  • 00:07:08
    Kita pasti pernah mengatakan atau melakukan hal yang buruk yang kemudian kita sesali nantinya.
  • 00:07:14
    Kita berkata, “Kenapa saya mengatakan itu?”
  • 00:07:17
    "Kenapa saya melakukan itu?"
  • 00:07:18
    Meskipun reaksi kita jelas,
  • 00:07:20
    kurangnya kendali yang kita miliki terhadap diri sendiri
  • 00:07:23
    menunjukkan keberadaan orang lain yang bersembunyi di bawah siapa yang ktia sebut diri kita.
  • 00:07:28
    Menunjukan bahwa, didalam diri kita, jauh dibawah sana,
  • 00:07:32
    ada seseorang yang mengendalikan kita, tapi kita menolak untuk mengakui keberadaannya.
  • 00:07:38
    Schopenhauer, filsuf Jerman,
  • 00:07:39
    menjelaskan bahwa manusia memiliki semacam will to live yang tidak rasional
  • 00:07:43
    dan terus bergerak menginginkan sesuatu.
  • 00:07:46
    Dan dari sini kita dapat belajar bahwa,
  • 00:07:48
    betapapun primitif atau beradabnya manusia,
  • 00:07:51
    kita dapat melihat bahwa manusia selalu digerakkan oleh kekuatan yang tidak rasional ini.
  • 00:07:56
    Dalam situasi yang tidak beradab,
  • 00:07:58
    manusia modern dengan cepat dikuasai oleh naluri dasar mereka.
  • 00:08:02
    Mereka bisa saja terlihat, tidak ada bedanya dengan binatang.
  • 00:08:06
    Contoh paling sederhana dari hal ini adalah rasa takut:
  • 00:08:09
    perasaan panik ketika seseorang tiba-tiba menghadapi kekerasan,
  • 00:08:12
    ketidaknyamanan saat berada di kegelapan di lingkungan asing,
  • 00:08:16
    atau kecemasan ketika ada sesuatu yang tidak terlihat.
  • 00:08:19
    Kita semua familiar dengan perasaan tergerak oleh kekuatan di luar pemahaman kita.
  • 00:08:24
    Hal yang sama juga terjadi pada umat manusia dalam kelompok besar,
  • 00:08:28
    di mana massa tergerak oleh tindakan mereka sendiri menuju konsekuensi yang tidak mereka inginkan.
  • 00:08:34
    Pada periode menjelang Perang Dunia II,
  • 00:08:37
    masyarakat Jerman dipenuhi oleh perasaan marah, frustrasi, dan ketidakpuasan
  • 00:08:41
    setelah kekalahan dalam Perang Dunia I dan kesulitan ekonomi selama masa Great Depression.
  • 00:08:47
    Mereka memiliki semacam rasa kejahatan, atau naluri,
  • 00:08:51
    yang terus menerus bicara di dalam hati mereka tentang inferioritas,
  • 00:08:56
    keinginan untuk memulihkan kebanggaan dan bahkan perasaan dendam
  • 00:08:59
    kepada mereka yang telah membuat mereka terjatuh.
  • 00:09:03
    Sang iblis, ular di taman Eden, Loki,
  • 00:09:07
    berhasil menghasut mereka,
  • 00:09:09
    diri di alam bawah sadar mereka berhasil mengambil alih tindakan mereka.
  • 00:09:14
    Dan kita tahu apa yang terjadi selanjutnya.
  • 00:09:17
    Seberapa mengerikan hasil dari perasaan-perasaan ini
  • 00:09:21
    Neraka di dunia tercipta.
  • 00:09:23
    Penderitaan merajalela, ketidakadilan dan kekerasan menjadi kehidupan sehari-hari.
  • 00:09:29
    Dan mereka yang terjatuh kedalamnya, yang menguasai neraka ini adalah iblis.
  • 00:09:35
    Dalam agama abrahamik, Iblis atau spesifiknya Lucifer dalam kristen
  • 00:09:39
    adalah malaikat yang jatuh dan diusir dari surga
  • 00:09:42
    dikarenakan memiliki kesombongan, pemberontakan, dan keinginan untuk berkuasa.
  • 00:09:47
    Iblis tidak bisa menerima tempatnya dalam tatanan ilahi dan mencoba melawan Tuhan,
  • 00:09:51
    cerita ini mencerminkan bagaimana aspek-aspek gelap kita bisa mengarah pada kejatuhan dan penderitaan.
  • 00:09:58
    Dan mereka berjanji untuk melakukan godaan,
  • 00:10:01
    dan ini menjadi simbol dari kejahatan manusia yang ada di dalam diri semua manusia
  • 00:10:07
    semacam dorongan di alam bawah sadar kita.
  • 00:10:10
    Ivan, dalam the Brothers Karamazov karya Dostoevsky pernah mengatakan mengenai penderitaan
  • 00:10:14
    yang ada di dalam dunia,
  • 00:10:15
    yang diciptakan oleh manusia itu sendiri.
  • 00:10:39
    Namun, seperti iblis yang ada di dalam setiap hati manusia,
  • 00:10:42
    neraka juga tidak hanya tercipta secara eksternal di dunia,
  • 00:10:46
    tetapi juga secara internal di dalam diri manusia, di dalam jiwa mereka.
  • 00:10:51
    Kain dan Abel, atau Qabil dan Habil dalam Islam,
  • 00:10:53
    adalah putra dari Adam dan Hawa.
  • 00:10:56
    Kain adalah seorang petani, sementara Abel adalah seorang penggembala.
  • 00:10:59
    Keduanya mempersembahkan korban kepada Tuhan,
  • 00:11:01
    tetapi Tuhan lebih menyukai persembahan Abel daripada Kain,
  • 00:11:04
    dikarenakan pengorbanan Abel yang lebih besar.
  • 00:11:07
    Karena iri hati dan amarahnya,
  • 00:11:08
    Kain membunuh saudaranya Abel.
  • 00:11:11
    Setelah itu, Tuhan mengutuk Kain, membuatnya menjadi pengembara di bumi.
  • 00:11:16
    Cerita Kain dan Abel menggambarkan bagaimana bayangan dari iri hati,
  • 00:11:20
    rasa tidak cukup,
  • 00:11:21
    dan amarah bisa mendominasi seseorang hingga melakukan kejahatan.
  • 00:11:25
    Kain tidak mampu mengatasi bayangan gelap dalam dirinya,
  • 00:11:28
    tidak mampu mengatasi alam bawah sadarnya,
  • 00:11:31
    yang menyebabkan tindakan kekerasan yang dia lakukan terhadap saudaranya sendiri.
  • 00:11:36
    Hukuman Kain sebagai pengembara membuatnya jatuh ke dalam neraka.
  • 00:11:55
    Dalam agama abrahamik,
  • 00:11:56
    neraka adalah tempat dimana iblis—manusia yang jatuh dari idealnya dan mengikuti iblis
  • 00:12:01
    dimana mereka disiksa terus menerus karena berbuat yang tidak benar.
  • 00:12:06
    Raskolnikov, dalam cerita Crime and Punishment karya Dostoevsky melakukan pembunuhan.
  • 00:12:11
    Dia memiliki semua alasan, baik rasional bahkan etis kenapa dia harus melakukan kejahatan tersebut.
  • 00:12:17
    Dan ketika dia berhasil melakukannya,
  • 00:12:19
    dia juga berhasil lolos dari kejahatan itu.
  • 00:12:22
    Tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.
  • 00:12:24
    Dan benar, semua rasionalisasi yang dia katakan benar terjadi.
  • 00:12:27
    Hal-hal baik memang bermunculan dari kejahatan yang dilakukan.
  • 00:12:31
    Namun, Raskolnikov berubah.
  • 00:12:33
    Walaupun tidak semua orang mengetahui kejahatannya,
  • 00:12:36
    dia sendiri mengetahuinya.
  • 00:12:38
    Dia dihantui oleh tindakan kejahatannya sendiri.
  • 00:12:41
    Dia mengalami mimpi buruk.
  • 00:12:43
    Tidak pernah tenang.
  • 00:12:44
    Dia merasakan rasa bersalah yang mendalam,
  • 00:12:46
    menjadi sangat paranoid dan merasa semua orang mencurigainya.
  • 00:12:50
    Dia bukanlah orang yang sama lagi,
  • 00:12:52
    dia bahkan tidak mengenal dirinya lagi.
  • 00:12:54
    Seperti Kain, dia dikutuk untuk mengembara,
  • 00:12:57
    dia mengisolasi dirinya sendiri dari teman dan keluarganya,
  • 00:13:01
    dia merasakan depresi dan kecemasan yang parah dan terus menerus disiksa oleh jiwanya sendiri.
  • 00:13:08
    Dikarenakan dia tergoda oleh iblis,
  • 00:13:10
    dia menjadi iblis itu sendiri,
  • 00:13:12
    dan jatuh ketempat dimana iblis itu berada,
  • 00:13:16
    di dalam neraka.
  • 00:13:18
    Dan dikarenakan manusia adalah makhluk sosial dan bertanggung jawab atas lingkungan sosialnya sendiri,
  • 00:13:22
    degenerasi moral satu orang bisa berdampak pada degenerasi moral dari lebih banyak orang lagi.
  • 00:13:28
    Iblis dan neraka yang hanya ada di dalam diri kita bisa termanifestasi ke dunia eksternal,
  • 00:13:33
    menciptakan sesuatu yang kita lihat sepanjang sejarah manusia.
  • 00:13:37
    Sesuai dengan argumen Carl Jung,
  • 00:13:39
    bencana-bencana yang terjadi dalam sejarah, neraka-neraka ini, terjadi dikarenakan manusia
  • 00:13:45
    memiliki sesuatu di alam bawah sadar mereka
  • 00:13:48
    yang terus menerus ingin menarik mereka ke dalam kejatuhan moral.
  • 00:13:52
    Iblis yang menarik manusia ke dalam neraka.
  • 00:13:55
    Dia menyebutnya sebagai Shadow.
  • 00:13:58
    Selama berabad-abad mengalami erosi spiritual,
  • 00:14:02
    Jung merasa bahwa abad ke-20 memaksa umat manusia akhirnya menghadapi kejahatan sejati.
  • 00:14:07
    Keruntuhan moral yang terjadi pada awal abad ke-20
  • 00:14:10
    dan pecahnya tirani brutal menekankan betapa dalamnya etika telah dirusak.
  • 00:14:15
    Kejahatan telah menjadi kenyataan, bukan sekadar gagasan, bukan sekedar cerita.
  • 00:14:20
    Reorientasi diperlukan untuk belajar hidup dengan kenyataan baru ini,
  • 00:14:24
    dan ini melibatkan kehati-hatian untuk tidak melakukannya, seperti yang dikatakan Jung.
  • 00:14:29
    Kebaikan dan kejahatan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
  • 00:14:33
    Upaya untuk benar-benar merangkul kebaikan dan menghindari kejahatan
  • 00:14:37
    tidak akan membuat sisi gelap kita hilang.
  • 00:14:40
    Sebagai seorang bayi,
  • 00:14:41
    manusia mulai bertindak berdasarkan setiap dorongan hati kita,
  • 00:14:45
    ketika kita lapar kita makan,
  • 00:14:47
    ketika kita haus kita minum,
  • 00:14:49
    ketika kita menyukai situasi yang ada kita tertawa,
  • 00:14:51
    dan ketika kita tidak menyukainya kita menganis,
  • 00:14:54
    sama sekali tidak mempedulikan orang lain.
  • 00:14:56
    Namun seiring bertambahnya usia,
  • 00:14:58
    lingkungan dan masyarakat mulai membentuk kita dengan peraturan dan larangannya.
  • 00:15:02
    Ketika kita menunjukkan perilaku yang meresahkan masyarakat di sekitar kita,
  • 00:15:05
    masyarakat akan membalasnya dengan berbagai bentuk hukuman,
  • 00:15:09
    meski hanya sekedar kritik atau sedikit pengucilan.
  • 00:15:12
    Sebagai makhluk yang sangat sosial,
  • 00:15:14
    naluri kita pada umumnya adalah menghindari pengucilan dalam bentuk apa pun.
  • 00:15:18
    Dan gangguan ini tidak harus bersifat dramatis atau kriminal.
  • 00:15:22
    Hal-hal yang kita lakukan yang tidak diterima oleh lingkungan sekitar kita
  • 00:15:25
    tidak harus sesuatu yang besar.
  • 00:15:27
    Dan hal-hal yang diterima kita masukkan ke dalam persona kita
  • 00:15:30
    dan yang tidak diterima kita sembunyikan ke balik topeng kita.
  • 00:15:34
    Namun terkadang, karena kita ingin jujur,
  • 00:15:37
    kita bahkan menipu diri kita sendiri dengan menyembunyikan sifat-sifat itu dari diri kita sendiri,
  • 00:15:43
    dan inilah yang dinamakan Carl Jung dengan Shadow.
  • 00:15:47
    Jung berargumen bahwa di samping alam bawah sadar pribadi yang berisi pengalaman dan ingatan individu,
  • 00:15:52
    ada lapisan lebih dalam yang disebut kolektif bawah sadar.
  • 00:15:56
    Ini adalah gudang arketipe yang diwariskan secara kolektif
  • 00:15:59
    dan merupakan bagian dari warisan psikologis umat manusia.
  • 00:16:02
    Di dalam kolektif bawah sadar inilah kita menemukan dasar dari banyak pola perilaku dan citra yang universal,
  • 00:16:09
    termasuk kejahatan.
  • 00:16:10
    Dan di dalam alam bawah sadar ini,
  • 00:16:12
    Shadow adalah nama dari semua aspek yang tidak kita sadari atau mungkin kita sadari
  • 00:16:17
    tapi kita tolak karena tidak sesuai dengan citra diri ideal yang kita pandang tentang diri kita sendiri.
  • 00:16:23
    Tidak sesuai dengan yang kita inginkan,
  • 00:16:25
    dilihat oleh orang-orang di sekitar kita.
  • 00:16:51
    "The Shadow" bisa ada dikarenakan mekanisme pertahanan diri
  • 00:16:54
    yang kita gunakan untuk melindungi ego dan citra diri yang ideal.
  • 00:16:58
    Mekanisme seperti represi (penekanan), proyeksi, dan disosiasi
  • 00:17:02
    membantu kita menghindari aspek-aspek yang tidak kita sukai dari diri kita sendiri
  • 00:17:07
    dengan menyembunyikannya di dalam "The Shadow"
  • 00:17:10
    jauh di bawah alam bawah sadar kita.
  • 00:17:12
    Sekarang, pertanyaan yang lain pun muncul,
  • 00:17:17
    Jawabannya adalah ya,
  • 00:17:19
    setiap manusia pasti memilikinya.
  • 00:17:21
    Ini adalah bagian tidak terpisahkan dari struktur psikologis kita.
  • 00:17:25
    Alasan mengapa setiap manusia memilikinya adalah karena "The Shadow"
  • 00:17:28
    merupakan fenomena universal yang dialami oleh semua manusia,
  • 00:17:31
    terlepas dari latar belakang budaya ataupun sosial mereka.
  • 00:17:35
    Ini adalah bagian dari proses perkembangan psikologis kita.
  • 00:18:09
    Ini menegaskan bahwa semua orang,
  • 00:18:11
    terlepas dari siapapun itu,
  • 00:18:12
    pasti memiliki "The Shadow" ini.
  • 00:18:15
    Isi shadow kita atau bayangan kita yang tertekan tidak akan tertidur di alam bawah sadar,
  • 00:18:20
    dan tidak akan pernah terdengar lagi.
  • 00:18:22
    Sebaliknya mereka beroperasi secara otonom di balik sorotan kesadaran kita.
  • 00:18:27
    Mereka seolah olah kesadaran kita yang lain,
  • 00:18:30
    alam bawah sadar kita bertindak diatas diri kita sendiri.
  • 00:18:34
    Salah satu cara bayangan itu memanifestasikan dirinya adalah melalui proyeksi,
  • 00:18:38
    di mana kita melihat individu, kelompok, bangsa, ras, atau apapun itu,
  • 00:18:43
    dengan kelemahan, kesalahan, dan kejahatan, yang ada di dalam diri kita sendiri.
  • 00:18:57
    Contoh sederhana yang kita temukan sehari-hari dari shadow ini, seperti,
  • 00:19:02
    ketika kita tertawa dalam hati ketika melihat orang yang tidak kita sukai terluka,
  • 00:19:06
    ketika kita membayangkan untuk mencabik-cabik orang, membakar, atau meledakkan bangunan
  • 00:19:11
    ketika kita merasa sangat kesal,
  • 00:19:13
    atau bahkan menghancurkan seluruh dunia.
  • 00:19:16
    Ya itu mungkin terlalu dramatis.
  • 00:19:18
    Mungkin contoh yang lebih sederhananya,
  • 00:19:20
    ketika kita ingin mengatakan sesuatu yang buruk terhadap orang lain,
  • 00:19:23
    ketika kita ingin menampar seseorang,
  • 00:19:26
    ketika kita ingin melihat seseorang yang menjatuhkan kita untuk terjatuh juga.
  • 00:19:30
    Dalam situasi seperti ini, shadow-lah yang bertindak,
  • 00:19:33
    memperlihatkan aspek-aspek gelap yang biasanya kita sembunyikan dari diri kita dan orang lain.
  • 00:19:39
    Setiap kali kita menolak untuk menghadapi sisi gelap kita,
  • 00:19:42
    setiap kali kita menolak untuk mengakui bayangan yang ada di dalam diri kita,
  • 00:19:45
    kita memberikan kekuatan kepada bayangan ini
  • 00:19:48
    membuat mereka bisa memanifestasikan dirinya dalam bentuk-bentuk yang merusak,
  • 00:19:53
    membuatnya semakin kuat dalam ketidaksadaran kita.
  • 00:19:56
    Dengan mengatakan bahwa semua itu tidak ada,
  • 00:19:58
    kita secara sadar membuatnya jatuh jauh ke dalam alam bawah sadar kita,
  • 00:20:03
    membuat kita lebih susah untuk mengenalnya,
  • 00:20:05
    membuatnya memiliki lebih banyak kuasa atas diri kita sendiri.
  • 00:20:14
    mengakui bahwa bayangan adalah cerminan dari kelalaian internal kita.
  • 00:20:18
    Di sanalah kita menyembunyikan hal-hal yang kita anggap salah,
  • 00:20:21
    demi menganggap diri kita sebagai orang yang baik.
  • 00:20:23
    Oleh karena itu, kita mungkin tiba-tiba merasa marah
  • 00:20:26
    ketika ditegur oleh orang-orang yang kita anggap memiliki kelemahan yang sama,
  • 00:20:30
    entah itu benar atau salah.
  • 00:20:31
    Ego kita bangkit untuk mempertahankan titik sensitif, seperti refleks.
  • 00:20:36
    Namun, ledakan-ledakan ini membuktikan bahwa ada lebih banyak hal
  • 00:20:40
    yang tersembunyi daripada sekadar kelalaian.
  • 00:20:42
    Hal ini juga bisa menjadi sumber tindakan impulsif dan naluriah,
  • 00:20:46
    yang terkadang bisa memberikan konsekuensi yang tidak kita inginkan.
  • 00:20:49
    Menjadi sangat instingtual, sama seperti hewan, tanpa pertimbangan akibat perkumpulan shadow ini,
  • 00:20:55
    berarti juga membuat kita rentan terhadap penularan ide.
  • 00:20:58
    Orang-orang yang mungkin menganggap dirinya beradab, mandiri, dan “baik”
  • 00:21:03
    dapat terseret ke dalam perilaku buruk suatu kelompok.
  • 00:21:06
    Ketika sesuatu yang mungkin tidak baik tapi diterima secara sosial,
  • 00:21:09
    kita yang akan lebih mudah menerima itu hanya agar tidak menonjol atau terlihat bodoh.
  • 00:21:16
    Di sinilah sifat kita sebagai hewan atau naluri kebinatangan muncul.
  • 00:21:21
    Naluri untuk ikut serta dalam suatu kelompok,
  • 00:21:24
    baik itu kelompok pertemanan kecil atau suatu bangsa,
  • 00:21:27
    semua ini tidak dapat disangkal dari diri kita,
  • 00:21:30
    dan ketika kelompok tersebut mengatakan atau melakukan hal-hal yang buruk,
  • 00:21:33
    kita dapat ikut serta terseret ke dalam kegelapan itu.
  • 00:21:36
    Ini mungkin alasan utama, mengapa orang normal dengan kehidupan biasa saja
  • 00:21:41
    bisa terseret ke dalam gelombang kemarahan populis terhadap kelompok sosial tertentu.
  • 00:22:28
    Penolakan akan adanya shadow ini dalam diri hanya akan membuat seseorang
  • 00:22:32
    menjadi orang yang memang benar-benar jahat.
  • 00:22:40
    menemukan bahwa hampir semua dari mereka menderita suatu jenis penyakit,
  • 00:22:44
    baik itu sifat impulsif, penyakit mental, atau kurangnya fungsi seperti hati nurani.
  • 00:22:49
    Meskipun mereka semua destruktif, orang-orang yang kita anggap penjahat ini
  • 00:22:53
    memiliki kejujuran tertentu tentang tindakan mereka.
  • 00:22:56
    Mereka tidak berusaha menutupi atau menyembunyikan kejahatan mereka
  • 00:22:59
    di bawah penampilan kesempurnaan atau kebaikan.
  • 00:23:02
    Namun, yang benar-benar jahat bukanlah mereka.
  • 00:23:05
    Menurut Peck, penjahat sebenarnya adalah orang yang mencoba untuk menolak kejahatan mereka
  • 00:23:10
    dan bersembunyi dibalik citra kesempurnaan mereka.
  • 00:23:13
    Mereka sangat mampu dalam menolak keberdosaan mereka
  • 00:23:15
    sampai mereka ahli dalam menkambinghitamkan orang lain.
  • 00:23:18
    Karena mereka menganggap diri mereka tidak bersalah,
  • 00:23:21
    mereka secara refleks menyerang siapa pun yang berani menunjukkan kelemahan karakter mereka.
  • 00:23:26
    Contohnya adalah seorang ayah yang menjadi marah ketika putranya yang masih kecil
  • 00:23:30
    mengulangi kata-kata kotor yang digunakan oleh ayahnya sendiri,
  • 00:23:34
    dan ayahnya menghukum anak tersebut daripada merenungkan kejahatannya sendiri.
  • 00:23:38
    Peck menulis:
  • 00:23:59
    Ironisnya, konsekuensi dari semua ini adalah bahwa orang-orang jahat sering kali bertindak destruktif dan kejam
  • 00:24:06
    dalam upaya menghancurkan kejahatan itu sendiri.
  • 00:24:09
    Mereka sembunyi dibalik jubah kebenaran mereka,
  • 00:24:12
    tapi mereka membidik ke arah yang salah,
  • 00:24:14
    selalu menganggap kejahatan mereka sendiri ada di luar, pada orang lain, bukan pada diri sendiri.
  • 00:24:20
    Karena tidak mampu menahan rasa sakit karena pemeriksaan diri yang jujur,
  • 00:24:24
    orang-orang jahat membungkus diri mereka dengan menunjukkan kebenaran dan meremehkan siapa pun
  • 00:24:29
    yang mengingatkan mereka akan kegelapan batin mereka sendiri.
  • 00:24:32
    Pada akhirnya, salah satu kesimpulan Peck adalah kejahatan dapat dikenali dari penyamarannya.
  • 00:24:47
    Menyembunyikan sisi gelap kita tidak akan menghilangkannya tapi hanya akan membuatnya lebih kuat.
  • 00:24:51
    Carl Jung, percaya bahwa demi kesejahteraan kita sendiri dan masyarakat,
  • 00:24:55
    kita perlu menghadapi bayangan kita dan segala isinya.
  • 00:24:59
    Dan menghadapi bayangan bukanlah hal yang mudah,
  • 00:25:02
    melakukannya akan seakan-akan mengarungi lautan gelap dan dalam.
  • 00:25:05
    Dengan berani menatap ke dalam kegelapan tersebut,
  • 00:25:08
    kita bisa mendapatkan pemahaman tentang siapa diri kita yang sebenarnya.
  • 00:25:12
    Mencari tahu keinginan terpendam,
  • 00:25:13
    ketakutan yang kita tolak dan segala sisi-sisi dari diri kita yang selama ini kita anggap tidak pantas.
  • 00:25:19
    Meski pemahaman penuh tentang bayangan ini mungkin tak akan pernah tercapai,
  • 00:25:23
    upaya untuk menjelajahinya akan membuat kita bisa lebih menghindari jalan mudah
  • 00:25:28
    dan memilih untuk menghadapi masalah-masalah kita dalam hidup dengan tanggung jawab moral.
  • 00:25:33
    Pikiran jahat, pikiran egois dan pikiran-pikiran yang memalukan dapat diterima tanpa harus dimanjakan.
  • 00:25:39
    Ini adalah bagian dari proses untuk menjadi manusia yang utuh.
  • 00:25:43
    Jung sendiri pernah menyampaikan bahwa,
  • 00:26:16
    Kita semua hanyalah manusia biasa dan kita semua memiliki kekurangan serta emosi,
  • 00:26:21
    yang mungkin saja tidak penting bagi masyarakat,
  • 00:26:23
    tapi penting untuk diri kita sendiri.
  • 00:26:25
    Frustrasi, nafsu terhadap sesuatu yang tidak bisa diraih,
  • 00:26:29
    dan kesedihan karena masalah pribadi adalah hal yang wajar,
  • 00:26:32
    namun mengakuinya dengan lantang bukanlah hal yang masyarakat inginkan dari kita.
  • 00:26:36
    Mengekspresikan perasaan negatif membuat suasana sosial menjadi canggung;
  • 00:26:39
    orang-orang seringkali tidak tahu cara meresponsnya.
  • 00:26:42
    Jadi, sudah menjadi kebiasaan untuk memasang topeng kebahagiaan
  • 00:26:46
    atau setidaknya netralitas untuk menghindari sambutan negatif dari orang lain.
  • 00:26:50
    Maka dari itu, kita mengubur masalah kita, perasaan kita yang sebenarnya, di tempat yang tidak terlihat.
  • 00:26:57
    Daripada menyangkal bayangan itu, kita akan lebih baik jika menyoroti sisi gelap karakter kita ini.
  • 00:27:02
    Menghadapi bayangan dimulai dengan menerima keberadaannya dan menyadari bahwa
  • 00:27:06
    kepribadian yang kita gambarkan kepada dunia, dan kesadaran diri kita,
  • 00:27:10
    tidak mewakili kita secara keseluruhan.
  • 00:27:12
    Setelah diterima, refleksi diri dan kritik diri yang jujur,
  • 00:27:15
    dapat mengungkap beberapa sifat yang selama ini kita sembunyikan.
  • 00:27:28
    Dan dikarenakan kita sudah melakukan ini seumur hidup,
  • 00:27:31
    beberapa bayangan ini memang terkubur sangat dalam.
  • 00:27:33
    Dan untuk menyelaminya, butuh usaha yang lebih, beberapa caranya adalah,
  • 00:27:38
    Pertama, kita harus memperhatikan ciri-ciri dari orang lain yang memicu reaksi emosional kita dengan kuat,
  • 00:27:42
    karena mungkin saja, kita juga memiliki sifat tersebut dalam diri kita.
  • 00:27:46
    Yang kedua, kita bisa menyelam dan mencari tahu shadow orang lain, bayangan dari orang lain,
  • 00:27:51
    dikarenakan terkadang, melihat orang lain lebih mudah sebenarnya daripada melihat diri sendiri.
  • 00:27:55
    Dengan melakukan ini, perlahan kita akan mulai mengenal diri sendiri dengan lebih baik.
  • 00:28:00
    Menghadapi shadow ini, bayangan ini,
  • 00:28:02
    selain membuat kita bisa menghadapi masalah dengan lebih bertanggung jawab,
  • 00:28:06
    kita juga mengurangi kemampuan bayangan kita untuk mendatangkan malapetaka pada hidup kita.
  • 00:28:11
    Kesadaran akan masalah kemarahan, keegoisan, keserakahan, agresi, obsesi atau keterpaksaan,
  • 00:28:16
    memberi kita kesempatan untuk mengendalikan sifat-sifat itu
  • 00:28:20
    sebelum itu nantinya memberikan konsekuensi yang negatif terhadap kita.
  • 00:28:24
    Kita dapat berusaha untuk mengatasi kelemahan tersebut, atau setidaknya meminimalkan potensi kerusakannya.
  • 00:28:31
    Dengan menyadari dorongan-dorongan ini, dan menyederhanakannya
  • 00:28:34
    atau menempatkannya demi tujuan yang lebih tinggi
  • 00:28:36
    dorongan-dorongan ini dapat memberdayakan kita,
  • 00:28:39
    memotivasi kita untuk mengambil risiko yang diperlukan demi kehidupan yang memuaskan,
  • 00:28:43
    dan bahkan memacu kreativitas kita.
  • 00:28:45
    Seperti perkataan Jung,
  • 00:28:51
    Bayangan itu mengandung lebih dari sekedar naluri kebinatangan, kekurangan, dan kelemahan.
  • 00:28:56
    Tapi juga merupakan rumah bagi kekuatan karakter kita
  • 00:29:00
    yang tertekan akibat pola asuh yang buruk atau adaptasi terhadap masyarakat yang rusak.
  • 00:29:05
    Karena hal yang dipendam adalah hasil adaptasi lingkungan, dan lingkungan bukan berarti 100% benar.
  • 00:29:11
    Jung mengatakan
  • 00:29:32
    Berhubungan kembali dengan sisi positif dari bayangan kita,
  • 00:29:35
    meminimalkan efek dari sisi negatifnya, dan mengintegrasikan semuanya ke dalam kesadaran diri kita,
  • 00:29:40
    akan menghasilkan karakter yang utuh,
  • 00:29:42
    menurut Jung yang lebih sehat secara psikologis
  • 00:29:46
    manusia yang tidak hanya mengetahui kekuatan, kebajikan, dan potensi kebaikannya,
  • 00:29:50
    tetapi juga kelemahan, kesalahan, dan potensi kejahatannya.
  • 00:29:54
    Membuatnya, secara simbolis, naik ke surga.
  • 00:30:03
    Fakta sederhananya adalah mengenal bayangan bukan hanya soal pertumbuhan dan kesejahteraan pribadi.
  • 00:30:08
    Hal ini diperlukan bagi dunia.
  • 00:30:11
    Bayangan itu menyimpan kebencian, kemarahan, perilaku antisosial, neurosis,
  • 00:30:15
    dan perilaku negatif kita secara umum.
  • 00:30:17
    Dan karena masyarakat hanyalah kumpulan individu,
  • 00:30:19
    maka bayangan juga bekerja di masyarakat.
  • 00:30:22
    Secara naluriah, kita takut terhadap hal-hal yang asing bagi kita.
  • 00:30:26
    Jika bayangan terus mempengaruhi kita,
  • 00:30:28
    ketakutan kecil yang mengganggu ini bisa berubah menjadi kemarahan.
  • 00:30:31
    Inilah yang menyebabkan prasangka dan pelecehan terhadap kelompok sosial tertentu.
  • 00:30:35
    Ini adalah salah satu masalah terbesar umat manusia,
  • 00:30:37
    dan merupakan alat lama bagi mereka yang berkuasa untuk mencari kambing hitam
  • 00:30:42
    dan mengobarkan perpecahan dalam masyarakat kita.
  • 00:30:44
    Menjadi alat bagi iblis untuk menciptakan neraka.
  • 00:30:47
    Jadi, jelas bayangan itu harus dilawan.
  • 00:30:50
    Sekadar menyangkal bayangan tidak merampas kekuatannya.
  • 00:30:52
    Bayangan bekerja dari kegelapan, menarik kita, memberikan pengaruh yang tersembunyi.
  • 00:30:57
    Oleh karena itu, untuk memperbaiki masyarakat dan memajukan umat manusia,
  • 00:31:01
    kita harus memulai dari diri kita sendiri sebagai individu, dengan menyelam ke dalam,
  • 00:31:08
    lebih mengenal diri kita sendiri.
  • 00:31:11
    Bayangkan "The Shadow" sebagai bayangan yang selalu mengikuti kita kemanapun kita pergi.
  • 00:31:15
    Ia ada di sana, tetapi sering kali kita memilih untuk tidak memperhatikannya.
  • 00:31:19
    Dan dengan lebih mengenalnya lagi,
  • 00:31:20
    kita akan mencapai pemahaman yang lebih utuh tentang diri kita,
  • 00:31:24
    yang membuat kita menjalani hidup dengan lebih autentik.
  • 00:31:28
    Proses ini, mengharuskan kita untuk jujur terhadap diri sendiri dan berani melihat ke dalam aspek-aspek
  • 00:31:34
    yang tidak nyaman atau menakutkan dari diri kita.
  • 00:31:37
    Hanya dengan menghadapi dan menerima bagian-bagian ini,
  • 00:31:40
    kita bisa benar-benar tumbuh dan berkembang sebagai individu.
  • 00:31:44
    Yang nantinya berdampak juga terhadap masayarakat.
  • 00:31:48
    Dalam esensinya, "The Shadow" adalah cerminan dari dualitas manusia.
  • 00:31:51
    Ini adalah pengingat bahwa untuk menjadi utuh,
  • 00:31:53
    kita harus menerima semua bagian dari diri kita,
  • 00:31:56
    baik yang terang maupun yang gelap.
  • 00:31:58
    Memahami "The Shadow" bayangan ini adalah kunci untuk menguasai diri;
  • 00:32:02
    menerima, meskipun sulit, kebenaran tentang siapa diri kita sebenarnya.
Tags
  • sifat gelap
  • kelakuan manusia
  • The Shadow
  • Carl Jung
  • kejahatan manusia
  • refleksi diri
  • tanggung jawab sosial
  • pengetahuan
  • kemanusiaan
  • pertumbuhan individu